The VICE Evening Bulletin

Buletin Sore VICE: DPR Jadi Bintang Hari Ini, Ancam Tutup Facebook dan Menolak Ide Impor Dosen Asing

Ada juga rangkuman berita lain mengenai wacana denda transaksi di atas Rp100 juta serta belum tuntasnya skandal tumpahan minyak di Teluk Balikpapan.
17 April 2018, 10:50am
Wakil Presiden Facebook Asia Pasifik Simon Milner (kiri) dan Kepala Operasional Facebook Indonesia Ruben Hattari menghadiri rapat bersama Komisi I DPR, Selasa (17/4), di Jakarta. Foto oleh Willy Kurniawan/Reuters

Berita penting seharian ini, dari dalam dan luar negeri, kami rangkum untuk menemani jam pulang kantor dan waktu senggang kalian.


Kabar Seputar Indonesia

Dicecar Komisi I DPR Soal Kebocoran Data, Legislator Ancam Tutup Facebook
Kepala Kebijakan Publik Facebook Indonesia Ruben Hattari menyatakan pihaknya menemukan indikasi 1.095.918 pengguna di Indonesia berisiko terdampak penyalahgunaan data. Mereka rata-rata adalah pengguna tes kepribadian yang populer sepanjang kurun 2013-2015. Hanya saja Facebook menjamin tidak ada data sensitif yang rentan disalahgunakan. DPR merasa kurang puas mendengar jawaban utusan Facebook. Legislator menuntut Facebook memberi bukti MoU bahwa data pribadi macam itu tidak bisa disalahgunakan atau digunakan untuk kepentingan komersial. "Tidak tabu untuk pemerintah memberikan moratorium ke Facebook, sampai ada komitmen dan investigasi menyeluruh," kata Meutya Hafidz, dari Fraksi Golkar. —Kompas

Transaksi Tunai di atas Rp100 Juta Dalam Sehari Hendak Didenda
Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) berniat memasukkan pasal denda transaksi uang tunai lebih dari Rp100 juta di seluruh wilayah Indonesia. Ide itu akan dimasukkan dalam beleid RUU Pembatasan Uang yang masih digodok DPR. Wacana ini diharap bisa mengurangi potensi suap dan korupsi. Warga biasa tanpa niat jahat tetap dipersilakan bertransaksi sebesar itu, hanya saja harus ikhlas kena denda. Besaran dendanya belum diungkap oleh PPATK. —CNN Indonesia

Dosen Asing Resmi Didatangkan ke Indonesia, DPR Menolak
Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 20 Tahun 2018 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing sudah diteken, hasilnya tenaga pengajar universitas berstatus WNA bisa mengajar di kampus-kampus lokal. Pemerintah beralasan dosen asing bisa meningkatkan peringkat universitas baik swasta maupun negeri dalam survei QS—yang mempertimbangkan rasio adanya tenaga pengajar asing. Ide awalnya, ada 200 dosen asing yang akan diizinkan bekerja di Tanah Air. DPR, mulai dari Ketuanya Bambang Soesatyo hingga anggota Komisi X seperti Anang Hermansyah, mempertanyakan kebijakan tersebut dan berniat memanggil Kemenristek Dikti. "Profesor-profesor di Indonesia sudah cukup canggih, cukup hebat dan cukup mumpuni," kata Agus Hermanto selaku Wakil Ketua DPR. —Jawa Pos

Kebocoran Minyak di Teluk Balikpapan Masih Belum Tuntas Dibersihkan Pertamina
Berselang dua pekan, krisis lingkungan tumpahan minyak di Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur, belum juga tuntas dibersihkan dari perairan. PT Pertamina, yang diduga lalai mengelola pipa bawah laut sehingga terjadi kebocoran, enggan disalahkan. BUMN ini beralasan pipa sulit dijangkau, dengan panjang 3,6 kilometer. "Kan tidak semudah itu angkat pipanya juga. Butuh waktu," kata Toharso, Direktur Pengelolaan Pertamina. Perusahaan pelat merah ini sudah mendapat sanksi dari KLHK. Pemerintah menganggap sistem deteksi kebocoran oleh Pertamina sangat lemah. —merdeka.com

Kabar Seputar Dunia

Rusia Dituduh Halang-Halangi Tim Independen Meneliti Senjata Kimia di Suriah
Petugas dari Organisasi Pelucutan Senjata Kimia (OPCW) mengaku dihalang-halangi masuk oleh aparat setempat ke Kota Douma, Suriah, yang diduga mengalami serangan senjata gas syaraf pekan lalu. Amerika Serikat segera menuding pejabat Rusia di balik pelarangan tersebut. Moskow balik menghardik Washington, bahwa mereka akan memberi akses kepada tim independen internasional untuk membuktikan ada tidaknya penggunaan senjata kimia oleh Rezim Presiden Basyar al-Assad. —Aljazeera

Jepang Bersedia Bantu Cina Memperbanyak Jumlah Toilet Canggih
Dalam pertemuan tingkat tinggi antara pejabat Cina dan Jepang, muncul kesepakatan untuk memperbanyak jumlah toilet canggih. Toilet dengan penghangat dudukan dan tombol cebok itu rencananya sebisa mungkin akan ditempatkan di ribuan WC umum seantero Negeri Tirai Bambu. Toto, raksasa toilet swasta asal Jepang, diminta pemerintahnya untuk menjajaki kemungkinan tersebut dengan Cina. —The Guardian

Laporan Perselingkuhan Aktor Film Porno dan Donald Trump Resmi Masuk Pengadilan
Bintang film dewasa Stormy Daniels menghadiri sidang perdana terkait laporannya sudah diintimidasi oleh pengacara pribadi Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Aktris film dewasa itu Michael Cohen, pengacara pribadi Trump, yang selama bertahun-tahun berusaha mengintimidasi dirinya agar tidak bercerita ke publik tentang statusnya sebagai selingkuhan Trump—saat itu masih sekadar konglomerat dan bintang reality show. Kantor Cohen digerebek FBI untuk merespons laporan Daniels. Perselingkuhan itu konon terjadi ketika sang istri, Melania Trump, baru melahirkan putra bungsunya Baron. —Daily Beast

Kabar Menarik Lainnya

Di Alas Purwo Banyuwangi, Masih Banyak Pertapa Lho
Para pertapa bersemedi hingga berbulan-bulan lamanya, di pedalaman Taman Nasional Banyuwangi. Siapa sangka, berbagai mitos angker dan keberadaan para lelono justru melindungi ekosistem hutan tertua Pulau Jawa tersebut. Simak liputannya dari kontributor kami. —VICE

Hewan Itu Memangnya Bisa Bunuh Diri?
Tarsius, Paus, atau Tikus Lemming dilaporkan bisa menghabisi nyawanya sendiri tanpa alasan. Ada yang terjun dari tebing, sengaja terdampar ke pantai, atau membenturkan kepala ke batu. Satu ilmuwan menilai binatang memang dapat berperilaku destruktif. Namun, sebagian pakar lainnya menuding itu cuma proyeksi mental manusia. Mana yang benar? —VICE

Sutradara A Quiet Place Ternyata Takut Film Horor
Lah ngapain bikin film horor kalau gitu? John Krasinski aktor yang kini melakoni debut sebagai sutradara, ingat betul dulu berkeringat dingin sebelum menonton Nightmare on Elm Street. Inilah wawancaranya bersama VICE. —VICE