Lomba Makan

Takut Pesertanya Kentut-Kentut, Panitia Kejuaraan Makan Pie Sejagat Pakai Daging Ayam

"Kami sengaja menjauhi daging merah tahun ini karena alasan kesahatan dan agar terhindar dari masalah gas metana," kata Tony Callaghan, ketua panitia Kejuaraan Makan Pie Sejagat
18 Desember 2018, 6:00am
meat pie
Foto: Getty Images

Bulan lalu, lelaki 33 tahun asal Wales bernama Gerwyn Price menjadi kampiun Grand Slam of Darts. Dia menyingkirkan lawannya Gary Anderson (47) dengan skor 16-13. Sayangnya, meski nama Price akan selamanya tercatat dalam sejarah olahraga lempar dart, kontes tahun ini selamanya tak dikenang karena kegemilangannya menang setelah jauh tertinggal, tapi lebih karena salah satu pertandingan sebelum final saat lawan Anderson menuduhnya ketut saat berlomba.

Pertandingan yang dimaksud adalah ketika Anderson mengalahkan Wesley Harms dengan skor telak 10-2. Akan tetapi, Harms mengklaim dia kalah lantaran mencium “bau sedap “ dari arah Anderson. Lelaki asal Skotlandia itu menampik tuduhan tersebut. Sebaliknya, dia juga mengaku hidungnya mengendus bau “telur busuk” dan berasumsi bau itu datang dari arah Harms. “Sodok saja pantatku dengan jarimu, kamu enggak akan mencium bau apapun,” kata Anderson kepada jurnalis dari RTL7 (Panitia kompetisi sepertinya percaya-percaya saja apa yang dikatakan Anderson. Mungkin mereka enggak mau membuktikannya sendiri. Dan, FYI, Price emoh berjabat tangan dengan Anderson setelah dinyatakan sebagai kampiun. Mungkin, dia malas membayangkan kalau jari-jari lawannya baru saja berkunjung ke lubang pantat).

Beberapa minggu setelah kasus skandal kentut ini—jelas, insiden ini bakal dijuluki Fartgate, emang ada namanya yang lebih pantas lagi gitu?—panitia sebuah lomba di Inggris memutuskan untuk mengubah salah aspek mendasar kontes yang mereka selenggarakan akan insiden kentut macam ini tak terjadi. Tony Callaghan, pemilik Harry’s Bar di kawasan Wigan, Inggris, memutuskan bahwa dirinya ogah mengambil risiko dalam penyelengaraan World Pie Eating Championships alias Kejuaraan Dunia Makan Pie pekan depan. Makanya, dia mengganti bahan pie tradisional dengan bahan-bahan yang tak bikin pesertanya kentut-kentut.

Seperti yang diberitakan The Mirror, para peserta kejuaraan makan pie sekolong jagat akan melahap pie dari daging ayam, alih-alih pie tradisional yang terbuat dari daging dan kentang seperti tahun lalu. “Kami sengaja menjauhi daging merah tahun ini karena alasan kesahatan dan agar terhindar dari masalah gas metana,” kata Callaghan (Dia juga mengatakan dirinya khawatir akan masalah “gas ruang kaca dari hewan ternak” dan apa yang terjadi di Grand Slam of Darts.)

Dave Smyth, kampiun Kejuaraan Dunia Makan Pie pertama pada 1992, mengatakan pada The Mirror bahwa dirinya agak kecewa dengan perubahan ini. Alasannya, ini akan menurunkan tantangan yang dihadapi peserta. “Ayam itu lebih gampang dikunyah dan butuh teknik yang tak begitu susah,” ujarnya. “Dengan mengganti isi pie menjadi daging ayam, kompetitor dadakan dengan level rendahan akan mampu bersaing dengan para kompetitor elit.”

Akan tetapi, Martin Appleton-Clare, juara dunia makan pie empat kali, tiga di antaranya dalam tiga tahun terakhir ini, sepertinya tak begitu terganggu dengan perubahan yang diusulkan Callaghan. “Kita lihat pie seperti apa yang akan disajikan di hari perlombaan,” ucapnya pada MUNCHIES. “Selama saya makan lebih cepat dari lawan-lawan saya sih, saya enggak ada masalah dengan isi pienya.”

Dalam kompetisi tahun lalu, Appleton-Clare menghabiskan pie kentang dan ayamnya dalam 32 detik saja. Catatan waktu ini lebih cepat 13 detik dari catatan kemenangannya tahun lalu. FYI, catatan terbaik Appleton-Clare adalah 23,53 detik untuk tiap satu pie. Rekor ini diraihnya pada kejuaraan dunia 2012.

“Enggak ada strateginya kok,” katanya. “Saya cuma cowok dari kawasan utara Inggris dengan nafsu makan yang besar. Itu saja.”

Kejuaraan Dunai Makan Pie tahun ini akan digelar Rabu besok pukul 12 siang waktu Inggris.

Mari berdoa semoga tak ada satupun peserta kentut saat lomba sedang berjalan.