Saban akhir bulan kedelapan dalam kalender Myanmar, ketika Bulan berada pada fase purnama, penduduk Negara Bagian Shan menggelar Festival Tazaungdaing di Taunggyi untuk memperingati akhir musim hujan. Selama acara, mereka meluncurkan ratusan balon udara yang mengangkut kembang api.
Festival spektakuler ini dikenal sebagai salah satu pertunjukan paling aneh di dunia. Pengunjung bisa naik bianglala bertenaga manusia, mengikuti permainan karnaval aneh, dan menyaksikan sirkus binatang kejam.
Balon udara yang diterbangkan akan meledak bersama kembang api, sehingga acara ini sangat berbahaya. Pada 2014, empat orang tewas dan 12 lainnya luka-luka selama perayaan.
Kontributor VICE di Myanmar merangkum momen menakjubkan dari festival paling indah dan berbahaya di dunia.
Penjual mainan duduk menunggu pembeli sambil menggendong anaknya.

Balon udara berisi kembang api mulai terbang.
A team of balloon builders celebrate the successful ascension of their town's balloon.
Tim perakit balon udara merayakan balon mereka yang berhasil terbang.
A group prepares to attach a tail of candles to a balloon.
Lelaki memeriksa kembang api yang akan digunakan sebagai undercarriage balon udara.
Sekelompok lelaki memanaskan balon udara menggunakan obor.
A fireman watches as a misfired balloon hovers dangerously over a truck.
Truk pemadam kebakaran menyiramkan air ke arah balon yang gagal terbang.
Penonton menikmati kembang api yang meledak dari balon udara.
Seorang wartawan meliput kembang api yang meledak di darat.
Ibu menggandeng anaknya sambil menyaksikan kembang api.
Sekelompok lelaki memanjat bianglala yang beroperasi manual. Bianglala itu ditenagai berat badan mereka.
Philip Heijmans adalah jurnalis lepas yang bermukim di Kota Yangon, Myanmar.
Artikel ini pertama kali tayang di VICE Magazine