Kultur Internet

Kesimpulan Penelitian: Kebanyakan Lihat Meme Tidak Baik Bagi Kesehatan Kita

Ini calon berita terburuk bagi anak muda sedunia sepanjang 2018. Redaksi VICE jelas tidak sepakat sama argumen para peneliti di Inggris itu.
23.10.18
Masak iya sih meme bikin kita enggak sehat?

Siapa sih yang tidak suka meme zaman sekarang? Kayaknya hampir semua anak muda pasti pernah (atau sering) ngumpulin stok meme buat diposting ke media sosial. Kita selama ini menganggap meme jadi satu-satunya hal positif dan menghibur di dunia digital yang semakin tak karuan ini. Tapi, kalian harus tahu, meme tuh enggak sepenuhnya dianggap positif lho. Menurut sebuah penelitian terbaru, meme diduga bisa berdampak buruk bagi kesehatan.

Iklan

Alih-alih mengajak kita untuk lebih inklusif serta memahami pola makan dan body-positivity, sejumlah peneliti dari Loughborough University memperingatkan betapa meme hanya akan memicu krisis obesitas dan sikap apatis terhadap pola makan sehat. Kok bisa???

Dalam surat terbuka ditujukan pada pemerintah Inggris, para akademisi yang melakukan penelitian bertajuk Analyzing The Effects of Internet Memes on Young Teenagers’ Health and Health Behaviors mengatakan meme yang memamerkan makanan tidak sehat berkontribusi terhadap masalah obesitas pada remaja di Inggris. "Meme di internet berpotensi menormalkan perilaku tidak terpuji seperti men-troll, body shaming, dan merundung orang lain. Kurangnya kepekaan dapat menjadi indikasi sikap apatis yang lebih besar yang berkaitan dengan perilaku tersebut," demikian bunyi penelitian tersebut.

Penelitian ini meneliti berbagai gambar anak yang kelebihan berat badan dengan caption “free food? Count me in!” (“makanan gratis? Mau dong!”) sebagai contoh meme yang mereka duga membahayakan. Selain itu, mereka juga merujuk meme tubuh manusia yang terbuat dari pizza dan hamburger, dengan sosis sebagai kaki dan kentang goreng sebagai wajah tersenyum. Captionnya berbunyi “me” (“ini gue, nih”).

Memenya mungkin lucu—dan sepertinya kita akan ngerasa relate banget pas melihat meme tubuh manusia dari makanan tadi—tetapi para peneliti beranggapan meme tersebut dampaknya lebih besar dari sekadar ratusan atau bahkan ribuan retweet yang didapatnya. Menurut mereka, meme semacam ini bertanggung jawab atas masalah kesehatan di kalangan remaja setidaknya di Inggris, di mana hampir sepertiga anak-anaknya mengalami kegemukan atau obesitas.

Iklan

Ini contoh meme yang dianggap peneliti mendorong anak muda mengabaikan pentingnya menjaga berat badan:

1540208473537-Screen-Shot-2018-10-22-at-124100

Kepala tim peneliti Dr Ash Casey menerangkan kepada The Telegraph bahwa meme soal makanan sebetulnya enggak terlalu masalah kalau hanya menyinggung kita baru saja asyik menghabiskan satu kue cokelat tanpa menghitung kalorinya. "Akan tetapi, kalau ada orang yang mengunggah meme yang menormalkan kebiasaan macam itu, saya dalam pikiran akan membatin, ‘oh iya, enggak apa-apa kok makan banyak. Itu normal. Saya paham dan sering melakukannya juga.' Meme di internet umumnya dianggap menghibur, tapi sebenarnya juga mewakili praktik budaya yang mengabaikan beberapa kebutuhan khusus dan hak anak remaja."

Hmm… melihat argumen peneliti, redaksi VICE harus mengungkapkan keberatannya.

Krisis kesehatan yang memburuk di kalangan anak muda Inggris harus diakui mengkhawatirkan, tetapi seberapa bermanfaat penelitian semacam ini wajib diperdebatkan. Dr Casey dan rekan mengidentifikasi meme bisa memicu pola makan yang tidak sehat dan sikap apatis terhadap tubuh, tapi penelitian ini kurang menunjukkan nuansa saat memahami budaya internet modern. Belum ada satu pun akademisi yang menelaah alasan mengapa anak remaja suka berbagi meme dan video viral. Mereka mengira bahwa kegiatan berbagi meme “yang tidak sehat” mendorong gaya hidup yang tidak sehat juga. Padahal, kenyataannya jauh berbeda dari yang mereka kira.

Selain itu, Casey dkk tidak mengindahkan makna tersirat dari kegiatan berbagi meme ini, terutama ketika membahas soal perilaku tidak sehat. Membagi ‘meme yang tidak sehat’ itu dengan caption “me” atau “same” seringnya malah lebih ke sikap merendahkan diri. Pesan mendasar dari meme tersebut biasanya menunjukkan bahwa “me” adalah penyimpangan dari sesuatu yang ideal.

Para peneliti ini tampaknya mengabaikan kenyataan ada banyak meme yang ‘sehat’ juga di internet. Selain meme manusia bertubuh pizza, kita bisa menemukan beragam meme ‘self-care’ yang mengingatkan kita untuk banyak minum air putih, pakai masker, mengabaikan interaksi sosial yang tidak kita inginkan dan diet yang sehat. Jumlahnya sama banyaknya dengan makan satu loyang kue cokelat. Sebagian besar orang tahu kalau mereka harus hidup sehat, tetapi meme ini dimanfaatkan untuk menertawakan kegagalannya. Mereka menggunakan internet bukan hanya untuk merasa buruk dengan tubuh dan pola makannya.

Iklan

Sepertinya terlalu berlebihan kalau menimpakan kesalahan pada meme atas krisis kesehatan yang makin memburuk di Inggris. Masalahnya, di saat yang sama, pemerintah Inggris berulang kali gagal menghasilkan undang-undang baru yang bisa meningkatkan tingkat kesehatan rakyatnya. Inggris gagal menerapkan pajak pabrik gula dan memperkenalkan pajak guna untuk mengurangi produk minuman soda yang tak sehat. Kebijakan macam ini dituding oleh anggota parlemen dari partai Konservatif sebagai bentuk kebijakan negara mengatur kehidupan warga sampai ke detail terkecil, alias “Nanny State."

Belakangan pemerintah Inggris juga mengambil sejumlah langkah untuk meningkatkan kebijakan kesehatan publiknya—salah satunya penerapan larangan menjual minum berenergi pada anak-anak. Makanya, akan lebih masuk akal bila Pemerintah Inggris memberi tekanan untuk meningkatkan mutu pendidikan dan kebijakan publiknya, daripada menyalahkan internet atas menurunnya kualitas kesehatan warga Inggris.

Jadi, apakah kita harus lebih sering menyantap makanan sehat? Tentu saja. Tapi ketimbang repot-repot mengatur internet dan mengkritik meme yang dibagikan netizen sebagai promosi gaya hidup kurang sehat demi menghibur diri, ada baiknya peneliti memusatkan tenaganya untuk mengajak anak muda masa kini hidup lebih sehat secara lebih konkret.

Eh tapi ini cuma usul doang sih. Diterima syukur, ditolak juga enggak masalah. Setidaknya kami enggak doyan nyalahin meme kalau akhirnya obesitas.