Kami Nongkrong Dengan Tim Sepakbola Meksiko yang Beranggotakan Orang-Orang Diamputasi
Foto oleh Benedicte Desrus
Esai Foto

Kami Nongkrong Dengan Tim Sepakbola Meksiko yang Beranggotakan Orang-Orang Diamputasi

Di sebuah kota yang tidak ramah bagi para penyandang disabilitas, para anggota Guerreros Aztecas melakukan yang terbaik dalam kehidupan yang keras.
3.8.18

Baruch benci pijat kaki. Dia menampar sofa, meronta, tertawa, dan mengerang. Ibunya Rosa Margarita mendengarnya tetapi tidak akan berhenti memijat kulitnya.

Baruch mengerang, seringai lebar terlihat di wajahnya. “Ini sakit banget.”

Melalui jendela saya melihat: pagi biru ozon di atas distrik luas Iztapalapa di bagian selatan Mexico City. Biarpun berukuran besar, Iztapalapa masih memiliki detak jantung komunitas (barrio) setempat yang bisa kita rasakan di setiap sudut beton wilayah tersebut. Pemilik kios main mata dengan pelanggan di pasar yang redup dan lembab. Laki-laki lansia menonton versi baru dari diri mereka yang lebih muda, berjalan di trotoar yang retak.

Iklan

Dua tahun lalu, kaki kiri Baruch diamputasi untuk menghentikan penyebaran tumor ganas.

“Tidak ada yang berubah ketika mereka mengamputasi kaki saya,” kata Baruch dari balik kacamata hipster berbingkai tebal. “Lagipula kaki kananku lebih baik.”

Dia tidak bermain sepak bola selama setahun. Kemudian ibunya mengetahui tentang Guerreros Aztecas, sebuah tim sepak bola beranggotakan orang-orang yang diamputasi. Dibuat setahun lalu oleh lima pemain yang diamputasi, tim yang mengelola sukarelawan ini sekarang memiliki skuad dua puluh tiga.

“Dia membutuhkannya,” kata Rosa Margarita. “Los cuates adalah saudara-saudaranya.”

Saat menghadiri sesi pelatihan Guerreros Aztecas terlihat jelas kehangatan di balik lelucon brutal bahwa rekan tim saling membutuhkan. Orang-orang yang diamputasi adalah salah satu populasi paling rentan di Mexico City. Hanya 25 persen laki-laki usia kerja yang kehilangan anggota tubuhnya bisa ditemukan sedang menimba ilmu atau bekerja. Setiap tahun, 1.500 laki-laki yang diamputasi terpaksa keluar dari pekerjaan.

Kisah-kisah rekan setim Baruch mencerminkan ekonomi buas Meksiko. Gelandang Victor Hugo adalah sopir bus sampai suatu hari sopir yang digantikannya memukulinya sampai babak belur. Dia kehilangan satu kaki dan belum memiliki pekerjaan sejak itu. “Konstruksi, transportasi, pekerjaan pabrik—mereka bahkan tidak akan memandangmu jika kamu diamputasi.”

Baruch Alejandro Anleu Ramirez, 18 tahun, menggunakan tongkatnya untuk melakukan tendangan voli selama pelatihan di Mexico City, Meksiko pada 26 Juni 2014. Baruch adalah kapten Guerreros Aztecas. Dua tahun lalu, kaki kirinya diamputasi karena kanker tulang. Dia terbiasa berlatih sebanyak yang diizinkan selama kemoterapi. Diusir dari sekolah karena melewatkan terlalu banyak kelas selama perawatannya, dia berkata, “Klub Guerreros Aztecas telah mengisi lubang besar dalam hidupku”

Pemain dari Guerreros Aztecas, lari di lapangan sebelum pelatihan di Mexico City, Meksiko pada 31 Juli 2014.

Jose Luis Almaraz Mendoza (kiri) dan Martin Alvarez Olvera, keduanya pemain dari Guerreros Aztecas, sedang ganti baju sebelum latihan. Jose Luis, 32 tahun, sedang mencuci jendela rumahnya ketika dia jatuh dari ketinggian 3 meter dan kehilangan kaki kanannya. Martin, 49 tahun, kehilangan lengan kirinya karena penyakit saraf. Dia adalah penjaga gawang tim dan saat ini sedang menganggur.

Almaraz Mendoza (kiri) dan Osman Cristobal González Ruiz, keduanya pemain dari Guerreros Aztecas, melakukan sit-up. Osman, 31 tahun, kehilangan kaki kirinya dalam kecelakaan listrik di tempat kerja ketika dia berusia 23 tahun.

Bek A Guerreros Aztecas membuang bola dalam pertandingan melawan León.

Pemain dari Guerreros Aztecas berpose untuk foto grup dengan pegulat lucha libre setelah pertandingan.

Dukungan rekan-rekan setim untuk Baruch.

Pemain dari Guerreros Aztecas merayakan ulang tahun pertama tim dengan keluarga, teman, dan makanan.

Rodrigo Fernandez Loya melakukan pull-up di tangga di halaman belakang rumahnya di Mexico City. Rodrigo, 25 tahun, kehilangan kaki kirinya pada tahun 2012 ketika dia menyelamatkan seorang perempuan dari kereta yang bergerak mundur. Terlibat dalam geng lokal sampai kecelakaannya, ia mengatakan bahwa disiplin diri yang telah ia kembangkan selama waktunya bersama Guerreros Aztecas telah membantunya mengubah hidupnya.

Baruch di kamar tidurnya di rumahnya, di Iztapalapa.

Pemain dari Guerreros Aztecas nongkrong sebelum dimulainya pelatihan.

Salvador Avendaño Vasquez, pemain dari Guerreros Aztecas, mengontrol bola dalam pertandingan sepak bola dengan Los Dragones di Mexico City. Avendaño Vasquez, 25 tahun, kehilangan kaki kirinya dalam kecelakaan mobil pada Mei 2010. Ia bergabung dengan tim pada tahun 2012. Sebelum kecelakaannya, ia menjual buah dan sayuran. Dia sekarang menjalankan kios jalanan.

Fernandez Loya (tengah) selama pertandingan di Deportivo Tlalli II di Talnepantla, Meksiko.

Pemain dari Guerreros Aztecas tos dengan kruk mereka bersama-sama sebelum memainkan pertandingan.

Rey David Angeles Perez, penjaga gawang Guerreros Aztecas, merentangkan tangan untuk menggagalkan upaya lawan mencetak gol dalam sesi latihan.