Nyepi

Bali Kembali Ingin Matikan Akses Internet Selama 24 Jam Saat Nyepi

Bali adalah satu-satunya wilayah di bumi yang bisa 'mematikan' Internet secara sengaja atas alasan keagamaan. Pemuka agama khawatir medsos mengalihkan perhatian warga yang seharusnya meditasi dan puasa.
27 Februari 2019, 6:53am
Anggota pecalang di Bali mengakses ponsel seharu sebelum Nyepi pada 2018
Anggota pecalang di Bali mengakses ponsel seharu sebelum Nyepi pada 2018. Foto oleh Johannes P. Christo/Reuters

Di lokasi lain, tahun baru selalu dirayakan dengan gegap gempita. Kebalikannya selalu terjadi di Bali. Warga menyambut tahun baru Hindu dengan kesunyian total, berdiam di rumah, tanpa menyalakan listrik bahkan api. Nyepi menandai awal kalender Hindu, hari suci untuk meditasi dan refleksi. Di hari penting tersebut, mengulang kesuksesan pada 2018, pemuka agama mendesak provider seluler mematikan akses Internet nyaris total di Pulau Dewata.

Pemuka agama di Bali merasa punya alasan kuat. Di zaman sekarang, media sosial dan internet secara umum menyita perhatian masyarakat. Ibadah jadi tak khusyuk, bila warga berdiam di rumah tapi malah twitwar atau debat di kolom komentar Instagram.

Makanya Anggota Parisada Hindu Dharma Indonesia minta internet dimatikan total selama hari Nyepi agar penganut Hindu di Bali tidak tergoda kebrengsekan-kebrengsekan yang ditawarkan internet pada hari suci ini, yang pada 2019 jatuh pada 7 Maret.

"Tujuan penghentian internet itu sama dengan tahun lalu," ujar I Gusti Ngurah Sudiana, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia Provinsi Bali, kepada Detik. "Supaya tidak ada provokasi, tidak ada bahasa-bahasa (medsos) yang tidak baik ketika Nyepi."

Selama Nyepi 2018, Kementerian Komunikasi dan Informatika menanggapi permintaan PHDI dengan memerintahkan operator telekomunikasi memblokir akses internet selama 24 jam di Bali. Pulau Dewata jadi satu-satunya wilayah di dunia bisa mematikan akses internet seluler atas alasan keagamaan.

Kendati demikian, akses penyedia layanan internet (ISP) tidak sepenuhnya diblokir. Akses internet bagi orang yang berlangganan layanan broadband tetap jalan, termasuk untuk kepentingan layanan pemerintah yang menggunakan Internet.

Permintaan untuk 2019 agak berbeda, karena Parisada Hindu Dharma Indonesia meminta layanan ISP juga dihentikan. Keputusan pemerintah menanggapi permintaan para pemuka agama di Bali belum diumumkan. XL Axiata, salah satu provider seluler besar di Tanah Air, berkomitmen mematikan sepenuhnya akses internet di Bali.


Tonton dokumenter VICE saat mengikuti ritual unik ukir gigi, yang menandai perempuan jadi dewasa di Bali:


Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah pengguna internet terbesar sedunia. Walaupun hanya 53 persen orang Indonesia menggunakan internet—persentase yang lebih kecil dibandingkan banyak negara lain di daerah Asia-Pasifik—angka ini sudah mencakup 130 juta orang. Sekalipun penghentian internet hanya mempengaruhi pulau Bali, artinya 4 juta orang kehilangan akses internet.

Nyepi jatuh pada 7 Maret, dari pukul 6 pagi sampai pukul 6 pagi hari berikutnya. Selama periode ini, tidak ada yang boleh keluar dari rumah atau bekerja. Aturan ini juga berlaku pada orang non-Hindu dan non-Bali.

Sebagian besar perusahaan akan ditutup, termasuk bandar udara internasional, tetapi layanan darurat, rumah sakit, dan dinas bencana tetap beroperasi seperti biasa selama hari Nyepi. Di jalanan nanti hanya akan terlihat pecalang, yaitu penegak hukum adat, yang memastikan tidak ada orang keluar rumah.

Menurut kepercayaan warga Bali, roh-roh jahat berkeliaran saat tahun baru. Dengan tidak keluar rumah, roh-roh ini tertipu dan berpikir pulaunya terlantar, agar warga tetap aman.

Pernah terjadi kasus-kasus di mana pecalang menemukan turis yang nyasar, sehingga mereka harus diantar pulang ke tempat tinggalnya. Meskipun tidak ada hukuman untuk turis internasional yang keluar pada hari Nyepi, hotel bisa didenda bila mengizinkan turis keluar. Turis domestik juga diharapkan memahami adat lokal dan mengikuti ritual ini.

Kemungkinan internet dihentikan sepenuhnya sangat kecil, tapi tampaknya Parisada Hindu Dharma Indonesia akan terus mendesak pemerintah untuk menerapkannya. Agaknya penghentian akses Internet selama Nyepi akan jadi hal wajar di masa mendatang.