Motherboard

Es Seluas Dua Kali Ukuran Daratan Indonesia Mencair di Benua Antartika

Benua tertutup es di Kutub Selatan itu diprediksi ilmuwan akan selalu menyusut 5 persen setiap dekade.
08 Desember 2016, 11:02am
Lapisan es di South Shetland Antartica. Sumber gambar: NOAA/Flickr

Artikel ini pertama kali tayang di Motherboard.

Tahun 2016 memang kurang menggembirakan. Para ahli cuaca baru-baru ini menemukan data lapisan es sangat luas di Benua Antartika telah mencair. Tumpukan-tumpukan es di benua tersebut akhirnya mengalami dampak dari temperatur bumi yang semakin memanas di tahun ini.

Tumpukan es di Antarktika sebelumnya tergolong kokoh, biarpun lapisan-lapisan es di benua Arktika mencair setiap tahunnya. Namun tahun ini, para peneliti menemukan lapisan es di kutub utara dan selatan semakin mengecil. Laporan ini dikeluarkan oleh Lembaga National Snow and Ice Data Center milik Amerika Serikat di negara bagian Colorado.

Menurut lembaga tersebut, kombinasi es di Arktika dan Antarktika yang telah mencair mencapai 3,8 juta kilometer persegi lebih banyak, dibanding tingkat pencairan rata-rata dari tahun 1981-2010. Ini berarti lapisan es sebesar dua kali ukuran daratan Indonesia telah hilang.

Lembaga tersebut membeberkan bahwa lapisan es benua Antarktika telah menyusut sebanyak 2 juta kilometer persegi, dibandingkan tingkat pencairan rata-rata dari tahun 1981-2010. Namun laporan tersebut juga menyatakan bahwa apabila tingkat pembekuan kembali kontinen itu berjalan normal, setiap dekade massa es akan bertambah 0.4 persen. Benua arktika sendiri menyusut sekitar 2.3 juta kilometer persegi dan diperkirakan lapisan esnya berkurang sekitar 5 persen setiap dekade.

Tentunya ini adalah berita buruk bagi para penduduk daratan karena es yang mencair akan berkontribusi mempertinggi level air laut. Kota-kota di Amerika Serikat macam Miami, Florida dan tentunya Jakarta di Indonesia sangat rawan kebanjiran ketika air pasang naik. Mungkin tidak lama lagi kota-kota lain mesti mulai bersiap-siap membangun tembok penahan air laut atau memperbaiki sistem pembuangan air mereka.

Sebuah penelitian pada 2014 yang dilakukan oleh Union of Concerned Scientist memperkirakan belasan kota-kota pinggir laut seperti Washington D.C di AS akan mulai kebanjiran pada 2045.