Kisah Inspiratif

Egg Boy Sumbangkan Rp1,4 Miliar buat Korban Serangan Teroris di Masjid Christchurch

"Kepada korban tragedi ini, semoga sedikit sumbangan ini bisa mengurangi duka kalian semua," kata pemuda 17 tahun yang terkenal setelah memecahkan telur di kepala politikus rasis itu.
29.5.19
Will Connolly pecahkan telur ke senator rasis Fraser Anning
Aksi Will 'Egg Boy' Connolly memecahkan telur ke senator rasis. Sumber foto via  YouTube/WION

 

"Egg Boy", julukan remaja yang jadi viral di seluruh dunia karena aksinya Maret lalu melempar telur ke senator rasis Australia Fraser Anning, kembali menyita perhatian. Pemuda bernama asli Will Connolly itu mengumumkan resmi mendonasikan $100 ribu (setara Rp1,4 miliar) kepada yayasan keluarga korban serangan teroris di dua masjid Kota Christchurch, Selandia Baru.

Dana itu dia kumpulkan melalui laman GoFundMe, awalnya untuk membiayai ongkos Connolly menghadapi gugatan hukum usai ditangkap polisi karena melempar telur. Dana itu juga akan dipakai "membeli lebih banyak telur" untuk dilempar ke politikus sayap kanan lainnya, seperti dilaporkan surat kabar The Guardian. Pada akhirnya, uang yang terkumpul jauh melebihi perkiraan. Karena itulah, Connolly merasa lebih baik dana tersebut diberikan pada yang paling berhak: korban serangan teror yang membuatnya melempar telur ke Fraser Anning.

Egg Boy jadi viral merespons ucapan Anning, yang sehari setelah terjadi penembakan massal menyasar jamaah masjid di Selandia Baru dua bulan lalu, menyatakan umat muslim juga punya andil memprovokasi terjadi aksi teror keji tersebut. "Maraknya imigrasi muslim ke Selandia Baru adalah salah satu penyebab pertumpahan darah yang kita saksikan hari ini," kata Anning.

Ucapannya bikin marah banyak orang. Sang senator yang rasis itu panen kecaman di Internet. Connolly merasa kecaman tidak cukup. Dia sengaja datang ke acara kampanye sang senator, lalu memecahkan telur di kepala Anning sambil merekam semua prosesnya.

Iklan

Selasa (28/5) malam waktu setempat, Egg Boy mengumumkan proses transfer dana untuk keluarga korban sukses. "Akhirnya tuntas juga!"

Dia juga mengabarkan pada publik, kalau akhirnya tidak perlu menyewa pengacara untuk menjalani proses penyidikan yang tidak berlanjut sampai pengadilan. "Saya sudah didampangi kuasa hukum dari kantor pengacara Peter Gordon yang bersedia bekerja probono," ujarnya. "Makanya, karena saya sendiri tidak butuh bantuan, maka dana dari kalian semua sebaiknya diberikan kepada korban pembantaian keji tersebut. Saya tidak boleh menyimpannya."

"Kepada semua korban tragedi ini, saya berharap sedikit yang saya berikan bisa mengurangi duka kalian," imbuh Connolly.

Egg Boy langsung dibekuk pengawal Anning setelah melakukan aksinya. Polisi menggelandangnya, tapi akhirnya tidak menuntut remaja itu atas pasal menyerang seseorang pakai telur, merujuk laporan Fairfax.

Peter Gordon, pengacara Connolly, menyatakan aksi kliennya merupakan wujud kebebasan berekspresi. Pengacara mengapresiasi polisi karena memahami tindakan memecahkan telur itu sepenuhnya aksi politis, bukan untuk melukai seseorang.

"[Connolly] mengucapkan terima kasih kepada masyarakat dan kepolisian yang terus mendukungnya," kata sang pengacara.

Follow Gavin di Twitter dan Instagram

Artikel ini pertama kali tayang di VICE Australia