10 Pertanyaan

10 Pertanyaan Penting yang Ingin Kalian Ketahui dari Dokter Bedah Plastik

Mulai dari apakah implan payudara itu aman, serta pendapat mereka tentang standar kecantikan masa kini.
3.2.17

Artikel ini pertama kali tayang di VICE Canada.

Tahun 2016 adalah waktunya mewujudkan segala angan-angan, setidaknya begitu kata Kylie Jenner. Saya setuju banget. 2016 adalah tahun ketika semakin banyak dari kita tak henti-hentinya membandingkan penampilan fisik dengan model-model Instagram dan para pesohor yang rutin disorot media massa. Sepanjang 2016, kita semakin mudah mengakses standar kecantikan orang lain berkat media sosial. Setiap kali mengamati tingkah polah pesohor, kita ujung-ujungnya cuma sanggup mengelus dada. Kita tak punya cukup uang, untuk misalnya, ikut-ikutan membeli mobil Range Rover, memakai gelang yang harganya setara apartemen di Pantai Indah Kapuk, atau membuang-buang uang melakukan suntik bibir berkala serta beragam operasi plastik lainnya. Dalam kondisi bingung mengikuti perkembangan metode mempercantik diri yang aneh dan mahal itu, ada masanya saya muak mencoba mengikuti usaha mempercantik diri seperti dilakukan para pesohor. Namun, laiknya jutaan perempuan lain di luar sana, saya pernah benar-benar tertarik mencoba "sedikit" operasi plastik. Sayangnya, saya di detik-detik akhir gentar melakukannya karena teringat cerita seram tentang operasi plastik yang berakhir berantakan.

Iklan

Menurut SELF Magazine, permintaan lip augmentation ailas prosedur penebalan bibir, naik 43 persen sejak tahun 2000. Sepanjang 2015 saja, upaya memperindah bentuk bibir lewat operasi plastik dilakuan hampir setiap 20 menit sekali di seluruh dunia.
   
Untuk memahami alasan di balik semakin populernya operasi plastik, saya menemui Dr. Martin Jugenburg, pria di balik akun instragram realdrsix. Jugenburg bekerja untuk Toronto Cosmetic Surgery Institute. Dia pernah muncul dalam acara infotainment etalk. Situs RateMD mendapuk Jugenburg sebagai salah satu dokter bedah plastik terbaik di Toronto, kalau bukan Kanada. Dengan reputasi gemilang seperti ini, sepertinya aman mengatakan bahwa Jugenburg tahu banyak tentang operasi plastik. Berikut 10 pertanyaan penting yang saya tanyakan padanya tentang seluk beluk operasi plastik, pendapatnya soal oplas Keluarga Kardashian, serta mendalami apa sih sebetulnya ide kecantikan yang ideal di mata dokter bedah plastik.

VICE: Pernah bertemu orang yang sangat jelek dan anda tak bisa mempercantiknya lewat operasi plastik?
Dr. Jugenburg: Tidak pernah, sejujurnya istilah "mempercantik orang yang sangat jelek" adalah ide yang digagas tayangan reality show. Dan kamu tahu kan, reality show itu dibuat agar orang kaget. Kasus di reality show juga tidak benar-benar nyata.

Sebagai dokter bedah plastik, apakah anda menilai penampilan orang anda temui di jalan?
Tidak, saya tidak pernah menilai penampilan orang yang saya temui di jalan. Sebagai seorang dokter bedah plastik, kadang tanpa sadar saya menerka kira-kira bedah plastik macam apa yang bisa dilakukan seseorang. Tapi, ya itu bukan hal pertama yang terlintas dalam pikiran saya.

Iklan

Berapa ukuran implan payudara terbesar yang penah anda pasang di tubuh orang?
Besar, besar sekali. Volumenya 800cc. Belum lagi saya masih menyuntikkan saline ke dalamnya (sebagai catatan, 800cc terhitung sangat besar. Jadi, ukuran payudara ini memang besar)

Anda pasti paham kalau pesohor macam Kylie Jenner atau keluarga Kardashian sangat populer di media sosial. Sepengalaman anda, banyak tidak perempuan yang datang dengan tujuan ingin punya penampilan seperti mereka?
Oke, saya mulai dari keluar Kardashian. Menurut saya, mereka adalah keluarga pesohor yang luar biasa. Saya selalu terpukau dengan cara mereka mengubah badan dengan metode counturing alami. Jadi, saya dan pasien memang banyak membahas keluarga Kardashian. Saya juga sering membahas di Snapchat tentang betapa tidak realistisnya standar yang dibuat oleh keluarga Kardashian.  Tapi tidak semua orang berusaha menjadi seperti mereka lewat operasi plastik. Kamu lihat model-model yang ada di Instagram. Banyak dari mereka yang menaruh fotonya di Instagram, yang kerap saya komentari miring. Kita tak pernah benar-benar tahu apakah lighting, atau pose yang mereka pilih atau bahkan photoshop yang membuat mereka terlihat seperti itu.

