FYI.

This story is over 5 years old.

komik

Kami Memberi Saran Pada Superhero Tajir Supaya Bijak Menghabiskan Uangnya

Kalian sadar kan Tony Stark atau Bruce Wayne jauh lebih berguna bagi umat manusia sebagai orang kaya daripada pahlawan bertopeng? Nih, kami jabarkan penjelasannya.
Kolase gambar dibuat oleh Noel Ransome.

Saya sih enggak pernah mau jadi superhero—salah satu alasannya, saya harus adu jotos dengan manusia egomaniak kikuk yang salah kekeuh ingin menguasai dunia. Lalu saya akan pulang ke rumah, melepas celana ketat bau apek setelah seharian menyelamatkan dunia, dan besok harus dipakai lagi. Lambat laun, saya akan menghadapi musuh bebuyutan berulang kali; copot celana ketat, angin-anginin, lalu pakai lagi. Begitu terus. Ya inilah yang dipikirin bocah kutu buku kayak saya pada waktu luang, dan saya udah sering banget mikirin ini; suka dukanya menjadi pahlawan di semesta DC dan Marvel. Tapi saya juga telah mikirin tentang apa yang tidak mereka lakukan: menyelesaikan permasalahan wong cilik—kelaparan, kesenjangan sosial, kemiskinan, semuanya deh. Nah, kalau saya adalah preman banyak duit kayak Bruce Wayne misalnya, saya kemungkinan punya cara lebih baik untuk membelanjakan uang, daripada membeli batmobile baru. Ya, boleh aja saya dibilang sinis soal hal seremeh karakter fiktif, tapi kita perlu mengakui kebenaran soal superhero favorit kita: sebagian besarnya punya mata minus, dan kurang bisa memprioritaskan uang mereka. Pada novel grafis, The World's Greatest Heroes, DC mencoba upaya terbaiknya untuk meruntuhkan skenario ini, terutama ketika sang milyader Bruce Wayne menyadari kekayaannya tidak pernah bisa menyejahterakan semua anak-anak miskin. Novel ini adalah penggambaran jujur terhadap masalah yang sangat nyata, tapi pertanyaan ini selalu muncul kembali: ya senggaknya kenapa enggak nyoba dulu aja? Kita ngomongin soal protagonis-protagonis tajir melintir, dengan kekayaan mencapai milyaran dolar, yang menghabiskan uangnya belanja mainan berbentuk kelelawar. Pada akhirnya, bukan saya yang menulis cerita-cerita ini, saya cuma pembaca aja. Jadi, dengan format list ala-ala majalah Forbes, saya ingin memberi sekilas bayangan apa yang bisa dilakukan Tony Starks dan Bruce Wayne untuk memperbaiki masalah ril kemanusiaan. Yaudah, yuk kita mulai.

Iklan

Tony Stark aka IRON MAN

Kekayaan: US$12,4 miliar (Rp164 triliun)

Iron Man - Sebagian bilang bahwa kekuatan supernya adalah jadi orang kaya, sehingga mampu beli bahan-bahan membuat kostum besi yang bisa terbang. Sebagai kepala Stark Industries, yang kemudian ganti nama jadi Stark International, dia memimpin perusahaan yang mengembangkan sekaligus membuat senjata-senjata canggih. Stark juga menjalankan bisnis teknologi keamanan.

Alternatif selain jadi superhero: Menciptakan teknologi bagi warga difabel

Si Tony katanya penemu brilian dengan segala kemampuan mekanika, jadi harusnya sih dia telah menghapuskan istilah "difabel" saat ini. Daripada menjadi orang egois di balik kostum-kostum Iron Man-nya itu, Tony lebih baik menghabiskan waktunya mengembangkan sendi-sendi prostetik canggih yang terjangkau bagi banyak orang. Eh, tapi dia malah mengambil keuntungan dari penjualan senjata. Dasar brengsek.

Bruce Wayne aka Batman

(cover majalah ini dibuat oleh Noel Ransome)

Kekayaan: US$9,2 miliar (Rp122 triliun)

Satu lagi laki-laki kulit putih yang mewarisi kekayaan luar biasa besar. Bruce Wayne dikenal di berbagai kalangan sebagai orkay mampus. Kekayaan Wayne diperkirakan mencapai Rp 122 triliun, dan Wayne Enterprises, juga dikenal sebagai Wayne Corp dengan banyak divisi: Wayne Techonologies, Wayne Biotech, Wayne Foods, Wayne Shipping, dan seterusnya dan sebagainya.

