Foto Makeover Standar Kecantikan Bibir Ini Akan Membuat Siapapun Terteror
Semua foto diunggah seizin Marius Sperlich. 

Foto Makeover Standar Kecantikan Bibir Ini Akan Membuat Siapapun Terteror

Jangan salah lho, proses kreatif menghasilkan pose-pose dalam foto tersebut bisa mencapai 6 jam!
30.5.18

Foto-foto karya Marius Sperlich membuat ketidaknyamanan terlihat indah. Portofolio Fotografer yang bermukim di Berlin itu seringkali berisi foto close-up maksimalis bagian tubuh manusia—terutama wajah—yang diubah sesuatu yang benar-benar berbeda, dari burger, sebuah waterpark, hingga ledakan penuh glitter. Tiap foto ini memerlukan persiapan yang lumayan panjang, bisa sampai 6 jam untuk mencapai pose dan kesempurnaan yang diinginkan Sperlich. Bekerja dengan dirinya bisa terasa tidak nyaman, aku Sperlich sendiri pada VICE, “karena kamu memang harus jadi agak gila untuk bisa melakukan ini.”

Foto-foto Sperlich yang penuh warna dan rapi memiliki akar di dunia periklanan. Namun, Sperlich harus meninggalkan pekerjaannya di sebuah agensi periklanan untuk menekuni seni visual yang kini mengharumkan namanya. “Iklan itu seperti membodohi orang.” katanya pada VICE. “Iklan terasa seperti kita menyuruh orang lain melakukan sesuatu. Aku tak suka segala hal tentang dunia periklaan.”

Kini, lewat akun Instagram pribadinya, dia mendapatkan pengakuan dari dunia seni internasional, hingga kepopulerannya menyamai seniman-seniman sekelas Daniel Arsham dan Yung Jake. Nama Sperlich pun kian mendunia setelah mendapatkan endorsement dari beberapa pesohor, salah satunya Madonna, yang pada awal 2017 membagikan salah satu foto Sperlich: bulu kemaluan yang dicukur hingga menyerupai logo Nike.

Di waktu yang sama, Sperlich makin jadi sorotan dunia seni karena kolaborasinya dengan makeup artist Joanna Bacas. Dalam proyek mereka Sperlich dan Bacar menempatkan patung kecil orang yang seolah-olah tengah melakukan beragam aktivitas sehari-hari di depan wajah seorang. Menurut pengakuan Sperlich, menemukan Bacas “terasa seperti mimpi yang jadi kenyataan.”

Sekarang keduanya terus berkolaborasi dalam sebagian besar jepretan Sperlich. Sejak foto-foto proyek keduanya diunggah di halaman Instragram masing-masing, jumlah follower masing-masing seniman ini langsung meroket (Saat ini Sperlich difollow nyaris 200.000 pengguna instagram. Padahal, ketika proyeknya dengan Bacas baru dimulai, follower Sperlich tak lebih dari 10.000 orang). Pun, saking terkenalnya proyek ini sampai Preiser, perusahaan pembuat patung mini yang dipakai Sperlich, mulai mengirimkan patung baru sesuai pesanan sang fotografer.

Dalam setiap sesi pemotretan, Sperlich selalu berusaha membangun keintiman sembari berusaha meruntuhkan tembok besar bernama aturan-aturan standar pengambilan potret. Terinspirasi film-film Gaspar Noé, Sperlich mengatakan “Aku ingin melakukan sesuatu yang menyebabkan orang merasa tak nyaman. Di satu sisi, mereka akan tertarik dengan sesuatu, tapi sebaliknya mereka juga berpikir ‘Ah, tapi ya Tuhan kok bentuknya seperti ini?”

Sejak keluar dari agensi dan mendalami seni fotografi, Sperlich telah menyaksikan karya-karya dalam berbagai pameran bersama dan mengantongi banyak uang dari kolaborasi editorialnya dengan beberapa brand fesyen ternama, Dior salah satunya. Namun, ada satu impian yang belum digapai Sperlich.

Fotografer Berlin ini kerap membayangkan suatu hari nanti, dia akan berjalan masuk museum dan menemukan salah satu fotonya dipasang bersebelahan dengan salah satu karya Andy Warhol.

Follow Beckett Mufson di Twitter dan Instagram.

Artikel ini pertama kali tayang di VICE US