FYI.

This story is over 5 years old.

Korea Utara

Elit Korut Ternyata Punya Akses Internet Cepat, Buat Buka FB dan Nonton Bokep

Negaranya boleh dicap paling terisolir sedunia, tapi temuan data terbaru menunjukkan pejabat tinggi Korea Utara rupanya menikmati akses informasi berbeda dari rakyatnya.

Artikel ini pertama kali tayang di VICE News.

Korea Utara dikenal sebagai salah satu negara paling terisolasi di Planet Bumi. Ketertutupan rezim Korut dipicu gara-gara sanksi internasional dan kebijakan sensor ketat yang diterapkan oleh rezim pemerintahan keluarga Kim yang berkuasa lebih dari setengah abad. Rupanya kondisi ini tak menghalangi pejabat maupun petinggi partai yang kaya raya di Korut mencicipi beberapa kenikmatan kehidupan modern, misalnya membuka Facebook dan menonton film porno. Menurut hasil riset terbaru yang dilakukan Recorded Future, perusahaan analisis intelijen di Internet, koneksi Internet cepat dinikmati banyak sekali kalangan elit Korut. Datanya jauh lebih tinggi dari dugaan pengamat asing. "Lazimnya, kita percaya bahwa Korea Utara adalah negara yang terisolasi," kata Sheena Greitens, pakar kajian Korea Utara sekaligus guru besar di Brookings Institution. "Kenyatannya, rezim Korea Utara tak setertutup itu. Yang terisolasi hanya rakyat biasa. Itupun karena kebijakan yang dipilih oleh Rezim Korut." Para peneliti dengan hati-hati memonitor penggunaan internet Korut selama tiga bulan untuk memetakan penggunaan internet di kalangan elit ataupun orang kaya di sana. Hasil temuan mereka menyimpulkan kalangan elit Korea Utara "tersambung dengan masyarakat internet modern." Greitens mengatakan laporan tersebut, jika akurat, menawarkan informasi baru yang menakjubkan tentang "kehadian Korea Utara di dunia virtual", sebuah fenomena yang hendaknya "jadi perhatian para pembuat kebijakan seluruh dunia." Hasil investigasi di atas menunjukkan bahwa kalangan elit Korea Utara kerap menggunakan media sosial, seperti Facebook dan Twitter, meski laporan sebelumnya mengatakan kedua raksasa media sosial itu diblok di negeri Kim Jong-un. Nyatanya, menurut laporan Recorded Future, Facebook adalah media sosial yang paling sering digunakan oleh warga Korea Utara. Warga senior Korea Utara secara reguler mengkonsumsi berita internasional. Temuan ini setidaknya mengungkap fakta bahwa sebenarnya para pemimpin Korut sadar bagaimana tindakan mereka ditafsirkan oleh di luar negeri. "Analisis kami mengungkap bahwa sebagian kecil pemimpin Korea Utara dan elit berkuasa yang memiliki sambungan internet ternyata lebih aktif dan lebih terlibat dalam perkembangan dunia, budaya populer, berita dunia, dan beberapa layanan kontemporer dari yang sebelum diduga oleh kita yang tinggal di luar Korut," demikian tertulis dalam hasil riset Recorded Future."Pemimpin Korea Utara tak sepenuhnya terputus dari dunia serta memahami sepenuhnya konsekuensi tindakan yang mereka ambil terkait kebijakan nuklir." Persoalannya, akses internet cepat di Korut hanya bisa dinikmati oleh segelintir masyarakat kelas atas semata.

Iklan

Baca juga laporan lain VICE soal kehidupan sehari-hari di Korut:

Penduduk biasa hanya diperkenakan memiliki gawai dengan koneksi 3G yang amat terbatas. Fitur dalam gawai-gawai terbatas—telepon dan sms—dan hanya bisa terhubung dengan penyedia data seluler domestik Korut, Koryolink yang layanannya kacrut banget. Sebagian kecil spesial—termasuk mahasiswa, ilmuwan, dan pejabat pemerintah tertentu—bisa mengakses jaringan intranet domestik yang dikenal dengan nama Kwangmyong. Itupun hanya bisa dilakukan via komputer umum yang disediakan di universitas dan warnet-warnet. Sebaliknya, kalangan elit Korut dengan gampang bisa menonton streaming video berbahasa Cina, mengubek-ubek Amazon, menonton video di layanan video hosting China, Youku, serta bermain video game. Hasil riset Recorded Future juga menemukan bahwa 65 persen aktivitas internet di seluruh di Korut dihabiskan untuk streaming konten video dan bermain game online.

Setelah mendalami laporan Recorded Future, rasanya tak muluk-mulut banget kalau suatu saat kita mendapati kalangan elit Korut—negara yang rutin mengancam akan menyerang Amerika Serikat dengan "Palu nuklir berkekuatan besar"—ternyata keranjingan main game online multiplayer berjudul World of Tanks.