Seks

Di Internet, Ada yang Jual 'Pussy Mask': Masker Beraroma Vagina

Seorang penjual menyelipkan masker ke dalam vagina atau anus seharian penuh sebelum dijual. Ini target pembelinya siapa dah?
9.2.21
Masker dengan bekas lipstik
Foto ilustrasi: Getty Images 

Masker sangat efektif melindungi diri sendiri dan orang-orang di sekitar kita dari penyakit, khususnya selama pandemi. Tapi tidak bisa dipungkiri, mengenakan masker tidak nyaman sama sekali. Kita sulit bernapas lega dan gampang jerawatan. Kacamata juga berembun akibat embusan napas.

Iklan

Namun, bagi segelintir orang, masker dapat memuaskan hasrat terdalam. Beberapa rela merogoh kocek untuk beli masker mahal yang mengeluarkan aroma kaki atau kemaluan perempuan.

“Bayangkan kalian menikmati aromaku sambil belanja di supermarket,” bunyi iklan di situs jual-beli celana dalam bekas, Snifffr. “Saya bisa bikin masker terasa lebih nikmat!”

Cat sudah hampir setahun berjualan celana dalam, kaus kaki dan masker bekas di situs tersebut. “Orang sepertinya menyukai [masker] ini karena bisa memuaskan fetish di tempat umum. Hanya mereka yang tahu rahasianya, sehingga lebih berisiko dan menyenangkan,” tuturnya. “Saya pribadi senang mengetahui masker yang diselipkan ke celana dalam atau sepatuku dipakai orang lain.”

Posisi masker diselipkan akan menentukan mahal tidaknya produk itu. Selain di celana dalam atau kaki, pembeli juga bisa memilih untuk dimasukkan ke dalam bra atau dipakaikan ke wajah penjual. Di Snifffr sendiri, harga masker bekas berkisar antara US$5-US$250 (Rp70.000-3.500.000), tapi rata-rata dijual US$15 (Rp210 ribu). Meski yang paling banyak dijual adalah masker bedah sekali pakai, tak sedikit juga yang mengiklankan masker kain dengan berbagai motif dan desain.

Masker bedah tiga lapis mampu mencegah aroma yang keluar masuk, sehingga tak ada satu orang pun yang tahu pengguna sedang menghirup apa di balik masker. “Bekas di satu sisi biasanya tidak akan terlihat seluruhnya,” Laceysniffs, penjual masker bekas di Reddit, memberi tahu VICE. 

Iklan

Laceysniffs mulai berjualan masker beberapa bulan lalu sesuai permintaan pelanggan. Dia telah menjual empat masker beraroma sejauh ini (“dua masker bau kencing, satu bau pantat, satu bau kaki”). Jika pelanggan membeli banyak barang darinya, dia akan menggratiskan satu masker bekas. Masker yang diselipkan di selangkangan atau kaki seharian penuh dibanderol lima dolar. Sementara itu, harga masker yang telah dikencingi dan dikeringkan tiga kali yaitu 10 dolar (Rp140 ribu).

Sidney77 menjual masker di Reddit sejak Maret lalu. “Saya ingin menawarkan hal baru dan menarik yang membuat orang bahagia di masa-masa sulit,” ungkapnya. Menurut dia, orang yang tidak beli pun menyukai ide ini. Sidney77 memasang harga 20 dolar (Rp280 ribu) untuk pembelian pertama, sedangkan pembelian selanjutnya dihargai lima dolar saja. Pelanggan akan mendapatkan satu set foto dirinya. Kira-kira sudah 10-20 masker yang laku terjual.

Kedekatan dengan bagian intim seseorang menjadi daya tarik pussy mask. Kalian bisa mencium aroma khasnya tanpa perlu malu ketahuan orang lain.

“Kebanyakan pelangganku punya fetish aroma tubuh. Bagi mereka, menghirup aroma saya erat-erat di wajah sangat erotis dan menyenangkan,” terang Laceysniffs.

Memenuhi fantasi liar di ruang publik juga menjadi alasan popularitas produk ini. Sebagaimana dikatakan Sidney77, pembeli secara tidak langsung “berbagi keintiman” dengan dirinya di tempat terbuka.

Yang perlu kalian ingat sebelum membeli adalah masker bekas tidak bagus untuk kesehatan. Virus corona bisa menular dari feses atau cairan seksual, walau akan mati dalam beberapa jam setelah menyentuh permukaan.