Okesip, Pandemi Belum Berakhir Giliran 21 Gunung Api di Indonesia Bersiap Erupsi

Pada 17 April 2020, Semeru erupsi melontarkan awan panas hingga 2 km. Sepekan sebelumnya, Anak Krakatau erupsi duluan. Semoga semua baik-baik saja di Negeri Cincin Api ini.
17.4.20
Semeru Meletus Rangkaian Gunung Cincin Api Indonesia
Gunung Semeru di kejauhan mengeluarkan awan panas. Foto oleh Arian Zwegers/via Wikimedia Commons/lisensi CC 2.0

Masih ingat info viral dentuman keras berkali-kali yang terdengar di seputaran Jabodetabek dan Sleman pekan lalu, sempat dikira dampak erupsi Anak Krakatau, tapi kemudian dibantah berbagai lembaga pemerintah? Sampai sekarang penyebab fenomena alam itu belum ketemu jawabannya, selain spekulasi soal aktivitas perut bumi di bawah nusantara dan teori "skyquake".

Artikel ini tidak memberi jawaban soal dentuman itu sih. Maaf ya. Tapi kami mau mengabarkan informasi yang lebih bikin waspada, karena dentuman itu bagaimanapun patut diduga akibat aktivitas dalam bumi. Ketika mayoritas penduduk negara ini sedang berdoa agar pandemi corona cepat enyah sebelum Lebaran, aktivitas vulkanik di bawah lapisan bumi nusantara sedang meningkat drastis. Terpantau 21 gunung berapi di seluruh Indonesia selama dua pekan terakhir aktif bersamaan. Erupsi Anak Krakatau (kalau ini dihitung jadi 22 gunung) seminggu lalu baru permulaan.

Terbukti, hari ini, Jumat 14 April 2020, Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur, mengalami erupsi pukul 6 pagi waktu setempat. Puncak tertinggi Pulau Jawa itu mengeluarkan material vulkanik dan awan panas hingga 2 kilometer dari kawasan puncak.

"Terjadi awan panas guguran sejauh 2.000 meter, pusat guguran sekitar 1.000 meter dari kawah ke arah Besuk Bang," menurut keterangan Kasbani, Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kasbani lewat keterangan tertulis yang dikutip CNN Indonesia.

Semeru sudah mengalami gempa, letusan, dan guguran lava berulang kali sejak 1 April lalu. Meski begitu, dari penilaian PVMBG, status Semeru untuk sementara tetap berada di Level II, biasa dijuluki Waspada. Belum perlu dilakukan evakuasi penduduk. Alasan Kasbani, karena capaian lava, hujan abu, maupun lahar dingin dari Semeru kemungkinan menjangkau area 4 kilometer dari kawah. Material perut bumi yang bisa memicu erupsi lebih besar juga tak nampak dari pengamatan kawah. "Tidak terdeteksi adanya peningkatan ancaman potensi bahaya," tandasnya.

Mengacu informasi dari situs magma.esdm.go.id, yang dikelola Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, bukan cuma semeru yang sedang dalam status 'waspada' sepekan terakhir. Setidaknya ada 18 gunung berapi aktif lainnya yang juga berstatus waspada. Sementara tiga gunung lain statusnya naik ke level III alias 'Siaga'.

Status ini bermakna sudah ada penampakan visual tumpukan material vulkanik di bibir kawah. Letusan besar bisa terjadi dalam kurun dua pekan. Ketiga gunung berstatus siaga itu Gunung Agung di Bali, Karangetang di Sulawesi Utara, serta Sinabung di Sumatera Utara.

1587119488609-Screen-Shot-2020-04-17-at-173047

Screenshot pantauan aktivitas gunung berapi di Indonesia dari situs magma.esdm pada 17 April 2020.

Seluruh gunung yang menggeliat aktivitas vulkaniknya itu berada dalam rangkaian cincin api (ring of fire) nusantara. Cincin Api, alias ring of fire, adalah istilah dari ilmuwan geologi untuk menjelaskan situasi kawasan sekitar Samudra Pasifik yang menjadi lokasi tumbukan tiga lempeng benua.

Indonesia termasuk dalam kawasan Cincin Api, karena menjadi titik pertemuan lempeng Indo-Australia, Eurasia, sekaligus Pasifik. Dampaknya di kawasan ini, termasuk Indonesia, akan selalu rawan erupsi gunung berapi, gempa, hingga ancaman tsunami.

Dalam kondisi semacam ini, masyarakat di sekitar gunung yang aktif diminta tidak panik, namun tetap bersiap hadapi kemungkinan terburuk. "Bagi seorang ahli gunung yang paling susah itu kan menentukan golden time," kata Ahli Vulkanologi Surono," saat dihubungi VICE Indonesia beberapa waktu lalu. "Memprediksi munculnya awan panas sampai letusan, agar warga tak terlalu lama di pengungsian, itu memang sulit sekali."

Berikut data 21 gunung yang berstatus level II dan III di seluruh Indonesia, merujuk data yang dikompilasi Bisnis.com:

  • Gunung Agung (Bali)
  • Karangetang (Sulawesi Utara)
  • Sinabung (Sumatera Utara)
  • Anak Krakatau (Lampung)
  • Banda Api (Maluku)
  • Bromo (Jawa Timur)
  • Dukono (Maluku Utara)
  • Gamalama (Maluku Utara)
  • Gamkonora (Maluku Utara)
  • Ibu (Maluku Utara)
  • Ili Lewotolok (Nusa Tenggara Timur)
  • Kerinci (Jambi dan Sumatra Barat)
  • Lokon (Sulawesi Utara)
  • Marapi (Sumatra Barat)
  • Merapi (DI Yogyakarta dan Jawa Tengah)
  • Rinjani (Nusa Tenggara Barat)
  • Rokatenda (Nusa Tenggara Timur)
  • Sangeangapi (Nusa Tenggara Barat)
  • Semeru (Jawa Timur)
  • Slamet (Jawa Tengah)
  • Soputan (Sulawesi Utara)