Musik Ciptaan Robot

Ada Kanal YouTube Tanpa Henti Menyiarkan Lagu Death Metal Ciptaan Kecerdasan Buatan

Robot sudah bisa main metal juga. Dadabots dikembangkan dua ahli teknologi musik yang ingin membuktikan bahwa jaringan saraf otak mampu memilah perbedaan subgenre musik metal.
22.4.19
Kanal YouTube Dadabots Menyiarkan Lagu Death Metal Ciptaan Kecerdasan Buatan Nonstop
Ilustrasi via Shutterstock 

Dadabots tanpa henti menyiarkan musik death metal mereka di YouTube selama hampir sebulan ini. Kalian mungkin bertanya-tanya: Apa itu Dadabots? Apakah mereka band metal baru? Untuk apa mereka menyiarkan musiknya 24 jam penuh seperti itu? Dadabots sebenarnya adalah AI yang menghasilkan musik death metal sesuai dengan perkiraannya.

The Outline menyatakan Dadabots adalah band bohongan berbasis AI yang dikembangkan CJ Carr dan Zack Zukowski, sepasang musisi dan ahli teknologi yang saling kenal saat kuliah di Berklee College of Music di Boston, menggunakan perangkat lunak deep learning.

Dadabots didasarkan pada jaringan saraf berulang—arsitektur komputasi yang “mempelajari” pola dalam sejumlah besar data input (yang dalam kasus ini berupa musik death metal) untuk memprediksi elemen dan sekuens musik yang paling umum muncul. Setelah itu, mereka akan menciptakannya kembali.

Kedua ilmuwan menjabarkan prosesnya pada penelitian terbitan 2017 yang diunggah ke server preprint arXiv. Prosesnya dimulai dengan memberikan model segmen pendek musik ke AI beberapa detik setiap kalinya. Seiring pelatihannya berlanjut, AI mempelajari fitur pengidentifikasian dan mulai menghasilkan sampel yang sangat detail, termasuk riff dan transisi bagian.

Carr dan Zukowski menulis dalam penelitian bahwa awalnya mereka terkejut dengan hasilnya.

Iklan

"Kami awalnya ingin menciptakan musik yang realistis dari data asli, tetapi puas dengan hasil estetika dari ketidaksempurnaannya," tulisnya. "Suara vokalis solo terdengar seperti paduan suara, band rock menjadi cubist-jazz, dan persilangan berbagai rekaman menciptakan musik yang surealis."

Walau musiknya tidak terdengar seperti ciptaan manusia—karena vokal setiap lagunya adalah rapalan yang terdistorsi, nadanya dinyanyikan tanpa napas, dan riff gitarnya sangat cepat daripada yang biasa manusia ciptakan—sensasi dan instrumentalnya sangat meyakinkan, terutama bagi mereka yang tidak terbiasa dengar musik metal.

Selain membuat kanal YouTube, peneliti menggunakan Dadabots untuk merilis 10 album berdasarkan musik dari band metal dan eksperimental seperti Aepoch, Battles, dan Meshuggah. Mereka lalu memasukkan lagu-lagu yang paling bagus ke album. Mereka mencirikan karyanya dengan Dadabots sebagai upaya “menyingkirkan manusia dari kancah musik black metal.”

Untuk setiap proyek, Dadabots menganalisis “subset dari diskografi suatu musisi,” dan mengubahnya menjadi ciptaan mereka sendiri. Lagu-lagu yang disiarkan langsung di YouTube diambil dari musik band death metal Vancouver bernama Archspire. Dan mereka menghasilkan kejutan yang menyenangkan.

"Sebagian besar jaringan yang kami latih menciptakan musik jelek. Lagu-lagunya berantakan dan tidak stabil. Yang satu ini menurutku kami spesial," kata CJ Carr saat dihubungi Motherboard. Archspire Dadabots menciptakan musik yang lebih konsisten dan stabil. Carr menduga ini disebabkan oleh musik Archspire yang bertempo tinggi, sehingga menstabilkan ciptaan bot. "Dadabots itu otonom, berjalan pada server linux di South Carolina," tuturnya. "Kamu mendengarkan apa pun yang mereka ciptakan."

Carr dan Zukowski berharap suatu saat nanti mereka bisa memasukkan semacam interaksi pendengar dengan Dadabots.

Jadi, kalau kalian bosan mendengar lagu yang itu-itu saja? Silakan tonton livestream-nya Dadabots di YouTube.

Artikel ini pertama kali tayang di Motherboard