Alternatif selain jadi superhero: Membuka lapangan kerja untuk anak muda

Bruce Wayne punya standar moral tinggi banget, sampai-sampai saya mikir dia gila. Dia enggak punya alasan untuk menjadi manusia kelelawar dan memperbaiki masalah-masalah di Gotham City. Kalau saja dia bisa rehat sejenak menjadi preman, mungkin dia bisa menyadari kekuatan kekayaannya. Coba bayangkan lapangan pekerjaan yang bisa dia sediakan di Gotham City. Kalau dia jago, dia akan membayar makelar dan pejabat-pejabat yang bisa mempengaruhi kebijakan legislatif dalam sektor-sektor pemerintahan, untuk meningkatkan kondisi yang dari awal memungkinkan tindak kriminalitas. Bayangkan gimana jadinya Gotham City kalau ada lebih banyak program rehabilitasi untuk kriminal remaja, dan memberikan kesempatan pada mereka untuk mempelajari keterampilan baru.

Tapi ya, kita harus akui komitmen Bruce Wayne Foundation pada anak-anak yatim piatu, yang digagas oleh ibunya Martha Wayne. Bruce Wayne bahkan mengubah setengah bagian rumah lamanya, Wayne Manor menjadi sebuah rumah yatim piatu. Tapi ya, meski sudah sukses begitu, si Bruce masa belum ngeh juga bahwa dia perlu menemui seorang terapis… jangan kelamaan mainan kostum gitu ah. Dia harusnya mengakui dan memanfaatkan sebagian besar kekayaannya untuk menyediakan layanan kesehatan mental di Gotham, terutama buat Joker-Joker dalam kota yang jelas-jelas enggak bakal mempan dipenjara doang. Dengan ketenarannya, Bruce bisa juga menjadi duta atau juru bicara soal PTSD, atau setidaknya mengimbau banyak anak muda berani membicarakan masalah-masalah mereka alih-alih mendekam di batcave.

Iklan

Charles Xavier aka Professor X

Kekayaan: US$3,5 miliar (Rp46 triliun)

Saya tahu, mengelola sekolah pasti butuh banyak uang, terutama kalau murid-muridnya mutan yang cenderung mudah merusak infrastruktur sekolah tiap harinya. Menurut estimasi, yang dibocorkan oleh musuhnya bernama Fantomex yang pernah meminta uang tebusan, Xavier memiliki kekayaan hingga Rp 46 triliun. Kalau soal uang, kita melihat trend yang amat familiar; warisan. Charles Xavier bisa punya segitu banyak uang berkat bapaknya (Brian Xavier) yang dulunya ilmuwan nuklir tajir. Dengan kekayaannya itu, dia mendirikan Xavier institute dan X-Men.

Alternatif selain jadi superhero: Mengakhiri diskriminasi rasial

X-Men paling bisa berempati dengan perjuangan kelompok minoritas apapun. Mereka menghadapi diskriminasi serupa karena berbeda, dan Charles tidak punya alasan untuk tidak membela kelompok minoritas. Dengan kekayaannya, dia bisa mendukung NAACP, #blacklivesmatter, ikut demo bersama warga Muslim dan suku asli di Amerika, atau gabung organisasi Yahudi. Memakai pengaruhnya, dia bisa menghapus diskriminasi rasial di seluruh dunia.

Peter Parker - Spiderman

Kekayaan: US$55.000 (Rp731 juta)

Sebelum bertemu Iron-man, Peter Parker tuh bokek banget. Pada mulanya dia bekerja di restoran pizza. Setelah itu, dia menjadi fotografer lepasan untuk Daily Bugle, mengambil foto… dirinya sendiri. Saya sih yakin editor saya bakal mikir itu enggak etis, tapi ya beginilah adanya. Dia kemudian menjadi guru sains di SMA (jurnalistik dan mengajar, ck ck ck) yang akhirnya meningkatkan penghasilannya menjadi Rp 731 juta.

Alternatif selain jadi superhero: Melunasi biaya rumah sakit Bibi May

Peter enggak punya bakat kongkow dengan orang-orang kaya. Jadi, yang bisa saya harapkan darinya adalah mengeluarkan sebagian penghasilannya untuk membantu Bibi May melunasi tagihan rumah sakit. Bisa juga sih dia sekalian menyumbangkan penghasilannya kepada organisasi penelitian ilmiah sembari menyelamatkan warga. Tapi yang paling penting, cobalah bertahan hidup, Pete.

T'Challa - Black Panther

Kekayaan: US$90,7 triliun (Rp1.205 T)

Lupakan perusahaan-perusahaan besar, si T'Challa ini mengelola negara (fiktif) bernama Wakanda di Afrika. Ini adalah satu-satunya tempat dengan penyimpanan logam yang disebut Vibranium, yang merupakan logam terkuat di bumi (harganya US$10,000 per gram). T'Challa ini, menurut estimasi, memiliki kekayaan hingga Rp 1.205.248 triliun (bingung kan, ngitungnya?) karena memiliki setiap logam tersebut.

