FYI.

This story is over 5 years old.

Pemboman

Pelaku Pemboman Bus Pemain Borussia Dortmund Ternyata Spekulator Saham

Dia ingin saham klub Bundesliga itu anjlok, untuk dijual kembali ketika harganya naik.
Foto utama Christoph Schmidt/picture-alliance/dpa/AP Images

Artikel ini pertama kali tayang di VICE News.

Kepolisian telah berhasil menangkap tersangka pemboman bus mengangkut atlet klub Borussia Dortmund. Pelaku diidentifikasi sebagai pria 28 tahun bernama Sergej W, pemegang warga negara ganda Jerman-Rusia. Dia dicokok saat berangkat kerja oleh tim polisi khusus di Kota Tuebingen, Jumat (21/4) waktu setempat. Dari pemeriksaan awal, Sergej meletakkan tiga bom di jalur bus Borussia Dortmund melintas menjelang pertandingan Liga Champions melawan AS Monaco pada 11 April lalu. Motif utama aksi pemboman itu adalah uang. Sergej diduga kuat spekulator saham yang ingin meraih untung besar jika saham Dortmund (klub bola yang sudah menjadi perusahaan terbuka di Jerman) anjlok.

Iklan

Polisi Jerman menyatakan sehari sebelum insiden pemboman yang melukai satu pemain Dortmund itu, Sergej memesan kamar di Hotel l'Arrivee tempat para pemain menginap. Dia meminta pada manajemen hotel agar memperoleh kamar dengan jendela yang menghadap ke arah jalan raya.

Tak lama kemudian polisi menemukan bukti pelaku menempatkan opsi jual dengan harga khusus pada 15 ribu lembar saham Dortmund yang dia miliki, beberapa jam setelah insiden pemboman. Jika saham Dortmund jatuh, Sergej sudah mengikuti skema penjaminan investor khusus yang membuatnya untung besar karena dia harga saham per lembar miliknya di atas rata-rata. Aksinya tidak terlalu rapi, karena polisi segera mengendus ada yang aneh, ketika tamu hotel mengakses internet menggunakan IP Address l'Arrivee untuk melakukan transaksi saham.

Atas kejahatannya, Sergej dituntut dengan pasal berlapis, mulai dari upaya pembunuhan, penganiayaan menyebabkan orang lain terluka, kepemilikan bahan peledak ilegal, serta pasal pidana melakukan pemboman di ruang publik.

Pada saat kejadian, bus baru berangkat stadion lokasi pertandingan melawan AS Monaco. Tiga bom berlapis metal itu meledak, memecahkan kaca bus serta melukai lengan bek Dortmund asal Spanyol, Marc Bartra. Media Jerman sempat mengira insiden ini terkait terorisme, karena ditemukan surat-surat di sekitar lokasi TKP pemboman menyebut kejayaan Kekhalifahan Islam serta meneruskan perjuangan simpatisan ISIS yang menyerang pasar di Kota Berlin pada malam Natal. Penyidik Jerman menemukan bukti jika Sergej menulis sendiri surat-surat itu untuk menyesatkan polisi.

Surat kabar Jerman, Bild, menyatakan petugas hotel turut mencurigai tindak-tanduk Sergej pada saat pemboman. Ketika tamu lain panik, dia justru tampak gembira dan memesan steak di restoran hotel. Pihak bank langsung mengabari polisi ketika ada nasabah memasang skema penjaminan saham hanya beberapa jam setelah terjadi pemboman terhadap Dortmund. Klub yang bermarkas di Stadion Signal Iduna Park itu adalah satu-satunya klub Bundesliga yang sahamnya beredar di bursa saham.