Kolase oleh VICE. Foto Menkumham Yasonna Laoly oleh Willy Kurniawan/Reuters; Foto Dian Sastro dari arsip pribadi di Instagram therealdisastr.
Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly baru saja memetik satu pelajaran penting setelah ia melakukan blunder besar dengan menyebut selebritas Dian Sastrowardoyo “bodoh”. Publik masih bisa memaklumi posisinya sebagai perwakilan pemerintah dalam pembahasan sejumlah Rancangan Undang-Undang (RUU), termasuk revisi KUHP, di DPR. Tetapi ketika dia sudah menyerang penentang revisi KUHP, yang khususnya dalam hal ini adalah sweetheart-nya Indonesia, banyak pengguna Internet ogah tinggal diam.Kronologi kata bodoh itu bisa terucap seperti ini: Pada 21 September lalu, Dian Sastro yang memang anak Instagram banget, mengunggah tulisan aktivis gender Tunggal Pawestri di IG Stories akun pribadinya. Tulisan Tunggal itu aslinya ada di petisi “Presiden Jokowi, Jangan Setujui RKUHP di Sidang Paripurna DPR” pada situs Change.org. Petisi itu ditandatangani 910 ribu orang per hari ini, kemungkinan besar Kak Disas ada di antaranya.
Artikel berisi komentar Yasonna langsung viral. Kumparan segera membuat grafis berisi komen tersebut di Instagram mereka, yang segera diserbu komentar netizen.Dian Sastro membalas komentar Yasonna (di mana lagi kalau bukan IG Storiesnya), yang kemudian langsung jadi bahan screenshot netizen. Tangkapan layar tadi diangkut ke (mana lagi kalau bukan) Twitter.Mungkin ini adalah tanda-tanda Dian kudu segera hijrah jadi anak Twitter kayak seleb-seleb IG dan YouTube lain, mengingat Dian terakhir kali ngetwit adalah lima bulan lalu.
Iklan
Dua hari kemudian, Senin (23/9), jurnalis Kumparan yang bertemu Yasonna Laoly mencoba meminta pendapatnya terkait postingan IG Stories Disas tersebut. Di momen itulah Yasonna mengatakan kata-kata yang menyakitkan #SahabatDisas se-Tanah Air. "Dian Sastro tak baca UU sebelum komen, jadi terlihat bodoh. Apa yang disampaikan tak seperti itu, tapi sudah komentar dan jadi ke mana-mana," kata Yasonna kepada Kumparan.Kayak gini IG Stories Dian Sastro. Makasih buat akun yang udah ngapture dan ngangkut ini ke Twitter. Inti dari Stories ini, Dian Sastro menunjukkan dirinya ada di barisan penentang revisi KUHP.
Artikel berisi komentar Yasonna langsung viral. Kumparan segera membuat grafis berisi komen tersebut di Instagram mereka, yang segera diserbu komentar netizen.Dian Sastro membalas komentar Yasonna (di mana lagi kalau bukan IG Storiesnya), yang kemudian langsung jadi bahan screenshot netizen. Tangkapan layar tadi diangkut ke (mana lagi kalau bukan) Twitter.
Iklan
Sebenarnya sih Dian juga enggak perlu membalas. Sebab dia langsung dibela para die hard fans-nya, misal yang satu ini:
Ada juga yang mengadukan pernyataan Yasonna ke tokoh "Rangga" dari seri AADC sambil ngatain menkumham “tua bangka”. Galak amat, Bang….
Sialnya, Yasonna pernah terekam ngomong sesuatu yang pengucapannya kurang jelas. Jadilah momen tersebut diubah menjadi bahan video oleh netizen buat semakin menyerangnya.
Seniman Sudjiwo Tedjo ikut turun tangan, memberi gelar "Putri Reformasi" kepada Dian Sastro. Gelar ini menambah koleksi gelar-gelar yang sudah Dian terima dari saya sendiri, yakni Pencetus Gaya Berpisah dengan Pacar di Bandara, Pendiri Pertemanan Sehat, sampai Dewi Api. Tedjo juga mengganti nama Dian menjadi “Dian Yang Tak Kunjung Padam”, terus menetapkan nama panggilan baru “Yang” buat Dian. Hadeh bisa aja nih orang tua.
Dukungan buat Dian yang sepaket dengan cercaan ke Yasonna bisa kalian baca sendiri deh di twit-twit yang memberitakan saling balas ucapan keduanya. Yang jelas, Yasonna sendiri kayaknya punya persoalan cara komunikasi publik. Salah satu indikasinya, anggota DPR pun pernah mengkritiknya gagal menjadi jembatan informasi yang baik.
Balik ke awal tulisan, ada pelajaran penting yang dapat dipetik Yasonna dari kejadian ini. Yakni jangan sekali-sekali nyenggol Dian Sastro. Sebab yang ngamuk justru bukan Dian dan keluarganya.Tambahan pesan dari kami—selain Dian—seleb berbahaya lain yang enggak boleh disenggol adalah Agnez Mo. Bingung Pak Yasonna? Tenang, tanya aja selebtwit-selebtwit yang dekat sama pemerintah. Mereka udah tahu kok alasannya.
