WTF

Dua Lelaki di Pekanbaru Dibekuk, Curi 1 Ton Besi dari Jembatan Siak Demi Judi Online

Lempeng dan baut besinya dijual untuk membeli narkoba dan main game online. Keduanya, bersama sindikat penadah baja itu segera dibekuk polisi.
JP
Diterjemahkan oleh Jade Poa
16.9.19
Jembatan Siak Dua Lelaki di Pekanbaru Dibekuk, Curi 1 Ton Besi dari Jembatan Siak Demi Judi Online
Ilustrasi jembatan oleh besi Ian Mustafa via Unsplash.

Jembatan memungkinkan melintasi sungai atau jurang secara aman. Namun, dua laki-laki asal Riau telah mengutak-atik kelengkapan jembatan senilai Rp483,68 miliar. Keduanya nekat mempertaruhkan nyawa warga demi mendanai kebiasaan mereka nyabu sekaligus main game online.

Selasa (3/9) pekan lalu, aparat Polda Riau menggelar jumpa pers soal penangkapan dua laki-laki yang diduga mencuri baut dan lempeng dari jembatan Siak IV, yang diresmikan Februari lalu. Kedua pelaku ditangkap tak jauh dari jembatan, kata Julius Sitanggang, selaku Kanit Jatanras Subdit III Reskrimum Polda Riau.

Iklan

Kedua tersangka, Denny (26) dan Rangga (18) menjual hasil curian mereka kepada pedagang besi di Kecamatan Rumbai Pesisir, Kota Pekanbaru. Julius menjelaskan dua komplotan pencuri lainnya sampai sekarang masih buron.

Denny dan Rangga mencuri sekitar 1,8 ton besi dari Jembatan Siak IV, yang terdiri dari minimal 36 lempengan baja, belum termasuk baut-bautnya. Tiap lempengan yang dijual dengan harga Rp125 ribu. Uang hasil pencurian digunakan untuk membeli sabu-sabu main game judi online. Pencurian itu tentu saja merugikan masyarakat umum.

"Adanya lempengan tersebut mempengaruhi daya tahan dan kualitas jembatan. Misalnya, jembatan yang seharusnya bertahan selama 10 tahun mungkin takkan bertahan selama itu jika baut-bautnya dicuri," kata Julius.

Pada April 2019, pemda setempat hendak menutup jembatan Siak IV untuk sementara, setelah mendapati sejumlah kabel tembaga dan 100 buah baut telah dicuri.

Denny dan Rangga dijerat dengan Pasal 363 KUUHP tentang Pencurian Dengan Pemberatan dan berpotensi menghadapi maksimal 7 tahun penjara.

Follow Meera di Twitter dan Instagram.