Teror di Christchurch

'Egg Boy' yang Pecahkan Telur di Kepala Senator Pembenci Muslim Akhirnya Mau Diwawancarai

Will Connolly tampil di acara TV awal pekan ini. Dia merasa tindakannya keliru tapi sukses "mempersatukan masyarakat" selepas terorisme di Dua Masjid Kota Christchurch, Selandia Baru.
27.3.19
eggboy memecahkan telur di kepala Senator Fraser Anning.
Screenshot dari YouTube.

Remaja 17 tahun bernama Will Connolly mendadak tenar awal bulan ini, berkat aksi nekatnya memecahkan telur di kepala senator Fraser Anning dari Queensland, Australia. Tindakan si bocah dipicu tanggapan Anning yang Islamofobik selepas terjadi penembakan massal di dua masjid Kota Christchurch, Selandia Baru.

Netizen sedunia sontak menjulukinya pahlawan. Dia pun dikenal dengan panggilan 'Egg Boy'. Sampai ada yang menawarkan liburan dan bir gratis kepadanya. Sempat menghindari media, Connolly akhirnya angkat bicara soal insiden dua pekan lalu.

Iklan

Dia tampil di acara Network 10 bertajuk The Project, pada Senin awal pekan ini. Kehadirannya di TV itu jadi satu-satunya wawancara dengan media yang pernah dia lakukan. Ketika ditanya alasannya nekat memecahkan telur, Connoly mengaku pernyataan yang dirilis senator Anning merupakan ujaran kebencian terhadap minoritas muslim. "Anning malah menyalahkan korban serangan teror. Saya benar-benar jijik sama sikapnya."

Connolly mengaku sebenarnya tidak mau perhatian publik beralih dari korban dan penyintas, gara-gara aksinya. Setidaknya dia terharu karena insiden ini rupanya mampu mempersatukan dunia. Connolly juga menjelaskan pengelolaan uang sumbangan yang dia peroleh dari donasi GoFundMe.

"Saya sadar apa yang saya lakukan itu salah, tapi aksi lempar telur ini berhasil mempersatukan orang. Banyak orang berdonasi untukku. Puluhan ribu dolar telah dikumpulkan, yang aku teruskan para korban," katanya di program televisi.

Tujuan awal dibuatnya laman GoFundMe yaitu mengumpulkan 2.000 dolar Australia (Rp20 juta) dalam rangka membayar “biaya pengadilan” yang kemungkinan harus dia hadapi, sekaligus untuk membeli “lebih banyak telur.” Donasinya ternyata melebihi target, mencapai AUD$ 80.000 (Rp807 juta). Connolly bilang uangnya disumbangkan kepada keluarga para korban dan penyintas serangan teroris di Christchurch.

Connolly juga membeberkan bahwa ibunya sendiri tidak suka melihat aksinya. "Tak ada alasan bagi kita menyerang orang secara fisik," katanya menirukan perkataan sang ibu. "Sebenarnya ibu bangga melihat saya berani membela apa yang saya yakini, tapi dia tidak setuju melihat caraku mengekspresikannya."

Iklan

Senator Fraser Anning merilis pernyataan resmi hanya beberapa jam setelah terjadi aksi penembakan massal saat Salat Jumat, yang menewaskan 51 orang dan melukai 50 lainnya. Seorang WNI tewas dalam insiden itu.

"Pertumpahan darah yang terjadi di Selandia Baru hari ini sebenarnya disebabkan oleh program imigrasi yang mengizinkan Muslim fanatik bermigrasi ke Selandia Baru," kata Anning, menuai kecaman dari banyak kalangan.

Connolly hingga artikel ini dilansir sedang diselidiki polisi atas tuduhan penyerangan fisik. Pihak kepolisian juga menyelidiki Anning dan para pendukungnya, yang merespons aksi Connolly dengan meninju dan mengimpit remaja lelaki itu. Masih belum ada hukuman yang dijatuhkan sekarang kepada semua pihak yang terlibat insiden pecah telur ini.

Artikel ini pertama kali tayang di VICE ASIA.