Game Legendaris

'FarmVille' yang Mengubah Konsep Game Online Jadi Mata Duitan, Pamit dari Facebook

Game Facebook ini mempopulerkan konsep transaksi mikro alias 'pay-to-win'. Developernya menganggap game tersebut tak lagi bisa dimainkan setelah 11 tahun, sehingga terpaksa offline.
'FarmVille' Tak Lagi Bisa dimainkan di facebook setelah berjaya 11 tahun
Sumber foto: arsip Zynga 

Semua hal yang populer pasti akan berakhir. Termasuk game online yang dulu dianggap tak tersentuh seperti FarmVille. Game yang beroperasi di platform Facebook ini menyita perhatian gamer awam, terutama sepanjang kurun 2009-2012. Sulit mencari orang yang tidak memainkan FarmVille.

Menurut pengembangnya, Zynga, FarmVille akan tutup buku dan hilang dari aplikasi Facebook selamanya pada akhir 2020. Apakah karena orang tak lagi suka memainkannya? Itu satu alasannya. Tapi ada satu lagi alasan lain, yakni lantaran Adobe berhenti mendukung format Flash. FarmVille adalah game berbasis Flash.

Iklan

“Selama 11 tahun yang luar biasa ini, kami terpaksa mengumumkan penghentian FarmVille di Facebook,” kata juru bicara Zynga lewat keterangan tertulis. “Adobe tidak lagi meng-update flash player di semua browser, karenanya, game kami di Facebook terdampak mulai 31 Desember 2020.”

Tanpa update terbaru flash player, FarmVille bakal tak bisa dimainkan. Facebook, bersama banyak perusahaan Internet lain, turut menyatakan tak lagi mendukung konsep Flash, merespons pengumuman Adobe.

Berakhirnya operasional FarmVille mengakhiri kerajaan bisnis game online yang pernah dikuasai Zynga. Developer ini satu dekade lalu amat digdaya. Selain FarmVille, mereka pun punya bintang lain bernama Mafia Wars dan Texas Hold’em Poker. Tiga game itu sama-sama memperkenalkan konsep transaksi mikro, yakni modus mengeruk duit betulan para pemain dengan fitur-fitur kosmetik dalam game. Ingin dapat item tertentu lebih cepat, atau nambah koin biar bisa main terus? Beli saja pakai uang betulan.

Pada awal 2010, konsep Zynga macam itu terhitung baru di industri game, meski bukan yang pertama. Game gratisan sebelumnya tak dibayangkan bisa menarik orang agar mau mengeluarkan duit untuk dapat item.

Btw, kalau kalian baru mengenal internet lima tahun terakhir dan tidak pernah pakai Facebook, maaf bila dari tadi baca artikel ini bingung. FarmVille adalah game simulasi bertani, bayangkan Harvest Moon tapi hanya bisa dimainkan di Facebook. Ada jeda panjang jika kalian ingin main lebih lama dari alokasi waktu gratisan.

Iklan

Kalian butuh item supaya bisa main lagi, dan item itu hanya bisa dibeli pakai Rupiah. Berkat konsep mata duitan itu Zynga menjadi pemain mobile game terbesar di 2013. Pendapatannya hanya dari FarmVille pernah mencapai US$1 miliar berkat transaksi mikro dalam game. Kini, transaksi mikro sangat lazim. Beli skin di PUBG keluar duit beneran, main game-game EA juga ditawari lootbox. Intinya, tren developer game makin mata duitan ini meningkat pesat satu dekade terakhir.

Tapi bukan berarti Zynga keluar dari bisnis game secara keseluruhan. FarmVille hanya hilang dari Facebook. Game sekuelnya seperti FarmVille 2: Country Escape, atau FarmVille 2: Tropic Escape, masih bisa dimainkan offline lewat iOS dan Google Play store.

Jadi kalau sekarang kalian main game di ponsel, lalu tiba-tiba ditawari beli koin pakai Rupiah supaya bisa terus main, ingatlah jasa FarmVille dalam mempopulerkan modus kayak gini. Ini game yang membuat banyak bocah menghabiskan uang ortu hanya demi terus main.

Artikel ini pertama kali tayang di VICE US