Pandemi Corona

VICE Menjawab Pertanyaan Paling Sering Di-Google Netizen Indonesia Selama Pandemi

Tiga ini termasuk yang paling ramai diketik: 'Kapan coronavirus berakhir', 'cara kerja di rumah dapat uang banyak', sampai 'bolehkah berhubungan seks selama pandemi.'
9.4.20
Pencarian Google Terpopuler di Indonesia: Kapan corona berakhir dan bolehkan berhubungan seks selama pandemi
KOLASE OLEH ILYAS RIVANI.

Berbagai misteri masih menyelubungi pandemi corona. Belum banyak yang bisa dipahami kalangan ilmuwan dari virus yang sangat gampang menular ini. Maka tak heran jika hampir semua orang menumpahkan rasa keingintahuan mereka lewat Google untuk mencari jawaban pasti.

Mencari jawaban lewat Google, asal ke sumber akurat, relatif lebih aman dibandingkan mencari informasi lewat WhatsApp grup berisi teman sekolah atau keluargamu, atau media sosial lain yang kadang dipenuhi informasi tanpa sumber jelas.

Iklan

Kewaspadaan ini penting, mengingat sekarang adalah momen ideal bagi penggemar teori konspirasi menyebar hasil cocoklogi mereka. Minimal Google punya filter yang menampilkan hasil pencarian dari sumber terpercaya seperti WHO, situs resmi pemerintah, atau media mapan.

Maka demi mempermudah usaha pencarian kalian, VICE merangkum pertanyaan yang kerap muncul di laman pencarian Google Indonesia seputar pandemi Covid-19. Dengan memakai fitur autocomplete, kata kunci yang kerap di-Googling netizen di ngara ini bisa ketahuan trennya.

Tapi harus diingat bahwa Google autocomplete bukan sistem akurat mengukur keingintahuan publik yang sebenarnya. Pada 2016 The Guardian pernah melansir laporan investigatif soal manipulasi Google Autocomplete.

Dalam artikel itu, dijelaskan bila kelompok sayap kanan Eropa sering ‘mempermainkan’ prediksi pencarian Google dan membentuk bias pertanyaan seperti ‘Hitler orang baik’ atau ‘Yahudi itu jahat’. Padahal, sejak 2011 Google mengaku tak lagi mengadopsi persoalan sensitif agama dan ras dalam prediksi pencariannya. Artinya, fitur autocomplete masih mungkin diakali.

Minimal, artikel ini berusaha mencari tahu, tema apa saja yang paling bikin orang Indonesia penasaran sama corona. Nah, berikut ini deretan pertanyaan yang kerap muncul di Google. Tenang, sebisa mungkin VICE bakal menjawabnya.

Apakah Covid-19 Sama dengan SARS dan Mers-Cov?

Mereka berasal dari keluarga yang sama: coronavirus. Tapi masing-masing punya karakteristik sendiri meski mirip. Dibandingkan keduanya, Covid-19 lebih cepat menular dari manusia ke manusia. Penyebarannya juga terbukti lebih luas. Lebih dari 150 negara melaporkan kasus Covid-19.

Iklan

Gejala Covid-19 juga lebih luas, di beberapa kasus pasien mengeluh kehilangan indera penciuman dan perasa, mual, diare, dan muntah.

Btw, kata kunci yang diketik di kolom Google lengkap banget yak. Berasa ikut ujian Bahasa Indonesia di sekolah :3

Obat Corona Ditemukan

Belum ada vaksin atau obat spesifik untuk Covid-19. Pemberian obat antivirus seperti opinavir, ritonavir, serta obat antivirus spektrum luas terbaru bernama remdesivir memang terbukti efektif sebagai pengobatan SARS dan Mers-Cov.

Tapi kondisi yang sama berlum terwujud buat Covid-19. Kemenkes dan badan pengawas obat-obatan AS (FDA) sekadar sepakat bahwa pemberian obat anti-malaria chloroquine bisa dipakai sebagai obat darurat, sampai vaksin atau obat spesifik telah dikembangkan dan aman.

Pada 17 Maret, produsen vaksin CanSino Biologics, di Tianjin, Tiongkok mengumumkan telah mengembangkan vaksin dan tengah mencari sukarelawan untuk percobaan klinis. Namun belum ada perkembangan terbaru soal vaksin ini.

Kapan Corona Berakhir?

