The VICE Guide to Right Now

Amazon Diboikot di India Karena Jual Celana Dalam dengan Motif Suci Bagi Umat Hindu

Masalahnya, barang serupa pernah memicu masalah sebelumnya. Tagar #BoycottAmazon akhirnya kembali mencuat pada 2020.
11.11.20
Amazon Diboikot di India Karena Jual Celana Dalam dengan Motif Suci Bagi Umat Hindu
Ilustrasi belanja online [kiri] oleh NordWood Themes via Unsplash; screenshot produk yang membuat umat Hindu marah di situs Amazon [kanan] via Twitter 

Amazon tampaknya gagal belajar dari kesalahan yang pernah dilakukan sebelumnya terhadap orang India di seluruh dunia.

Pada 2017, situs raksasa e-commerce untuk pasar Kanada menerima komplain bertubi-tubi dari konsumen asal Negeri Sungai Gangga, karena menjual keset bermotif bendera India.

Amazon sempat mendiamkan protes tersebut selama beberapa hari, tapi kemudian menghapus produk tersebut ketika Menteri Imigrasi Sushma Swaraj mengancam bakal mencabut izin kerja semua karyawan Amazon di India yang berkewarganegaraan asing.

Pada 2019, masalah serupa terulang. Tagar #BoycottAmazon mencuat, lagi-lagi disuarakan warga India. Pasalnya, situs Amazon untuk pasar Amerika Serikat menjual dudukan toilet dan handuk yang bergambar dewa-dewi suci bagi penganut agama Hindu.

Keledai tak mungkin jatuh ke lubang yang sama dua kali bukan? Maka Amazon jelas lebih buruk dari keledai. Bagaikan déjà vu, pada 10 November 2020, produk kontroversial bagi umat Hindu kembali dijual oleh Amazon. Kali ini biang keroknya adalah celana dalam dan baju renang bermotif Dewa Ganesha serta Om, simbol tersuci dalam keyakinan Hindu.

Dalam tagar #BoycottAmazon yang kembali trending di Twitter, banyak orang membagikan produk bermasalah yang mereka temukan di situs-situs Amazon berbagai negara. Manajemen Amazon kali ini segera merespons keluhan tersebut, berjanji akan menghapus produk yang menyinggung kepercayaan umat Hindu.

“Semua penjual di marketplace kami harus menaati aturan Amazon, sehingga semua produk yang melanggar akunnya akan langsung dihapus,” seperti dikutip dari pernyataan tertulis Amazon. Perusahaan Jeff Bezos itu berusaha menyalahkan sebagian penjual karena menawarkan produk yang menyinggung kepercayaan umat Hindu.

Namun, orang-orang India terlanjur kecewa. “Seandainya penjual itu tinggal di India, dia bisa langsung dikenai hukum pidana negara kami dengan ancaman penjara hingga 3 tahun,” kata Gaurav Goel, petinggi Partai Bharatiya Janata (BJP) yang kini berkuasa di India, dan dikenal berkat ideologi Hindu garis keras.

Setelah BJP berkuasa lebih dari delapan tahun, sentimen keagamaan makin menguat di India. Oktober lalu, sebuah merek perhiasan lokal, Tanishq, mengalami boikot online serupa gara-gara menampilkan iklan dengan sosok perempuan Hindu menggelar upacara siraman bersama mertuanya yang beragama Islam.

Unilever India turut jadi sasaran kelompok reaksioner Hindu pada Maret 2019. Snapdeal, perusahaan lokal yang memakai jasa aktor legendaris Aamir Khan sebagai bintang iklan, sama-sama jadi korban boikot macam ini. Ormas hindu setempat marah karena Aamir mengkritik peningkatan kasus-kasus intoleransi di India.

Follow VICE di Twitter.