Mengunjungi Kediaman Pria yang Mengoleksi Benda Dari Seluruh Dunia

Mengunjungi Kediaman Pria yang Mengoleksi Benda Dari Seluruh Dunia

Kami ulangi ya. Semua jenis benda, mulai dari memorabilia unik hingga Roller Coaster dan rongsokan pesawat ulang alik. Kan kami sudah bilang Lonnie Hammmargren punya semuanya.
27.3.17

Artikel ini pertama kali tayang di VICE New Zealand.

Dia pernah menjabat sebagai Wakil Gubernur Nevada, Amerika Serikat, serta lama berprofesi sebagai dokter syaraf. Lonnie Hammmargren, nama lelaki itu, sekarang menghabiskan hidup mengoleksi hampir semua barang dari seluruh dunia. Jangan tanya lagi apa jenisnya. Kalau dibilang semua, ya berarti semua benda. Mulai dari roller coaster, properti syuting film, hingga bangkai pesawat ulang alik.

Lonnie Hammmargren bagaikan lelaki yang datang dari masa lalu. Perawakan dan tingkah polahnya mirip Presiden AS Teddy Roosevelt. Seperti mendiang Teddy Roosevelt, Hammmargren seakan bosan berada di dunia. Kesan ini baru luntur tatkala anda berkunjung ke rumah pribadinya—sebuah art-house merangkap sarang hasil koleksi yang mengerikan saking banyaknya. Hammmargren memiliki catatan karir yang luar biasa. Profesinya sempat berganti-ganti. Dia sempat jadi tentara yang dikirim ke Perang Vietnam, dokter penerbangan untuk NASA, ahli bedah di gelanggang tinju Vegas, hingga jadi wakil gubernur Nevada. Catatan karirnya yang ekletik sepertinya bisa menandingi keragaman koleksi barang yang dia tumpuk di rumah.

Hammmargren mulai mengoleksi berbagai macam memorabilia sejak dia membeli kompleks terdiri dari tiga rumah yang diberi nama "Castillo del Sol" di Kota Las Vegas pada 1972. Saat diwawancarai sebuah seri dokumenter beberapa waktu yang lalu, Hammmargren mengaku sejauh ini dia menghabiskan $10 juta demi memuaskan hobinya mengumpulkan memorabilia. THammmargren yang kini berusia 79 tahun, mengakui hidupnya di masa pensiun justru dibayangi utang menumpuk. Dalam waktu dekat Hammmargren dan istrinya berencana mengurangi isi kastil mereka yang penuh sesak itu, lalu berencana tinggal di rumah paling kecil dalam kompleks itu. Castillo del Sol biasanya hanya hanya dibuka untuk umum saat [Nevada Day](http://Dalam waktu dekat Hammmargren dan istrinya berencana ). Karena itulah saya bisa dibilang beruntung. Hammmargren setuju mengajak saya berkeliling Castillo del Sol, sebelum dia dan istrinya mengurangi isi istana penuh pernak-pernik unik dari seluruh dunia tersebut.

Lonnie memainkan piano yang dulu pernah dimiliki musisi legendaris Liberace

Tur dimulai dari pintu masuk utama rumah Hammmargren. Dari sini, saya sudah merasakan kontradiksi dalam diri Hammmargren. Tur baru berjalan sekian detik tatkala pria berumur 79 tahun ini membentak seseorang via ponselnya. Sejurus kemudian, dia menyebut kawan lamanya sebagai "bedebah" dan memainkan "The Johnson Rag" di sebuah piano tua yang pernah dimiliki Wladziu Valentino Liberace, pianis legendaris Amerika Serikat.

Saya kehabisan kata-kata menggembarkan betapa sesaknya rumah Hammergren diisi jutaan memorabilia. Tiap sudut rumah dan rak dipadati mainan yang dijejalkan sekenanya. Beberapa kolektor lain yang dikenal publik paling banter menumpuk kliping koran yang ujungnya menyentuh atap kamar. Hammmargren menumpuk dan memenuhi halaman rumahnya dengan benda-benda yang bagi orang lain dianggap rongsokan.

Miniatur New York sebelum Tragedi serangan teroris 9/11

Hammmargren menuntun saya melewati tumpukan koleksinya yang menjulang, naik turun tangga, menyebrangi tangga kapal, termasuk melewati catwalk. Sembari terus dituntun oleh si empunya rumah, saya merasa rumah ini mungkin manifestasi nyata dari prinsip 'kalau kamu ingin semua beres, kamu harus melakukannya sendiri." Begitulah yang terjadi. Hidup Hammmargren, dan obsesinya mengoleksi bermacam benda, adalah hasil dari segala macam impian semasa muda yang gigih dia wujudkan.

