Distopia dan Utopia

Kami Minta Pembaca VICE Mendeskripsikan Utopia Versi Mereka Dalam Enam Kata Saja

Dunia, maupun negara yang kita cintai, sedang enggak santai gara-gara politik maupun intoleransi. Kami meminta anak muda Indonesia berbagi visi soal utopia tentang dunia yang lebih baik.
19 April 2018, 10:52am
Ilustrasi utopia penuh anjing corgi oleh Diedra Cavina.

Bulan ini terbit VICE magazine Edisi Dystopia dan Utopia. Klik DI SINI jika ingin berlangganan.

VICE Indonesia juga merilis rangkaian cerita mengenai lokasi-lokasi yang menggambarkan gagasan distopia maupun utopia yang ada di negara ini. Simak liputannya di sini.


Dunia sudah gila. Orang-orang dikriminalisasi karena seksualitasnya, intoleransi beragama meningkat, mantan Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dipenjara atas tuntutan penodaan agama, Donald Trump beneran jadi presiden Amerika Serikat, dan sampai sekarang nasib Muslim Rohingya tak juga menemukan kepastian.

Daftarnya panjang. Lantas yang paling menjengkelkan: berita palsu dan hoax tersebar di mana-mana, dari Facebook sampai grup WhatsApp keluarga. Apalagi tahun depan pemilihan umum. Duh, bakalan makin pusing deh. Pasti banyak orang enggak nyante hidupnya.

Apa yang kita lakukan untuk berdamai dengan itu semua?

Ketika karakter Diane Lockhart di serial televisi The Good Fight ngakak setiap kali berhadapan dengan kejadian sinting, saya lebih senang melamunkan sebuah dunia utopia yang populasi laki-lakinya tidak doyan mansplain.

E.J. Graff, redaktur Monkey Cage di Washington Post, juga begitu. Dalam tulisannya baru-baru ini yang tayang di VICE Magazine, menjabarkan utopianya: “...orang-orang yang mengalami pelecehan seksual tidak akan merasa malu. Sama sekali. [...] Yang malu adalah pelaku seorang.”

Amin deh.

Dalam semangat #selfcare, VICE Indonesia meminta orang-orang melupakan realita sejenak dan membayangkan dunia yang sebaik-baiknya menurut mereka.

Inilah utopia versi mereka yang disampaikan dalam enam kata saja:

  • “Orang berhenti nyuruh gue nikah muda.” —Dyanie, 25
  • “Gak perlu kerja, hidup santai doang.” —Mei, 28
  • “Utopia: Manusia akhirnya bisa merasa cukup.” — Putri, 21
  • “Gue gak lagi hamil sekarang ini.” — Anne, 20
  • “Tidur cukup, jarang cemas, makan enak.” — Bintang, 23
  • “Fuckboys berkurang, gentlemen OK makin banyak. — Fey, 23
  • “Kekaisaran sekular, meritokratis, dan konstitusional.” — Rully, age unknown
  • “Feminis. Bebas. Gamblang. Ini adalah Skandinavia.” — Mario, 35
  • “Coba saya bukan tulang punggung keluarga.” — Luna, 34
  • “Akses penuh internet tanpa batas apapun.” @ko2w, 36
  • “Perempuan-perempuan paling berbahagia dan mandiri lah.” — Naya, 17
  • “Saya gak dilahirkan ke dunia ini.” — Zo, 21
  • “Mengenakan pakaian apapun yang saya inginkan.” — Ayue, 26
  • “Orang-orang menerima dirinya dan orang lain.” — Dito, 21
  • “Semua orang hidup harmonis tanpa penderitaan.” — Jendra, 20
  • “Menyebarkan cinta seperti orang menyebarkan kekerasan,” — Qori, 31
  • “Pendidikan gratis untuk semua pelajar Indonesia.” — Megan, 27
  • “Semua saling menghargai satu sama lain.” — Putri, 26
  • “Pendidikan dan layanan kesehatan gratis semua.” — Nana, 25
  • “Dibayar dengan burger bukannya dengan uang.” — Ekastr, 20
  • “Dunia tanpa kerja tapi tetap bermakna.” —Nike, 27
  • “Indons gak ngeributin soal agama mulu.” —Ninus, 36
  • “Manusia bercinta saja, robot yang kerja.” —Odi, 24
  • “Gamers tak lagi dianggap sebagai kekanak-kanakan.” —Fachrul, 24
  • “Lebih banyak pohon daripada jumlah manusia.” —Pepitoh, 23
  • “Seks seks, seks, seks, seks, seks.” —Mike, 39
  • “Masyarakat tanpa kelas, ruang publik gratis.” —Dio, 28
  • “Lapangan luas penuh dengan korgi lucu.” —Yudhis, 31
  • “Semua yang disayang di tempat sama.” —Alia, 22
  • “Saling menolong tanpa membedakan ajaran agama”. —Bageru, 23
  • “Mempunyai keluarga yang bahagia dan sejahtera.” —Amin, 25
  • “Bisa bersenang-senang karena utang KPR lunas.” —Rina, 28
  • “Tidak ada lagi batasan untuk bermimpi.” —Resti, 26
  • “Di setiap keputusan tak ada penyesalan.” —Minara, 18
  • “Kota diisi orang berbicara seperti npc.” —Deni, 23
  • “Tidur siang setelah bayar utang.” —2SJW4U, 31