Percintaan

Penyelidikan VICE: Apakah Orang yang Ngechat Mantan Menyesali Tindakannya?

Berikut pengakuan beberapa orang yang tergelitik menghubungi mantannya lagi selama swakarantina.
AN
Diterjemahkan oleh Annisa Nurul Aziza
14.5.20
Tips Agar Tidak Menghubungi Mantan Setelah Putus
Foto ilustrasi: Sian Bradley 

Karantina seharusnya menjadi waktu yang tepat untuk buang jauh-jauh kenangan sama mantan. Tapi, yah, merasa kesepian terkadang bikin kita bertindak tanpa pikir panjang, seperti ngechat atau menelepon mereka lagi.

VICE menanyakan beberapa orang yang enggak bisa menahan dorongan untuk menghubungi bekas pacar. Ada yang merasa lebih baik setelahnya, tapi ada juga yang menyesal karena hasilnya di luar dugaan.

Viviana, 31, akhirnya menjelaskan kenapa minta putus

“Aku putus sama mantan setahun lalu, tapi kami enggak sempat membicarakannya baik-baik. Kami putus setelah hari jadi ketiga. Saat itu, aku enggak memberikan alasan kenapa minta putus. Aku akhirnya melakukan itu beberapa hari lalu.

“Aku ngechat dia. Aku bilang enggak bisa berhenti memikirkannya, dan aku mau kami ngobrol lagi. Aku meneleponnya beberapa hari kemudian. Aku menghubungi dia bukan karena bosan, tapi aku sudah merenungkan ini selama beberapa bulan terakhir. Aku butuh menenangkan diri sebelum menjelaskannya.

“Aku sangat bersyukur telah mengungkapkannya. Kami bisa menyelesaikan semuanya, seperti putus beneran. Sedih, sih, tapi seenggaknya jadi lebih jelas sekarang.”

Tedros, 34, menemukan foto bareng mantan

“Aku bersih-bersih rumah untuk mengusir bosan. Mendadak aku menemukan kotak berisi foto bareng mantan. Fotonya bagus, jadi aku menghubungi dia lagi. Aku cuma mau tahu kabarnya gimana karena aku masih peduli padanya.

“Aku mengirim fotonya dan bilang sudah lama enggak ngobrol. Aku lalu mengatakan kalau dia bisa meneleponku kapan saja. Semenit kemudian, aku menerima pesan suara darinya. Aku kaget untuk beberapa saat, tapi dia meresponsnya dengan baik. Dia bilang suka fotonya. Kami akhirnya satu jam ngobrol di telepon. Rasanya aneh, tapi senang juga. Aku enggak menyesal sama sekali melakukan itu. Kami saling follow di Instagram sekarang.”

Lisa, 28, menyesal karena mantan salah mengartikan chatnya

“Mantanku seorang dokter, makanya aku pikir enggak ada salahnya ngechat duluan. Aku memberitahunya kalau aku memikirkan dia, karena pasti hidupnya sedang penuh tekanan sekarang.

“Dia lalu menjawab, ‘Aku juga sering memikirkanmu!’ Aku enggak yakin dia paham apa maksudku sebenarnya. Aku baru memikirkannya setelah corona. Itu berarti kemarin-kemarin aku enggak peduli sama dia. Aku akhirnya enggak membalas chat dia.

Iklan

“Menghubungi mantan lagi bisa salah ditafsirkan, tapi aku merasa lebih baik setelah membaca chatnya. Jadi aku enggak menyesal sama sekali.”

Hannah, 26, butuh orang untuk mengurus tanaman

“Aku memutuskan pulang ke rumah orang tua setelah pandemi meletus. Aku takut sama batas jam malam di Berlin. Ini keputusan yang sangat spontan.

“Aku punya banyak tanaman di apartemen. Nah, berhubung mantan punya mobil dan masih memegang kunci apartemenku, aku pikir dia cocok menjadi pengurus tanaman untuk sementara waktu. Kebetulan banget dia habis pindah ke daerahku beberapa minggu lalu.

“Awalnya sempat canggung, tapi sekarang dia rajin mengirimi foto tanamanku. Aku masih santai sekarang karena jarak kami jauh, tapi nanti aku harus mengambil tanamannya. Aku pasti merasa enggak enak banget kalau harus menjauhinya lagi nanti. Tapi paling enggak, tanamanku tetap terawat sekarang.”

Ludwig, 31, cuma ingin memberikan kiriman surat ke mantannya

“Aku tinggal bersama mantan sampai kami putus. Beberapa minggu lalu, ada kiriman surat penting atas namanya. Makanya, aku menanyakan dia mau diambil ke apartemen atau enggak.

“Dia beneran datang, dan kami rutin menghubungi satu sama lain sejak saat itu. Sejujurnya, aku kesulitan menghadapi ini karena dia memutuskan hubungan setelah enam tahun bersama. Aku masih dalam fase mencari jati diri setelah putus. Aku rasa dia kepengin balikan lagi, tapi aku pribadi enggak mau menjalin hubungan sama siapa-siapa. Aku menyadari ini selama masa karantina.

“Mantanku pasti merasa kesulitan dengan karantina ini. Aku pikir kami berhubungan kembali karena dia butuh teman ngobrol. Andai saja tahu bakalan berakhir begini, aku enggak akan menyuruhnya mengambil surat itu.”

Artikel ini pertama kali tayang di VICE Germany