Kuburan Masa Depan

Tanah Makin Sempit, Kremasi Tak Murah, Solusi Masa Depan: Pemakaman Dasar Laut

Pemerintah Kota Gold Coast, Australia, serius merealisasikannya. Konon sih bisa menggenjot turisme sekaligus membuat siapapun lebih tenang (dan berair) saat beristirahat dalam keabadian.
20.7.18
Images via nmreef.com

Ada satu hal yang sering dilupakan manusia soal kematian: cara kita mengelola kematian ternyata tidak ramah lingkungan. Sudah ongkosnya mahal, ternyata prosesi penghormatan terakhir buat jenazah—baik dikubur ataupun dikremasi—punya dampak negatif masing-masing kepada alam sekitar. Dari kremasi, ada risiko emisi yang dapat mempengaruhi kualitas udara. Sementara metode penguburan standar berpeluang mencemari sumber air tanah bila dilakukan asal-asalan. Belum lagi, kuburan itu makan banyak ruang, sehingga ketersediaan lokasinya makin lama makin sempit saja.

Tak heran bila sekarang solusi untuk mengurus jenazah makin banyak saja. Mulai dari mengubah jasad menjadi pupuk, membiarkan mayat berakhir sebagai makanan burung, atau sekalian saja diubah menjadi karya seni.

Nah, pemerintah kota Gold Coast, di Australia, berusaha menyodorkan solusi pragmatis untuk mengatasi dampak buruk penguburan maupun kremasi. Ada rencana untuk mendirikan kuburan bawah laut, dekat pesisir Southport Spit. Saat dikonfirmasi The Australia, sang walikota Tom Tate mengklaim bila ada dua keuntungan dari pembangunan kuburan bawah air. Pertama, tak ada lagi masalah ruang untuk lokasi kuburan. Kedua, keluarga yang ditinggalkan tak akan khawatir lagi meninggalkan jasad orang yang disayang di laut. "Suasana bawah laut sangat indah, plus tidak akan ada orang yang bisa mengganggu atau bahkan merusak kuburan tersebut," kata Tate.

Iklan

Selain dua alasan tersebut, wali kota Gold Coast meyakini turisme juga ikut melonjak. Kuburan di dasar laut jadi spot diving baru, kata si wali kota. Dari klaim Tate sih, metode penguburan dasar laut sangat aman bagi lingkungan. Abu ataupun kerangka mendiang akan menjadi pondasi bagi terumbu karang. "Keluarga yang ingin ziarah kubur juga mendapat pengalaman menyenangkan," ujarnya.


Tonton dokumenter VICE mengenai warga yang hidup di tengah pekuburan raksasa Filipina, secara harfiah tinggal bersama jasad:


Ide ini, sekalipun nyeleneh, tentu saja bukan yang pertama kalinya dicetuskan di dunia. Negara Bagian Florida sudah memiliki kawasan pekuburan bawah laut Neptune Memorial Reef. Ide pemkot Gold Coast ini dipengaruhi oleh penemuan bangkai kapal HMAS Tobruk dan HMAS Darwin yang tenggelam pada Perang Dunia II. Pemkot ingin membangun piramida untuk mengenang para prajurit yang gugur dari dua kapal tadi, tapi ide tersebut akhirnya diubah menjadi pembangunan kuburan dasar laut. Lokasi monumen penghormatan prajurit itulah yang akan dipakai Tate sebagai calon kuburan bagi warga lain yang berminat.

Sudah mulai ada hitung-hitungan ongkosnya juga lho. Paket lengkap kremasi dan peletakan abu di kuburan dasar laut itu memakan biaya AU$6200 (setara Rp66 juta). Mahal? Yah namanya juga di laut.

Belum tentu orang bersedia dan gagasan ini juga masih awal banget. Tapi Wali Kota Tate sangat yakin dan bersungguh-sungguh merealisasikan kuburan bawah laut tersebut. Kita lihat saja, akankah kuburan bawah laut jadi tren di masa mendatang.

Artikel ini pertama kali tayang di VICE Australia.