Covering Climate Now

Masih Butuh Bukti Pemanasan Global? Lihat Aja Fenomena 'Hutan Mabuk' di Alaska

Aktivitas manusia modern emang merusak alam. Tapi kalau tidak dikontrol, siap-siap saja menantikan bencana dari bawah lapisan permafrost di kawasan Arktik.
Kawasan hutan permafrost di Arktik bisa mencair akibat emisi karbon ulah manusia
Foto oleh VICE News Tonight

Pepohonan di beberapa daerah di Alaska tumbuh miring karena permukaan tanahnya yang turun. Para ilmuwan menyebut kawasan ini sebagai "hutan mabuk."

Para peneliti di Jet Populsion Laboratory NASA perlahan menyadari betapa parah situasi di Alaska itu bagi penduduk bumi. Mereka sedang menunggu hasil pengamatan udara tahunan keduanya dari atas hutan boreal (taiga) di Alaska utara untuk mencari akar masalah perubahan lapisan tanah beku: permafrost yang meleleh.

Iklan

Perubahan kedalaman permafrost bisa memperburuk kondisi iklim secara global. Karbon membeku dalam jumlah yang besar di bawah permukaan tanah Arktik. Bentuknya berupa flora dan fauna kuno. Apabila permafrost mencair, mikroba di dalam tanah akan mengonsumsi karbon dan mengubahnya menjadi karbon dioksida dan metana, dua gas rumah kaca utama, yang memasuki atmosfer.

"Ada sekitar 1.000 miliar metrik ton karbon organik yang terperangkap di tiga meter teratas tanah di permafrost,” kata Charles Miller, ilmuwan iklim utama di NASA dengan Arctic Boreal Vulnerability Experiment. "Gambarannya begini, ada sekitar 350 miliar ton karbon yang lepas ke atmosfer akibat aktivitas manusia sejak awal revolusi industri. Jadi, kira-kira tiga kali lipat dari jumlah itu ada di atas tiga meter permafrost."


Tonton dokumenter VICE News Tonight terkait isu mencairnya permafrost gara-gara pemanasan global dan berbagai liputan lainnya:


Penelitian terbaru, termasuk laporan iklim PBB minggu lalu yang mengkhawatirkan, menunjukkan bahwa jumlah gas rumah kaca dari permafrost yang memasuki atmosfer telah meningkat saat iklim bumi menghangat.

“Menurut catatan jangka panjang, suhu permafrost meningkat secara dramatis sejak 30 atau 40 tahun terakhir,” kata Miller. “Hal ini menandakan permulaan pencairan permafrost yang meluas di seluruh Kutub Utara.”

Artikel ini pertama kali tayang di VICE News