FYI.

This story is over 5 years old.

Lomba Makan

Berlebihan Ikut Kompetisi Makan, Dua Orang Tewas

Tren kematian peserta lomba makan meningkat, karena minim pengawasan ketat agar orang tak tersedak. Lomba beginian kayaknya harus segera diatur deh.
Foto dari akun Flickr PaulSteinJC.

Artikel ini pertama kali tayang di MUNCHIES.

Lomba makan cepat sebenarnya sangat seru. Tapi kayaknya sekarang kita perlu mengakui kalau lomba semacam ini sesungguhnya sangat berbahaya.

Sepekan terakhir saja, dua orang tewas dalam dua lomba makan yang berlangsung dalam selang 24 jam. Seorang mahasiswi berumur 20 tahun dan warga Colorado berusia 40 tahun tewas dalam dua insiden tersedak ketika sedang ikut serta dalam lomba makan. Korban pertama meregang nyawa dalam perlombaan melahap penekuk, sementara korban kedua tewas saat balapan makan donat.

Iklan

Caitlin Nelson tercatat sebagai salah satu mahasiswa di Sacred Heart University, Connecticut. Dia meninggal hari minggu lalu setelah ikut serta dalam lomba makan yang disponsori Greek Life. Menurut pemberitaan, Caitlin telah melahap empat atau lima panekuk sebelum akhirnya mengalami sesak nafas. Caitlin ditengarai memiliki berbagai macam alergi makanan, meski belum jelas alergi mana yang menyebabkan kematiannya. Kisah ini makin menyesakkan setelah diketahui bahwa Caitlin adalah putri dari seorang anggota kepolisian Port Authority yang menjadi korban peristiwa 9/11.

Sebelumnya, di hari yang sama, Travis Malouff, 42 tahun, ambruk di lobi Voodoo Doughnut dan dinyatakan meninggal karena "kesusahan bernafas lantaran terjadi penyumbatan di saluran pernafasan,"seperti yang tertera dalam pernyataan Denver Office of the Medical Examiner. Malouff tewas setelah ikut dalam lomba makan donut.

Menyangkut tewasnya Caitlin Nelson, Bob Kalamaras seorang letnan polisi asal Connecticut mengatakan pada Associated Press, "[kematian Caitlin] adalah peristiwa tragis yang bermula dari kegiatan yang menyenangkan. Ini benar-benar peristiwa yang tragis."

Tapi, apakah lomba makan itu benar-benar kegiatan yang menyenangkan? Bukannya warga Negeri Paman Sam—yang menemukan segala macam lomba makan dan mempopulerkannya lewat Nathan's Hot-Dog Eating Contest—harusnya sudah sadar bahwa ada yang salah dalam lomba makan?

Iklan

Paling tidak, lomba makan punya resikonya tersendiri, apalagi bagi mereka yang secara reguler menjadi peserta. Untuk kelompok yang satu ini, beberapa resiko macam naiknya berat badan, melonjaknya kadar kolesterol dan tekanan darah sudah mengintai. Mereka juga beresiko mengidap gangguan perut atau gastroparesis, yang terjadi ketika perut dipaksa mengembang di luar batas kemampuannya. Ini belum mencakup keracunan air dan perforasi perut bisa terjadi setiap saat.

Menurut penelitian yang diterbitkan pada 2007 oleh University of Pennsylvania School of Medicine, peserta lomba balap makan profesional dipaksa mengembangkan perut guna membentuk kantong lembek penampung makanan. "Kantong ini pada akhirnya akan digunakan untuk menampung makanan." Keren kan? Para ilmuwan juga menyimpulkan bahwa: "peserta lomba makan profesional beresiko mengidap kegemukan, gastroparesis akut, pusing-pusing, dan muntah tak berkesudahan."

Kesimpulan penelitian itu: "Meski sangat populer, lomba balap makan adalah sejenis kebiasaan yang berbahaya."

OK, kalian mungkin bilang, dua orang yag tewas akhir pekan lalu bukan peserta lomba makan profesional. Tapi faktanya, tersedak adalah resiko yang dihadapi siapapun yang ikut lomba balap makan. Laporan Injury Fact 2017 menunjukan tersedak adalah penyebab nomor 4 kematian akibat kecelakaan—dan seringnya ini terjadi dalam kontes balap makan. Awal bulan ini, seorang mahasiswa berumur 23 tahun tahun dari Korea Selatan ditemukan tewas di wc kios makan di sebuah resort rekreasi setelah menjadi peserta lomba makan pie dan ramen. Bahkan, data menunjukkan bahwa jumlah orang yang tewas tidaklah sedikit.

Jadi, meski lomba makan terlihat sebagai kegiatan seru-seruan, ada maut yang mengintai di sana.