Media sosial bisa punya efek negatif, dampak buruknya juga saya rasakan sebagai dokter bedah plastik. Saya berusaha mengedukasi orang bahwa yang mereka lihat di media sosial itu kadang tidak normal, itulah kenapa saya mulai menggunakan snapchat. Saya mencoba menunjukkan apa yang normal dan apa yang tidak dari operasi plastik. Dengan demikian, pasien bisa tahu prosedur bedah plastik sesungguhnya. Kalau ada pasien yang belum akrab dengan hasil kerja saya sebelumnya, saya minta mereka mencari nama saya di media sosial sehingga mereka tahu apa yang bisa aku lakukan. Intinya, saya suka keluarga Kardashian. Khusus untuk Kim Kardashian, saya sekalian titip pesan lewat artikel ini ya: terima kasih telah mengirim banyak pasien yang ingin melakukan pembesaran pantat, alias Brazillian Butt Lifts, ke klinik saya. Terima kasih lho sis.

Iklan

Kadang-kadang saya harus menjelaskan pada pasien apa yang bisa saya lakukan dan apa yang mustahil dilakukan dokter bedah plastik. Kadang, saya juga menjelaskan bagaimana idealnya bentuk awal tubuh mereka jika mereka ingin melakukan Brazilian butt lift. Sebab hasilnya akan sulit sempurna seperti Kim Kardashian. Tapi tetap saja Kim, terima kasih ya. Kim itu teman baik. Semua pasien datang ke klinik saya berkat referensi darinya.

Anda sering menggunakan Snapchat. Apakah media sosial bisa membantu anda merekam semua prosedur agar proses bisa dipahami calon pasien? Apa mereka jadi paham bahwa hasil akhir oplas belum tentu sesuai dengan standar kecantikan yang mereka dambakan?
Menurut saya media sosial bisa menunjukkan seperti apa proses bedah plastik sesungguhnya berjalan. Kalau pasien belum melihatnya, saya selalu minta mereka mencari nama saya di media sosial, jadi mereka memahami apa yang sebenarnya saya kerjakan.

Anda bakal menuruti bila ada pasien minta operasi plastik aneh-aneh sekedar untuk pamer?
Tentu saja. Menolaknya adalah hal yang bodoh. Bedah plastik adalah proses bedah yang bersifat korektif. Anak-anak misalnya menjalan otoplasy. Dalam benak saya, kenapa seorang anak harus menahan ledekan selama SD atau SMP gara-gara telinganya yang aneh. Padahal hanya dengan menjalani otoplasty—sebuah prosedur yang sederhana—mereka bisa bebas dari ejekan. Kompromi bodoh adalah mereka yang diam saja di-bully dan menerima begitu saja bentuk tubuh mereka. Kenapa sih kita harus repot, jika otoplasty yang prosesnya cepat bisa menyelesaian semua masalah akibat fisik kita.