Tak butuh waktu lama bagi saya memahami selera humor politik Pak Tua Hammmargren. Mantan dokter itu memiliki lusinan (kalau bukan ratusan) topeng lateks. Lucunya, semua topeng itu ditempatkan sedemikan rupa pada manekin dan boneka dalam berbagai macam pose. Wujud boneka itu segera mengingatkan orang pada politikus Amerika Serikat, kebanyakan anggota Partai Demokrat. Cara dia menyusun manekin itu mengingatkan saya pada humor satir yang lazim ditemui di setiap eksemplar MAD Magazine yang terbit era 1950-an, ketika bentuknya masih berupa buku komik.

Bagan perbandingan sejarah Katolik dan Mormon di depan miniatur Taj Mahal.

Ngomong-ngomong soal haluan politik, Hammmargren termasuk kaum moderat, tak terlalu ke kanan atau ke kiri. Namun haluan politiknya didasarkan pada bukti-bukti ilmiah dan kritik pada kebijakan tertentu. Tak ada kaitannya sedikit pun dengan agama tertentu, seperti dianut politikus kanan AS masa kini. Hammmargren memiliki sebuah gereja kecil di halaman depan rumahnya, uniknya dia "tak mempercayai agama Kristen atau agama lainnya" karena inti ajarannya terdengar "seperti omong kosong belaka." Sekalipun begitu, Hammmargren mengakui bahwa prinsip utama ajaran Buddha lumayan keren.

Ketertarikan mendalam Hammmargren pada sains terlihat tatkala kami ngobrol tentang perjalanan luar angkasa. Ketika masih bekerja untuk NASA, Hammmargren berteman dekat dengan kosmonot Alexey Leonov. Mereka berdua merancang sebuah model kapal ulang alik, menyakinkan Buzz Aldrin agar mau mencobanya. Dari jutaan benda yang dia punya, koleksi yang paling dia banggakan adalah kapsul roket asli milik NASA untuk misi Saturnus.

Kalau ada topik lain mendekati kecintaanya pada petualangan luar angkasa, maka itu adalah perhatian sentimentilnya pada Nevada dan Las Vegas. Berbagai memorabilia dari masa Las Vegas dikuasai geng Mafia bergeletakan di sana-sini. Roller coaster—yang terlah dilepaskan dari landasannya yang tinggi—kini menghuni atap rumahnya. Debu gurun tebal menutupi permukaan dan boneka-boneka yang ada di bangku roller coaster. Bagi Hammmargren, Vegas yang layak dicintai hanyalah Vegas pada masa lalu. Dia tak peduli sedikitpun pada Vegas yang sekarang dikuasai para miliarder AS. Hammmargren lebih bersemangat membahas pemotor akrobatik Evel Kneivel yang pernah melompati pancuran air di Ceasar Palace dibanding isu-isu terkini.

Di sela-sela obrolan, akhirnya saya nekat bertanya bagaimana dia bisa mengumpulkan sekian banyak barang tanpa harus, katakanlah merampok bank. Dia menjawab enteng, "sekarang sih orang-orang yang datang menawarkan barang ke rumah saya."

Lalu, bagaimana kalau Hammargren mengincar barang yang tak ditawarkan orang padanya? "Biasanya saya bilang ke orang itu, 'kamu bakal keluar banyak uang buat merawat barang ini lho, jadi mendingan kasih ke aku aja.'"

Tiap benda yang nangkring di kediaman Hammmargren punya latar belakang cerita yang dijamin bikin kita pusing tujuh keliling. Sebenarnya, jika diizinkan, aku bisa saja tinggal di rumahnya yang luas itu; menelusuri semua lembaran kertas kuno, patung-patung tinggi menjulang, dan semua pernak-pernik sepele lainnya. Saya membayangkan, tugas membuat katalog semua koleksi pria gila ini bakal jadi pekerjaan mengasyikan sekaligus menantang. Di sisi lain, saya tampaknya lumayan menyita waktu Hammmargen hari itu. Ada baiknya semua koleksinya dibiarkan berserakan seperti ini saja. Menyusuri semua memorabilia tersebut—apalagi mendatanya satu persatu—hanya bakal mengurangi keunikannya.

Sebelum saya cabut dari kediaman Hammmargren, saya sempat melontarkan pertanyaan  tentang rencananya 'pindah' rumah. Apakah keputusan itu bakal membuatnya berhenti mengoleksi barang-barang dari seluruh dunia. "Aku sih bilangnya gitu ke istri," ujarnya. "Tapi ya lagi-lagi, aku bohong lah."

Patung Elvira, sang Ratu Kegelapan di Neraka

Kostum C-3PO dari film Star Wars yang terbengkalai

Tempat favorit Lonnie mengamati lingkungan sekitar

proyek yang masih berjalan

Batmobile asli keluaran 1966

roller coaster Stratosphere