Alternatif selain jadi superhero: Mengakhiri kelaparan di seluruh dunia

Sebagai pemimpin warga kulit hitam, dia semacam bertanggung jawab menghapuskan prasangka rasis yang mempengaruhi siapapun, termasuk di luar Wakanda. Dia memiliki dana untuk mendukung organisasi-organisasi seperti #blacklivesmatter yang mencakup masyarakat lebih luas. Di samping itu, dia juga bisa mengakhiri wabah yang menjangkit warganya dan warga dunia: kelaparan. Menurut PBB, krisis pangan di seluruh dunia membutuhkan dana sekitar US$30 miliar (sekitar Rp388 triliun) tiap tahunnya. Harusnya sih T'Challa rela menyumbangkan sebagian kekayaannya alih-alih jadi orang pelit yang mengisolasi diri.

Stephen Strange - Dr. Strange

Kekayaan: Tak terbatas

Dr. Strange memang bukan pemimpin perusahaan atau negara, tapi dia penyihir berkumis. Kemampuannya adalah memindahkan makhluk-makhluk dari dunia lain. Dia bisa bermanifestasi menjadi emas, yang pernah dia lakukan untuk melunasi hutang-hutangnya di masa lalu.

Alternatif selain jadi superhero: Membiayai penelitian kanker dan AIDS

Dr. Strange bisa menyalurkan (emas) virtual tak terhingga, dari makhluk-makhluk mahakuasa. Saya enggak paham deh apalagi yang dia tunggu, ketika jelas-jelas dia bisa mengakhiri kelaparan di mana-mana, mendanai obat untuk kanker, dan menghilangkan konsep kelas dengan kekayaannya. Di samping itu, dia memiliki kekuatan untuk merealisasikan hal-hal, dan sebagai dokter, dia harusnya ngurusin obat-obatan AIDS dan kanker.

Clark Kent - Superman splash_780-121.jpg

Kekayaan: US$72 miliar (Rp957 triliun)

Sekilas Clark Kent adalah jurnalis biasa-biasa aja untuk Daily Planet, koran top di Metropolis fiktif. Mengingat ini adalah salah satu kota paling kaya di semesta DC, Clark Kent pastinya tajir. Mirip-mirip lah dengan upah reporter New York Times. Selain alter egonya, Clark Kent sebenarnya adalah alien, dan karena previlese itu, dia bisa memiliki beberapa artefak alien yang mahal banget dalam standar manusia. Jangan lupa juga lho bahwa Superman bisa menciptakan berlian dari tembaga.

Alternatif selain jadi superhero: Bagi-bagi uang ke orang miskin di seluruh dunia

Kalau saja Clark enggak pelit memakai kekuatannya, dia bisa menciptakan banyak berlian dan membantu warga miskin di seluruh dunia. Ditambah lagi dengan kekuatan terbang dalam kecepatan tinggi, dia bisa memberikan uang tunai secara langsung dengan gaya bak Santa. Kalau dia mau tenang sedikit dan memikirkan hal yang lebih besar, dia bisa sadar akan prioritas lebih penting.

Reed Richards - Mister Fantastic

Kekayaan: US$12 miliar (Rp159 triliun)

Reed Richards tidak diwariskan segepok uang, pemasukannya murni dari hasil kerjanya. Dia berpindah antar semesta dengan kegeniusannya, melawan raksasa penghancur dunia, atau mempatenkan temuannya yang tak terhingga, sendirian atau bersama tim Fantastic 4. Richards adalah ahli teknik elektro dan mekanik, aerospace dan kimia, dan termasuk satu dari lima pahlawan paling cerdas di semesta Marvel.

Alternatif selain jadi superhero: Segalanya

Serius deh: segalanya. Orang ini bisa menyelamatkan nyawa seorang demi-god, tapi tidak bisa punya dedikasi yang sama terhadap nyawa sesama manusia? Dia punya otak yang mumpuni, koneksi bertebaran, dan yang jelas duit untuk menyembuhkan dan memperbaiki segala permasalahan di dunia ini. Tapi kok kelihatannya dia nrimo-nrimo aja dengan status quo? Orang ini bisa menciptakan apapun untuk situasi apapun namun menghabiskan waktunya pacaran sama perempuan kasat mata dan kongkow dengan cowok yang gampang panas.

Follow dan ajak ngobrol Noel Ransome soal komik di Twitter.