teknologi

Gokil, Bau Sekarang Bisa Ditransmisikan Lewat Internet

Dengan elektroda yang disumpalkan ke lubang hidung, kelak kita membaca artikel tentang makanan yang maknyus sambil menghirup baunya.
22.10.18
elektroda sedang dialirkan ke hidung seorang subyek penelitian
Dicuplik via YouTube

Di masa depan yang enggak juah-jauh amar, kita akan bisa menikmati bau sedap dari blog makanan serta bau amis Tweet penuh kebencian langsung sembari berselancar di internet.

Baiklah, saya ngaku deh. Paragraf pendek tadi itu sebenarnya cuma intepretasi lebay atas hasil riset Kasun Karunanayaka, seorang senior research fellow di Imagineering Institute, Malaysia, dan timnya. Mereka mencoba menguji konsep penciuman digital yang memungkinkan kita mencium sedapnya menu restoran dan wanginya rangkaian bunga lewat internet dengan menggunakan stimulasi langsung ke lubang hidung kita.

Sebelumnya, kita pernah menyaksikan purwarupa teknologi multisensory dalam berbagai bentuk, mulai dari campuran molekul yang mengeluarkan bau New York dalam sebuah wahana virtual reality hingga cartridge harum yang bisa diprogram mengeluarkan bau dalam pemutaran film sampai ke masker gas yang bisa mengeluarkan bau-bauan khas orang bercinta yang dipakai saat nonton film porno. Namun, kebanyakan teknologi ini memanfaatkan bantuan senyawa kimia untuk menghasilkan bau. Nah, alih-alih menggunakan teknik percampuran bau secara fisik, konsep bau digital Karunayaka menggunakan elektroda yang disumpalkan ke lubang hidung agar bisa menyentuh dan menstimulasi neuron dalam saluran hidung.

Setelah menjajal macam-macam besaran dan frekuensi aliran listrik, Karunayaka dan timnya berhasil menciptakan bau-bau tertentu. Subyek penelitian ini rata-rata mendeskripsikan bau yang mereka cium mirip seperti bau permen, bau makanan manis, bau kayu dan bau daun mint yang dipanggang, ujar Karunanayaka dalam IEEE Spectrum. Meski begitu, ada juga subyek penelitian yang merasa kurang nyaman dan berhenti setelah satu sesi.

Menyumpalkan elektroda ke dalam lubang hidung bukanlah cara yang paling elegan untuk menghantarkan bau digital. Makanya, tim Karunanayaka berharap bisa membuat elektroda yang kecil dan fleksibel, atau menemukan cara menstimulasi otak secara langsung tanpa memasukkan apapun ke dalam hidung.