Ledakan Nuklir

Ledakan Nuklir Terjadi di Rusia Akibat Proses Evakuasi Rudal yang Hilang di Dasar Laut

Ledakan tersebut, menewaskan tujuh orang, diduga berkaitan proyek 'Skyfall': sebuah eksperimen rudal nuklir lintas benua.
JP
Diterjemahkan oleh Jade Poa
2.9.19
Ledakan Nuklir Terjadi di kawasan utara Rusia Akibat Proses Evakuasi Rudal yang Hilang di Dasar Laut Severodvinsk Skyfall
Screenshot dari tayangan televisi Rusia pada 1 Maret 2018, menunjukkan pelucuran rudal antar benua yang dipamerkan Presiden Vladimir Putin. Foto dari RU-RTR Televisi Rusian Television via YouTube.

Ledakan nuklir misterius dan mematikan di Rusia Utara pada awal Agustus lalu. Diduga, ledakan itu terjadi akibat misi penyelamatan untuk mengambil kembali peluru kendali (rudal) yang hilang di dasar laut, merujuk sebuah laporan lembaga Intelijen Amerika Serikat.

Ledakan terjadi di kapal penyelamat, memicu reaksi dalam inti nuklir mesin rudal. Dampaknya, terjadi menimbulkan kebocoran radiasi, demikian dilaporkan oleh CNBC, mengutip pejabat AS yang terlibat dalam pemantauan intelijen tersebut.

Iklan

President Donald Trump lewat sebuah twit, menyebut kecelakaan ini berkaitan dengan program misil 'Skyfall', yang berupaya menghasilkan rudal bertenaga nuklir dengan daya jelajah tak terbatas.

Ledakan tersebut menewaskan tujuh orang pada 8 Agustus lalu, yang membuat angka radiasi melonjak di kota Severodvinsk. Warga sekitar terpaksa mengonsumsi yodium untuk mengurangi dampak radiasi.

Presiden Rusia Vladimir Putin mengklaim status darurat akibat kejadian ini sudah berakhir. Namun, Rusia mendadak berhenti mengirim data paparan radiasi di wilayah mrekapada pengamat internasional dari stasiun-stasiun radionuklida setempat. Kebijakan ini yang meresahkan para pengamat. Ingat, saat Rusia (tepatnya Uni Soviet) terakhir kali tidak mau berbagi data soal kebijakan nuklirnya, yang terjadi rupanya kebocoran nuklir akut di Chernobyl.

Radio Free Europe, media alternatif yang disokong pemerintah AS, menerbitkan laporan tambahan seputar ledakan tersebut. Mereka berkesimpulan ledakan ini terjadi selama misi pengambilan rudal itu dari dasar laut, berdasarkan analisis foto kontainer limbah nuklir di situs kejadian.

Skyfall merupakan rangkaian senjata nuklir eksperimental yang dipamerkan Presiden Putin kepada masyarakat Rusia tahun ini. Sistem alutsista terbaru itu, menurut Kremlin, dibuat dalam upaya melawan sistem pertahanan misil milik AS. Di luar insiden ini, para ahli percaya Rusia memang sudah sanggup mengimbangi teknologi persenjataan AS dengan misil yang sudah mereka miliki.

Sepanjang tahun ini, sekitar 24 orang di Rusia telah tewas akibat kecelakaan terkait proyek nuklir. Alhasil, Pengamat internasional mengkhawatirkan standar program pengolahan nuklir yang dilakukan Rusia.

Artikel ini awalnya dimuat di VICE News