Tekno

Wajah Donald Trump Diubah Menjadi Hamburger Menggiurkan

Buat kalian yang muak melihat wajah Trump di Internet, kini sudah ada ekstensi di Google Chrome sebagai solusinya!
14.11.16
Screenshot Google Images.

Artikel ini pertama kali tayang di MUNCHIES.

Sama seperti saya, anda mungkin sempat berharap setelah perhelatan pemilu Amerika Serikat tuntas, kita semua tidak perlu melihat tampang Donald Trump lagi. Semoga Trump, beserta tangannya yang mungil, dan rambutnya yang terlihat seperti tumpukan jerami tertiup angin puting beliung, menghilang dan mengunci diri di sebuah tempat sesuai dengan seleranya—penuh benda-benda berlapiskan emas dan gorden sutra mahal. Sayangnya, Gedung Putih ternyata yang menjadi tempat kediamannya sekarang. Apa iya selama empat tahun ke depan kita harus melihat muka Trump, yang warnanya engga jauh beda dengan bola chiki rasa keju?

Iklan

Pemilik Mr.Burger, sebuah waralaba truk makanan dari Australia menciptakan sebuah ekstensi bagi pengguna browser Google Chrome yang muak melihat wajah Donald Trump di mana-mana. Ekstensi diberi nama 'Make Trump Burger Again' ini nantinya otomatis mengganti setiap wajah Donald Trump yang nongol di layar komputer anda ketika sedang mengakses Internet, dengan foto cheeseburger menggiurkan.

"Idenya muncul ketika saya sedang ngopi," kata manajer pemasaran Mr.Burger, Maleik Edwards, ke BT.com. "Banyaknya berita negatif dalam beberapa hari terakhir ini membuat kami depresi. Kami ingin menciptakan sesuatu yang menyenangkan, ringan, sekaligus nakal agar orang-orang terhibur."

Mengganti muka Trump dengan hamburger memang ide brilian. Lagian, kalau dipikir-pikir, pengalaman politik sebuah hamburger dan pengalaman politik Donald Trump hampir sama: nol. Jadi ya sah-sah saja.

Ini bukan pertama kalinya sebuah restoran cepat saji berskala internasional mengejek Trump. Awal tahun ini, waralaba hamburger asal Afrika Selatan bernama RocoRamas menyajikan menu hamburger baru yang disebut The Donald. Keterangan burger ini bertuliskan "Double the bull" (dobel tenaga kerbau) dan "no guacamole or anything sounding Mexican" (gak pake guacamole atau apapun yang berbau Meksiko). Restoran Australia, Burger Urge, tak ketinggalan menawarkan menu hamburger Donald Trump: disajikan dengan "kentang goreng yang menyerupai rambut palsu Trump."

Pada tahun 2002, Trump sempat muncul dalam pariwara televisi McDonald. Di iklan itu, dia terlihat sedang menginterogasi Grimace tentang bagaimana mantapnya menu Big N'Tasty milik McDonald. "Bareng-bareng, kita bisa menguasai kota ini," kata Trump ke Grimace di iklan tersebut. Saya tidak akan heran bila makhluk berwarna ungu itu masuk ke jajaran kabinet presiden AS yang wajahnya berwarna oranye.

Moga-moga saja ekstensi Chrome bisa bertahan selama empat tahun ke depan, yang harus kita lalui bersama wajah Trump.