Hanya alam yang tahu. Sepanjang manusia belum memutus mata rantai penyebaran virus dan vaksin belum ditemukan, Covid-19 punya potensi untuk terus menginfeksi dengan kelipatan dua. Jadi, katakanlah sebuah negara melaporkan tak ada lagi kasus baru, ada kemungkinan penularan gelombang kedua bisa terjadi. Seperti yang dilaporkan Tiongkok baru-baru ini. Belajar dari pandemi-pandemi yang pernah terjadi, butuh waktu berbulan-bulan atau tahunan sampai pandemi selesai.

Iklan

Oke, mungkin beberapa negara mengambil kekebalan kelompok, alias herd immunity, sebagai strategi. Tapi menurut Profesor Neil Ferguson dari Imperial College London, setidaknya butuh dua tahun sampai masyarakat punya imunitas terhadap Covid-19.

Hal ini juga tergantung dari penanganan secara serius oleh pemerintah Indonesia. Seberapa tegas pemerintah pusat dan daerah berkolaborasi menghadapi pandemi ini?

Kenapa Corona Mematikan?

Warga usia lanjut, apalagi yang punya komplikasi, adalah yang paling berisiko tertular Covid-19 yang bisa berujung pada kematian. Sebanyak 95 persen korban meninggal di Eropa adalah warga lansia. Tapi yang muda juga jangan jadi jumawa, masih ada risiko kematian membayangi jika tertular. Sebab semua tergantung imunitas tubuh.

Covid-19 mematikan sebab dia memicu gagal pernapasan. Virus corona menyerang seseorang lewat enzim ACE2, yang banyak ditemukan pada sel alveolar tipe 2 yang ada di paru-paru. Pada kasus parah, seorang pasien bisa mengalami hypoxemia, suatu keadaan ketika kadar oksigen dalam darah terlampau rendah.

Apakah Corona Menyebar Lewat Udara?

Para ilmuwan sepakat penyebaran Covid-19 adalah lewat droplet (cairan dari tubuh) ketika seseorang batuk atau bersin. Virus dalam droplet itu bisa bertahan pada permukaan benda selama 72 jam. Tangan yang terkontaminasi yang menyentuh mulut, mata, atau hidung dapat membuat seseorang tertular.

Namun sebuah studi di jurnal The New England Journal of Medicine menyebutkan Covid-19 bisa bertahan di udara selama tiga jam, meski jarak penularannya pendek (makanya perlu ada social distancing). Ada kemungkinan juga penularan bisa terjadi saat seseorang yang terinfeksi ketika berbicara. Semuanya memang masih diteliti, jadi sejauh ini kita hanya bisa berhati-hati.

Iklan

Kerja dari Rumah Menghasilkan Uang

Sekarang memang zaman susah. WFH juga bikin bosan, belum lagi biaya internet yang enggak diganti kantor. Bikin rugi. Tapi apa daya, WFH penting buat menekan angka penularan.

Tapi ada imbas lebih buruk dari pandemi ini. Lebih dari 200.000 karyawan di berbagai provinsi Pulau Jawa dirumahkan tanpa upah. Sementara lebih dari 30.000 terkena PHK. Banyak karyawan juga mengalami pemotongan gaji. Perekonomian dunia juga mengalami perlambatan signifikan.

Maka pertanyaan ini relevan ketika seseorang mencari tambahan duit di tengah pandemi. Beberapa perusahaan masih tetap beroperasi seperti biasa, jadi berburu pekerjaan lewat situs freelancer bisa jadi opsi.

Bolehkah Berhubungan Intim Selama Pandemi Corona?

Ini pertanyaan tricky di saat social distancing benar-benar harus diterapkan. Tricky karena masa inkubasi Covid-19 yang bisa 5-14 hari. Kadang seseorang yang tertular tak tahu dirinya membawa virus corona. Jadi gimana dong?

Pertama, Covid-19 tidak menular lewat cairan tubuh selain droplet. Jadi aman. Kedua, pastikan kedua tangan bersih dan mandi dulu sebelum beraksi. Ketiga, hindari berciuman dulu. Atau kalau mau pakai masker biar kinky.

Sanksi Pelanggaran PSBB

Jakarta tengah resmi menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) setelah Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto meneken surat permohonan yang diajukan Pemprov DKI Jakarta. Salah satu kegiatan yang paling terlarang adalah mengumpulkan orang dalam jumlah besar. Khitana, pernikahan, dan bermacam syukuran lain boleh digelar, tapi harus untuk keluarga inti saja. Bukan dengan cara perayaan mengundang banyak orang.

Belum ada aturan rigid mengenai sanksi terkait pelanggaran PSBB, tapi jika merujuk pada salah satu pasal Permenkes No 9 Tahun 2020 tentang karantina wilayah akibat penyakit, pelanggar bisa dihukum penjara maksimal satu tahun.