Musik

Produser Brilian Sukses Memadukan Lagu-Lagu Young Thug dengan Musik Bollywood

Hasilnya adalah versi remix hip-hop Bollywood yang pecah abis.
29 Mei 2020, 11:23am
Pulkit Samrat dan Young Thug
Tangkapan layar via YouTube

Benjamin Saint Fort sedang hiking di Pennsylvania ketika temannya memutar lagu film Hindi “Sanam Re”. Lagunya dimulai dengan riff gitar akustik dan cengkok yang menenangkan. “Aku kayak, ‘Wah lagu apaan, nih?! Bakalan mantep banget kalau digabung sama drill beat,’” ungkap Saint Fort.

Beberapa minggu kemudian, produser 25 tahun memotong sampel lagunya dan menciptakan drill beat. Dia lalu menambahkan panning hi-hats dan 808s slide, serta penggalan vokal dari lagu “Up to Something” Metro Boomin feat Young Thug dan Travis Scott. Dia bilang cuma butuh 30 menit untuk menciptakannya. Saint Fort yakin lagu remix-nya menyentuh hubungan antara Bollywood dan hip-hop.

Video “Sanam Re” telah ditonton lebih dari 350 juta kali di YouTube, dan aku baru mengetahuinya sekarang. Aku mengaku kepada Saint Fort, merasa enggak sah jadi orang India karena enggak tahu lagu ini. “Sanam Re” tampaknya sudah berulang kali dijadikan sampel. Saint Fort yakin pernah ada yang menggunakan loop ini sebelumnya. Lagu “Exposing Me” Memo 600 dan King Von memiliki vokal serupa.

Musik Bollywood dan hip-hop sudah saling berkaitan jauh sebelum Saint Fort menciptakan atau bahkan mendengarkan hip-hop. Dia masih ingat pernah terobsesi dengan genre metal gara-gara menonton video klip DragonForce di TV. Sejak itu, dia mulai mendengarkan Metallica, Dream Theater, Animals as Leaders dan lain-lain. Kalau enggak salah, menurutnya, Scott Storch dan Timbaland memopulerkan Bollywood dalam hip-hop pada masa itu.

Dia mengingat “Scott [Storch] memainkan segalanya dan enggak pernah menyampel” sementara “Timbo sampelnya banyak banget” lewat pesan singkat. Dentingan sitar, tabuhan tabla, atau nyanyian falsetto adalah ciri khas lagu-lagu ini. Saint Fort memberi contoh lagu “Addictive” Truth Hurts yang diproduksi DJ Quik, “Indian Flute” karya Timbaland & Magoo, dan dua lagu Beyoncé—“Baby Boy” dan “Naughty Girl”—yang diproduksi Storch.

Bollywood trap beat bukan jenis musik yang biasa diciptakan Saint Fort. Lelaki keturunan Haiti ini sering menciptakan type beat selama empat tahun terakhir. Dengan nama panggung BNYX® (dibaca Benny X), karyanya menginspirasi musisi papan atas seperti Ty Dolla $ign dan Shy Glizzy. Kepada VICE, dia mengaku bercita-cita menjadi produser musik pop. Tak hanya itu, Saint Fort suka bikin video biar bisa viral. Lagu ini hanyalah salah satu dari idenya.

Sewaktu bekerja sebagai staf konter HP pada 2017, dia melihat Travis Scott merilis lagu remix “Swang” Rae Sremmurd. Dia yakin bisa bikin yang lebih keren dari itu. Lagu ciptaan ulang BNYX® telah diputar 12,6 juta kali di SoundCloud dan ditonton jutaan kali di YouTube. Sayangnya video sudah dihapus sekarang. Walaupun Saint Fort belum punya manajer yang bisa merilis karyanya dengan benar pada saat itu, lagu tersebut berhasil mengangkat namanya ke permukaan.

Saint Fort merilis remix-nya secara cuma-cuma, supaya enggak kena pelanggaran hak cipta. Masalah ini umum terjadi ketika sampel musik Bollywood dimasukkan ke dalam hip-hop. Aftermath Records (yang merilis “Addictive”) dan Timbaland menghadapi masalah hak cipta karena menggunakan sampel Bollywood, meski hukum hak cipta India enggak sekuat di Amerika Serikat. Menariknya, musisi India juga tak jarang mencontoh musisi Amerika yang memasukkan musik India ke dalam lagunya. Misalnya seperti “Gela Gela Gela” karya Kirkland yang mirip seperti lagu penyanyi dan terdakwa penjahat seks R. Kelly “Thoia Thoing”. Situs Bollywoodcopy.com berdedikasi menunjukkan kemiripannya.

Remix Saint Fort membuatku sangat senang, karena bisa menikmati warisan budayaku (India) dan genre favorit (hip-hop) pada saat bersamaan di timeline Twitter. Ini membuktikan musisi India yang bagus bukan cuma Nav saja.

Bahagia rasanya melihat apresiasi Saint Fort terhadap musik Hindi secara umum. Ini benar-benar lucu karena biasanya aku enggak suka alunan biola cempreng dan falsetto tinggi yang khas dalam musik India. Namun, tanpa eksposur seperti ini, takkan pernah ada karya seperti ciptaan Saint Fort. Dia mengungkapkan ketertarikan dan apresiasinya terhadap musik yang enggak bisa ditemukan di tempat lain.

“Remix ini enggak akan pernah ada kalau teman-temanku dari Asia Selatan enggak memperkenalkanku dengan makanan, musik dan film khas budaya mereka 😤” ujarnya.

Artikel ini pertama kali tayang di Noisey