Artikel ini pertama kali tayang di VICE News.
Sebuah pesawat membawa 81 penumpang jatuh di wilayah Kolombia, Senin (28/11) malam waktu setempat. Kepolisian Kolombia memastikan hanya lima orang penumpang selamat. Pesawat nahas itu mengangkut nyaris seluruh anggota klub sepak bola Chapecoense dari Brasil.
Penumpang pesawat carteran terdiri atas 71 penumpang dan sembilan awak. Selain anggota klub Chapecoense dan personel manajemen klub, belasan jurnalis turut serta dalam penerbangan ini. Pesawat itu jatuh dekat kota Cerro Gordo, Kolombia, sekitar 30 kilometer dari Kota Medellin. Di kota tujuan itu, Chapecoense—sebuah klub kecil yang menjadi kejutan di liga profesional Brasil—dijadwalkan melawan tuan rumah Atletico Nacional dalam leg pertama gelaran final Copa Sudamericana (setara Liga Eropa di kompetisi UEFA) para Rabu (30/11) waktu setempat. Akibat insiden ini, laga final ditunda. Manajemen Atletico Nacional meminta gelar juara kehormatan diberikan kepada Chapecoense.
Kepala Kepolisian Medellin, José Acevedo, dalam keterangan kepada para wartawan mengatakan awalnya ada 6 korban selamat yang berhasil dievakuasi dari reruntuhan pesawat. Namun, salah satu korban menghembuskan nafas terakhir di rumah sakit.
The @AeropuertoMDE confirms LAMIA Bolivia RJ85, registration CP-2933 has crashed near Medellin, Colombia. https://t.co/ayIDZCJVZs pic.twitter.com/GUzZcwHkwo
— Flightradar24 (@flightradar24) November 29, 2016
Surat kabar asal Inggris The Telegraph memastikan dua pemain Chapecoense, Alan Ruschel dan Marcos Danilo, termasuk korban yang berhasil diselamatkan. Sementara itu, kantor berita internasional Reuters memberi keterangan tambahan, bahwa pemain Chapecoense lainnya, Jacson Ragnar Follmann, berhasil diselamatkan. Penumpang bernama Rafael Correa Gobbato dan Ximena Suarez juga termasuk mereka yang selamat dari maut.
Otoritas penerbangan Kolombia tadi malam merilis daftar lengkap semua penumpang pesawat. Lokasi jatuhnya pesawat terletak di daerah pegunungan. Buruknya cuaca membuat lokasi jatuhnya pesawat hanya bisa diakses lewat jalan darat, memperlambat proses evakuasi. Kemarin, regu penyalamat terhalang oleh hujan lebat saat hendak melakukan evakuasi. Otoritas Penerbangan Kolombia menyatakan pesawat carteran milik maskapai Lamia dari Bolivia itumengirim sinyal darurat spukul 10 pagi waktu setempat. Dalam penyataan tersebut sekaligus disebutkan, kemungkinan besar kecelakaan disebabkan oleh kerusakaan sistem kelistrikan pesawat.
Todo nuestro apoyo y solidaridad con las víctimas del accidente aéreo en Antioquia pic.twitter.com/YjJsbPCxTK
— BG. José G. Acevedo (@PoliciaMedellin) November 29, 2016
Pesawat jenis British Aerospace 146 yang jatuh beroperasi sejak 1999. Pesawat ini terbang dari kawasan selatan Brasil, namun sempat singgah di Bolivia, sebelum melanjutkan penerbangan ke Medellin.
Jogadores desolados no vestiário da Chapecoense pic.twitter.com/SsulnjhJ0z
— DC Esportes (@esportesdc) November 29, 2016
Klub Chapecoense mengeluarkan pernyataan pendek terkait kecelakaan ini lewat akun Facebook mereka: "Semoga Tuhan menyertai atlet, para official klub, jurnalis, dan tamu lain yang ikut serta dalam delegasi Chapecoense." Asosiasi Sepak Bola Brazil melalui pernyataan resmi juga mengatakan turut berduka cita atas kecelakaan yang menimpa semua awak dan penumpang pesawat. Duka cita menyebar di kalangan pecinta sepakbola dunia. Bintang sepakbola Inggris Wayne Rooney berbela sungkawa lewat Twitter.
Akun resmi klub mulai dari Real Madrid hingga Liverpool juga mengucapkan duka cita pada para keluarga besar Chapecoense. Chapecoense baru pertama kalinya bisa meraih prestasi besar, dengan lolos final Copa Sudamericana. Insiden tragis ini merenggut seluruh tim terbaik Chapecoense sepanjang sejarah berdirinya klub. Tragedi di Kolombia ini mengingatkan pecinta sepakbola pada kecelakaan pesawat serupa yang pernah menimpa klub Torino pada 1949 dan Manchester United pada 1958.
Wali Kota Medellin Federico Gutierrez saat diwawancarai kepada Blu Radio menyebut kecelakaan ini sebagai "tragedi berskala besar." Sementara itu Presiden Brasil Michel Temer mengucapkan belasungkawa serta menetapkan hari berkabung nasional selama tiga hari. Melalui unggahan akun Twitter resminya, Temer berjanji semaksimal mungkin akan membantu korban dan keluarga jatuhnya pesawat yang ditinggalkan.