Kecantikan ideal itu seperti apa sih menurut dokter bedah plastik?
Kecantikan ideal ditentukan oleh patung-patung Yunani seperti Venus, dan segalannya adalah soal proporsi. Kecantikan kini telah terdistorsi, menurut saya. Ada konsep yang dinamakan Golden Ratio dan itu adalah persamaan matematis untuk kecantikan—bagaimana hal-hal yang dianggap cantik memiliki pola-pola tertentu. Oleh karena itu, hari ini, konsep kecantikan sudah sangat berbeda. Kalau kamu lihat di Instagram, keluarga Kardashian, Nicki Minaj, mereka tidak pas dengan Golden Ratio. Yang menyeramkan bagi orang-orang seperti saya adalah ketika masyarakat malah menganggap mereka cantik? Serius deh, tubuh mereka tuh tidak proporsional. Ketika kamu tidak proporsional, kelihatannya jadi grotesque (seram-red). Tapi kini citra grotesque dianggap normal. Kecantikan adalah apa yang kita amati di sekeliling kita. Karena banyak selebriti pamer lewat medsos, orang jadi menganggap hal itu lumrah. Pernah ada pasien datang dan bilang, "Saya ingin kamu melakukan operasi pembesaran payudara yang alami," lalu dia mengeluarkan foto Victoria Beckham. Kamu pernah lihat payudara Victoria Beckham? Payudara dia tuh jelas tidak natural. Sekarang saya sudah belajar, ketika orang bilang mereka pengin sesuatu yang natural, saya harus bertanya apa dulu referensi "natural" menurut mereka. Mengapa anda tidak menyarankan prosedur bedah plastik yang lebih murah di Mexico City?
Kalau kamu mencari operasi plastik yang murah, kamu akan mendapatkan hasil yang "murah" pula. Sesederhana itu. Permasalahan dengan turisme medis bidang oplas yang ditawarkan beberapa negara bukan karena skill dokter-dokternya yang kurang bagus. Saya tidak bisa bilang dokter bedah plastik terbaik tinggal di Kanada. Itu konyol. Ada dokter-dokter bagus di Brasil, Cina, Jerman, di mana-mana. Permasalahannya adalah kamu akan menjalani sesuatu yang kamu tidak kuasai, kamu tidak tahu kondisi suatu kota atau tempat. Jadi kalau kamu mau operasi plastik di Karibia, kamu bisa saja menghadapi hal-hal yang tidak dianggap lazim di Kanada—atau sebaliknya. Standar perawatan yang kami punya di Kanada, berbeda dari provinsi-provinsi lain, antara Kanada dan AS, antara Kanada dan Karibia. Jadi kalau kamu ke sana dan ketemu dokter, tempat klinik, kamu mengira semuanya baik-baik saja. Padahal, bisa jadi tidak. Misalnya, kamu menemukan dokter spesialis operasi plastik di Karibia, dan terjadi kesalahan pada prosedurnya. Lalu kamu dilarikan ke rumah sakit. Apa kamu mau dirawat di rumah sakit lokal di sana, padahal rumah sakit langgananmu ada di sini?  Saya pernah ketemu pasien yang telah menjalani prosedur pembesaran payudara di Ukraina. Si dokter menyuntikkan substansi asing ke dalam payudaranya, yang pada akhirnya harus saya amputasi. Hal itu ilegal di Kanada. Dia adalah dokteryang  tersertifikasi di negara lain. Di negaranya, prosedur tersebut normal dan diperbolehkan. Ada pula aspek hukum-medis yang canggung untuk dibicarakan karena berbeda-beda setiap negara. Kalau di Kanada, ada semacam lembaga negara yang mengawasi, jadi dokter-dokter mesti memastikan semua prosedur berjalan baik. Ketika tidak ada standar yang sama di negara lain, ya dokter-dokternya tidak peduli sama kamu. Kalau ada sesuatu yang salah, dokter-dokter tidak peduli soal bolak-balik memperbaikinya. Mereka tidak khawatir soal tuntutan tindakan malapraktik. Jadi sebaiknya jalani operasi plastik di negara tempat tinggal kalian. Jangan tertarik pergi oplas ke negara lain yang standar pelayanan medisnya berbeda dari yang kalian pahami. Sebagai seorang dokter, anda harus memberi tahu kekurangan fisik mereka. Lalu anda memberikan janji dan perawatan untuk membangun ulang tubuh mereka menjadi lebih cantik. Apakah menurut anda…
Sori ya, pertanyaanmu saya potong. Tidak begitu. Jadi ketika orang datang ke saya, mereka selalu datang dengan masalah. Saya tidak akan memberi tahu bahwa mereka punya kekurangan fisik di sini, di sana, dan sebagainya. Jika mereka bertanya, "Apa lagi yang bisa saya lakukan?" Jawaban saya adalah, "Saya bisa melakukan banyak hal, tapi apa aspek penampilan yang menganggumu?" Saya bisa saja menyuruh mereka menjalani beberapa prosedur oplas, toh mereka akan menurut. Rapi saya tidak akan melakukannya; Saya tidak akan mengubah pasien menjadi seseorang yang saya anggap cantik. Saya ingin membantumu memperbaiki hal-hal yang mengganggu. Jadi, mungkin ada dokter bedah plastik lain melakukan yang kamu bilang, menjanjikan sesuatu pada pasien. Sementara saya tidak pernah bilang ke orang-orang, apa itu standar cantik dan jelek. Saya sering melakukan prosedur pembesaran payudara dan para pasien bertanya pada saya, ukuran yang bagus tuh berapa. Lebih baik sebesar ini, atau kurang dari ini? Saya suka yang mana? Saya bilang ke mereka, tidak penting saya suka yang kayak gimana. Sebab kamulah yang nantinya akan bercermin, kamulah yang harus bahagia. Jadi pilih ukuran yang kamu suka. Apa orang-orang yang datang ke sini berharap "diperbaiki" karena mereka tidak percaya diri? Apakah oplas selalu dipicu masalah kepercayaan diri?
Kami tidak membahas soal kepercayaan diri pasien. Soalnya menurut saya sebagian besar pasien saya tidak punya permasalahan kepercayaan diri. Tidak ada kok pasien yang datang ke sini dan bilang "Jadi, Dok, saya merasa wajah dan tubuh saya jelek sekali. Saya depresi, saya mau merasa lebih baik." Ada sesekali pasien yang bilang begitu, saya mencoba mengajak mereka berdiskusi. Saya akan bilang, "Gini ya, saya bisa mengubah tubuhmu. Tapi saya tidak bisa mengubah pikiranmu. Jadi kalau kamu punya permasalahan psikologis, kamu datang ke dokter yang salah. Saya bukan ahli bedah psikologis. Saya bisa mengubah bentuk tubuh, tapi saya tidak bisa mengubah caramu memandang diri sendiri." Follow Dr. Jugenberg di Snapchat: @realdrsix

Follow Ankanaa Chowdhury di  Twitter .