Malapraktik

Dokter Bedah Mengoperasi Tengkorak Pasien di Lokasi yang Keliru, Berakhir Fatal

Otoritas kesehatan Selandia Baru menuntut sang dokter meminta maaf ke keluarga korban malapraktik yang akhirnya meninggal itu.
25.9.19
Dokter Bedah di Selandia Baru Mengoperasi Tengkorak Pasien di Lokasi yang Keliru, Berakhir Fatal
Foto dari pengguna Unsplash Piron Guillaume/lisensi CC 2.0

Operasi otak merupakan prosedur medis yang kompleks, dan harus dilakukan dengan sangat hati-hati dan teliti. Kecerobohan sekecil apapun bisa berakibat fatal. Seperti yang telah dilakukan dokter di Selandia Baru ini, misalnya.

Dilansir New Zealand Herald, Komisaris Kesehatan dan Disabilitas Selandia Baru Anthony Hill baru saja merilis laporan tentang ahli bedah saraf yang salah membuka bagian tengkorak pasien pada 2015.

Iklan

Pasien, yang diidentifikasi sebagai Tuan A, didiagnosis mengidap kanker sehingga harus segera diangkat tumor di otaknya. Sang dokter, yang dirahasiakan namanya, menggunakan mesin pembimbing yang dapat menunjukkan letak sayatan. Namun, dia baru menyadari mesinnya tidak akurat setelah mulai. Penanda kulitnya tidak dapat digunakan di kepala pasien karena telah dibersihkan.

Walaupun sudah tahu salah, dokter bedah itu malah melanjutkan operasi. Dia yakin memperpanjang bukaan tulang bisa membawanya ke daerah yang tepat. Sayangnya tidak. Dia akhirnya menghentikan operasi, dan memberikan radioterapi kepada Tuan A. Naas, pasien tersebut meninggal dunia setelahnya.

Komisaris Kesehatan dan Disabilitas Selandia Baru kini menuntut agar dokter meminta maaf kepada keluarga pasien karena telah melakukan malpraktik.

Dalam laporannya, Anthony mengatakan ahli bedah saraf tersebut telah melanggar Kode Etik Pelayanan Kesehatan dan Disabilitas. Dia sadar operasinya kompleks, tetapi sebenarnya bisa berjalan lancar apabila dokter melakukan pemeriksaan lebih lanjut sebelum mulai menyayat.

"Ahli bedah seharusnya melakukan pemeriksaan terlebih dulu untuk memastikan prosedur operasinya sudah tepat," kata Anthony.

Find Meera di Twitter dan Instagram.

Artikel ini pertama kali tayang di VICE ASIA.