dokumenter

Hidup di Antara Jasad dan Nisan: Kampung Pemakaman Filipina

VICE menyambangi komplek pemakaman kesohor di Manila. Di area Navotas tinggal 6.000 orang yang membangun perkampungan dikelilingi kuburan dan jasad.
14 Februari 2017, 8:15am

Seperti banyak negara Asia kebanyakan, Filipina mengalami perkembangan ekonomi yang pesat beberapa dekade terakhir. Setelah periode di mana hukum rimba menguasai daerah pedesaan, banyak petani dan rakyat jelata pindah ke ibukota Manila untuk mencari kehidupan yang lebih baik.

Walau begitu, kebanyakan orang-orang ini tetap menjadi kaum yang terpinggirkan. Seiring dengan lonjakan populasi, perkampungan kumuh mulai muncul di seantero Manila. Mereka yang paling terpinggirkan terpaksa tinggal di pekuburan. Konsentrasi penduduk miskin terbanyak tinggal di pekuburan Navotas.
  Satu perkampungan kumuh di tengah area Pemakaman Navotas menampung lebih dari 6.000 penduduk, dari laki-laki, perempuan, dan anak-anak. Para penghuni Navotas itu hidup di sela-sela kuburan sambil menggali tulang-tulang manusia.

Saksikan dokumenter kontributor VICE Japan itu di sini: