kanye west

Ngotot Pengin Jadi Presiden, Kanye West Habiskan Rp176 Miliar buat Kampanye

Sayangnya, sumbangan yang doi terima relatif kecil. Respons publik juga adem ayem. Sang rapper cuma lolos jadi capres di 12 negara bagian AS. Amsyong....
22.10.20
kanye west
Kanye West. Foto via Getty Images

Kanye West sudah jelas tidak lolos kualifikasi untuk menjadi Presiden Amerika Serikat. Dia telat mendaftarkan diri di sebagian besar negara bagian. Totalnya hanya ada 12 negara bagian yang mencatat nama Kanye sebagai calon presiden. Dengan demikian, mustahil rasanya bagi sang rapper bisa menang dalam pemilihan presiden pada November mendatang.

Namun, tampaknya dia belum mau menyerah. Kanye dikabarkan telah menggelontorkan 2,1 juta Dolar (setara Rp30 miliar) dari dana pribadi untuk kampanye capresnya bulan lalu, sementara sumbangan dari donatur tidak sebanding dengan jumlah yang dikeluarkan.

Penulis NY Mag Ben Jacobs menganalisis komisi Pemilu Federal AS, dan membeberkan temuannya seputar kampanye Kanye di Twitter awal pekan ini.

Sebagaimana isi twit Jacob: “Kampanye capres Kanye West hanya mengumpulkan $1.582 (Rp23,1 juta), dengan jumlah donasi masing-masing kurang dari 200 Dolar (Rp2,9 juta). Lalu ada dua donatur yang masing-masing menyumbang $1.000 (Rp14,6 juta) dan $200 (Rp2,9 juta).”

Totalnya Kanye telah menghabiskan hampir US$12 juta (Rp176 miliar), “dengan berutang $9,76 juta (Rp143 miliar) dan menambahkan $2,11 juta (Rp30,9 miliar). Kampanyenya telah mengumpulkan $17.635 (Rp258 juta) dari donatur.”

Orang-orang mungkin sering menganggap Kanye sebagai musisi belagu yang merasa bisa mendapatkan apa saja yang diinginkannya. Akan tetapi, kita tidak boleh melupakan kalau dia mengidap gangguan bipolar. Kim Kardashian menulis surat terbuka tentang suaminya pada Juli lalu.

“Dia sangat cerdas, tapi hidupnya rumit. Selain menerima tekanan sebagai musisi Kulit Hitam, dia belum bisa menerima kenyataan ibunya telah tiada. Dia juga menghadapi tekanan dan isolasi yang diperburuk oleh gangguan bipolar,” ungkapnya.

“Gangguan bipolar tidak mengendurkan impian dan kreativitasnya, tak peduli orang lain mengira impiannya terlalu ketinggian atau mustahil. Itulah bagian dari kejeniusannya. Kita semua bisa menyaksikan sendiri, cita-cita tingginya sering tercapai.”

Pernyataan Kim mungkin benar adanya, tapi mimpi Kanye menjadi presiden sepertinya takkan menjadi kenyataan.

Visi misi Kanye agak membingungkan karena condong ke kanan dan ke kiri. Misalnya, dia menentang hukuman mati, tapi di sisi lain menentang aborsi. Dia ingin membangun ekonomi berkelanjutan dan mengurangi utang kuliah, tapi tidak setuju dengan welfare state. Dia mendukung imigran ilegal, tapi mengutuk “woke culture”, yang biasanya menjadi indikator failsafe dari pandangan konservatif secara sosial.

Kayaknya dia mending fokus ke bisnis Yeezy-nya aja, deh.