Sensor Film

Film 'Bohemian Rhapsody' di Tiongkok Hapus Semua Adegan LGBT

Lebih dari 4 menit adegan seputar LGBT, HIV, dan narkoba disensor mengikuti panduan dari Partai Komunis Cina.
Adegan film bohemian rhapsody ciuman gay Freddy Mercury
Screenshot dari Youtube. 

Bohemian Rhapsody tayang di Cina untuk pertama kalinya sejak akhir pekan lalu. Namun film yang tayang ternyata empat menit lebih pendek dibandingkan film yang sama di benua lain. Pemotongan adegan-adegan tertentu dilakukan demi menuruti aturan sensor Tiongkok. Otoritas Negeri Tirai Bambu itu menganggap perjalanan hidup Freddie Mercury sebagai laki-laki gay masih terlalu ekstrem.

Semua adegan yang secara langsung berkaitan dengan homoseksualitas Freddie kena gunting sensor. Begitu pula adegan-adegan yang menunjukkan penggunaan narkoba dan diagnosis AIDS-nya. Meskipun berbagai adegan itu dipotong, penonton Cina tetap membanjiri bioskop sejak akhir pekan lalu. Diperkirakan 80 persen penonton memberi filmnya ulasan empat dari lima bintang di Weibo.

Iklan

Tentu saja ada yang kurang terkesan melihat berbagai sensor tadi. Beberapa penonton yang sempat menonton versi barat filmnya mengeluh di media sosial tentang momen-momen kritis yang hilang dari film, termasuk coming out Freddie kepada pacarnya, Mary Austin.

Selain itu, hubungan Freddie dengan pasangannya, Jim Hutton, dihilangkan. Begitu pula foto historis keduanya yang tampil di bagian penutup filmnya. Sebagian besar adegan video musik untuk single 1984 I Want to Break Free dihapus, karena menampilkan laki-laki yang mengenakan pakaian perempuan.

Feili Xie, laki-laki gay asal Beijing sempat menonton versi aslinya. Kepada ABC dia merasa sensor ini membuat konteks Bohemian Rhapsody jadi hilang. "Banyak adegan enggak masuk akal sama sekali," ujarnya. "Film ini seharusnya menceritakan kepada penonton siapa itu Freddie, dan seksualitasnya merupakan bagian signifikan dari identitasnya. Masalahnya bagian tersebut dihilangkan."

Sementara itu, penonton lain, berterimakasih filmnya tidak dilarang tayang. "Sudah bagus Bohemian Rhapsody bisa tayang di Cina," begitu komentar satu penonton. Tetap saja ada penonton lain masih kesal. "Kenapa juga konten gay di ceritnaya dihapus? Bukannya kisah hidup orang seharusnya diceritakan secara komplet?"

Fan Popo, pembuat dokumenter dan aktivis LGBT asal Cina, saat diwawancarai CNN menyatakan Bohemian Rhapsody merupakan salah satu film barat yang bisa tayang di Cina tahun ini. Tapi hal itu tidak seharusnya dianggap pemerintah Tiongkok mulai melunak.

Iklan

"Kalau semua orang puas dengan tipe ‘kemenangan’ ini, seluruh dunia akan selalu menunduk pada otoritas, pencipta film takkan dihormati, dan takkan ada perlindungan untuk keinginan para penonton," ujarnya.

Homoseksualitas sudah legal di Cina sejak lebih dari dua puluh tahun lalu. Namun, mengacu pada “perilaku seksual abnormal,” kadang penyuka sesama jenis masih dianggap ilegal pada 2016. Sensor Bohemian Rhapsody merupakan bagian dari upaya lebih luas dari pejabat-pejabat Cina untuk menyingkirkan yang mereka yang dianggap sebagai "konten tidak pantas."

Follow Edoardo di Instagram.

Artikel ini pertama kali tayang di VICE ASIA.