Limbah Plastik

Ilmuwan Temukan Cara Mengubah Limbah Plastik Dunia Menjadi BBM

Proses ini berpotensi membantu mengubah jutaan ton plastik yang kita hasilkan setiap tahun jadi bahan bakar serupa solar.
11.2.19
​Peneliti Linda Wang temukan cara mengubah plastik jadi BBM
Peneliti Linda Wang temukan cara mengubah plastik jadi BBM. Foto dari arsip Purdue University

Planet kita tenggelam dalam sampah plastik. Setiap tahun, lebih dari 300 juta ton plastik dibuang ke TPA atau langsung ke lingkungan, dan untuk mengurai semua sampah ini dibutuhkan waktu ratusan tahun. Sementara itu, semua sampah plastik tersebut membunuh berbagai margasatwa.

Sebuah tim ahli kimia di Universitas Purdue menemukan solusi untuk mengatasi sebagian masalah plastik kita. Seperti yang dijelaskan dalam studi yang diterbitkan minggu ini di Sustainable Chemistry and Engineering, para ahli kimia menemukan cara untuk mengubah polypropylene—semacam plastik yang digunakan dalam mainan, alat-alat kedokteran, dan kemasan produk seperti keripik kentang—menjadi bahan bakar seperti diesel.

Iklan

Para peneliti berkata bahwa bahan bakar ini cukup murni untuk dimanfaatkan sebagai campuran BBM untuk perapian kendaraan bermotor.

Limbah polypropylene merupakan seperempat dari lima miliar ton plastik yang diperkirakan menimbun di TPA dunia sepanjang 50 tahun terakhir.

Untuk mengubah polypropylene jadi bahan bakar, para peneliti menggunakan air superkritis, sebuah fase air yang memiliki ciri-ciri cair dan gas tergantung kondisi tekanan dan suhu. Ahli kimia Purdie Linda Wang dan koleganya memanaskan air hingga mencapai suhu 380 sampai 500 derajat celcius dengan tekanan sebesar 2300 kalinya tekanan atmosfer di permukaan laut.

Saat limbah polypropylene murni dicampur dengan air superkritis, ia berubah menjadi minyak dalam beberapa jam, tergantung suhu. Pada suhu 454 derajat celcius, waktu pengubahan menjadi kurang dari satu jam.

Bensin dan minyak mirip diesel merupakan produk sampingan yang dihasilkan proses ini. Menurut para peneliti, proses pengubahan ini dapat digunakan untuk mengubah sekitar 90 persen limbah polypropylene di dunia menjadi bahan bakar setiap tahun.

“Pembuangan limbah plastik, entah yang didaur ulang atau dibuang, bukanlah akhir cerita ini,” kata Wang. “Plastik terurai secara perlahan dan melepaskan mikroplastik dan kimia beracun ke tanah dan air. Ini musibah karena ketika polutan masuk ke laut, mereka tidak bisa dikeluarkan kembali sepenuhnya.”

Proses pengubahan ini dapat membersihkan lingkungan dengan mencari kegunaan baru limbah plastik. Tapi seperti yang ditegaskan Yang dalam sebuah pernyataan, karena bahan bakar yang dihasilkan dapat dijual demi profit, industri pendauran ulang akan terdorong untuk menerapkan proses ini.

Seperti yang ditegaskan Wang, penerapan strategi pendauran ulang efektif harus cepat dilakukan. Setiap tahun yang berlalu tanpa tindakan, jutaan ton plastik mengalir ke laut, ditelan margasatwa dan membunuh terumbu karang. Plastik ini susah dibersihkan dan mengancam seluruh ekosistem laut, yang dapat menimbulkan krisis lingkungan berlimpah di seluruh dunia.

Belum jelas seberapa sulit penerapan proses pengubahan plastik ini pada skala besar, tetapi setidaknya tampaknya ada “ masa depan baru untuk sampah plastik yang memberi harapan.”

Artikel ini pertama kali tayang di Motherboard