teknologi

Perang Nuklir Pernah Berhasil Dicegah Berkat Alien, Kata Mantan Pejabat Israel

Menurutnya, umat manusia bakal dihadiahkan teknologi canggih jika pejabat negara mau tutup mulut soal keberadaan UFO dan alien.
10.12.20
satelit
Foto: Getty Images

Mantan kepala program luar angkasa militer Israel baru saja membuat klaim yang sangat luar biasa. Dia bilang pasukan alien pernah mengunjungi Bumi, tapi sayangnya “federasi luar angkasa antargalaksi” meminta negara-negara seperti Amerika Serikat dan Israel untuk merahasiakannya dari publik.

Pembawa kabar itu bernama Haim Eshed, seorang profesor yang sudah tiga kali menerima Penghargaan Keamanan Israel. Dia mengumumkan “rahasia besar” tersebut kepada surat kabar Israel Yediot Aharonot. Kepala program luar angkasa militer jelas bukan profesi main-main, tapi entah mengapa dia tidak memberikan bukti atas pernyataannya bahwa Israel dan Amerika Serikat memang pernah melakukan pembicaraan eksklusif dengan alien.

Iklan

“Tak semua pemerintah tahu soal ini,” Eshed menuturkan kepada Yediot Aharonot. “Sekelompok pejabat dari Amerika, Rusia, Jepang, Inggris dan Tiongkok bekerja sama untuk merahasiakan ini. Mereka meminta untuk tidak diungkap keberadaannya.” Yang dia maksud dari “mereka” adalah federasi antargalaksi tadi.

Eshed lebih lanjut mengatakan Donald Trump mengetahui kesepakatan ini. Trump hampir membocorkan rahasia mereka, tapi tidak jadi karena kata alien manusia belum siap mengetahui kebenarannya.

“Saya yakin akan dibawa ke rumah sakit kalau membeberkannya lima tahun lalu,” ujar Eshed saat diwawancarai oleh surat kabar. “Tapi sekarang orang-orang sering membicarakan [tentang alien]. Tak ada ruginya bagi saya untuk mengungkapkan ini sekarang. Saya punya gelar dan sering menerima penghargaan. Saya juga sangat dihormati di luar negeri. Tren [membahas alien] sudah berubah di sana.”

Berikut beberapa klaim fantastis dan tak berdasar yang dilontarkan Eshed selama wawancara:

  1. Uni Soviet berencana menyerang balik AS dengan senjata nuklir setelah invasi Teluk Babi di Kuba, tapi alien langsung mencegat aksi mereka. Menurutnya, alien melacak semua aktivitas nuklir manusia dan pasti akan turun tangan supaya perang nuklir tidak meletus di Bumi.
  2. Alien punya markas bawah tanah di Mars. Pangkalan itu menampung makhluk luar angkasa dan astronot manusia yang mendatangi Planet Merah.
  3. Pemerintah sepakat untuk merahasiakan keberadaan dengan imbalan teknologi canggih. Salah satu contohnya adalah anti-gravitasi yang sudah dimiliki manusia saat ini, menurut Eshed.

Iklan

Sangat kecil kemungkinan pernyataan Eshed bukan hoaks. Ketika jurnalis Yediot Aharonot meminta bukti, profesor ini hanya bilang akan mengirim tautan artikelnya nanti.

Ini bukan kali pertama pejabat negara sibuk membicarakan keberadaan makhluk luar angkasa. Instansi pemerintah AS bahkan terobsesi dengannya belakangan ini. Beberapa waktu lalu, Angkatan Laut AS merilis serangkaian video penampakan UFO. Eshed merujuk mantan Pemimpin Mayoritas Senat Harry Reid, yang mendukung misi pencarian UAP (fenomena udara tak teridentifikasi) dan telah menghabiskan jutaan dolar dari pajak untuk mendanai proyek tersebut. 

“Para legislator sepertinya enggak melakukan ini karena tidak mau dituduh menghambur-hamburkan uang pajak,” Reid memberi tahu Motherboard pada Mei. “Beberapa staf saya bahkan menyarankan untuk tidak ikut campur. Tapi saya tidak mau diam saja. Saya tertarik dengan bidang ini. Seharusnya pemerintah ikut terlibat di dalamnya. Pentagon dan pejabat pemerintah lain juga tidak menyeriusinya. Ini sangat disayangkan mengingat banyak negara telah melakukannya.”

Pada September, Jepang menyatakan ketertarikannya untuk melacak keberadaan UAP.

Klaim ini keluar dari mulut seseorang yang dianggap berpendidikan, tapi apakah omongannya sudah pasti valid? Tentu tidak. Yang pasti adalah orang-orang cerdas seperti ilmuwan sekali pun bisa nge-halu juga.