FYI.

This story is over 5 years old.

Pilkada Kabupaten Bekasi

Kita Sepakat Obama Kalah dari Dhani, Mari Bermimpi RHCP Manggung di Bekasi

Tapi, jangan terlalu berharap ya. Calon petahana Kabupaten Bekasi juga mengaku menang di hitung cepat.

Salah satu rockstar paling kontroversial di Indonesia berpeluang menjadi wakil Bupati di kabupaten paling di-bully di seantero Indonesia: Bekasi.

Ahmad Dhani, dan pasangannya Calon Bupati Sa'aduddin, memimpin dengan marjin 2,3 persen dalam pilkada kabupaten Bekasi yang digelar serentak pada 15 Februari. Klaim ini didasarkan pada hasil hitung cepat tim suksesnya. Tapi belum apa-apa, sanggahan muncul dari rival mereka, calon petahana Neneng Hasanah Yasin dan Eka Supriatmaja (YES). Pihak Neneng YES mengatakan bahwa hasil hitung cepat dari Jaringan Survey Indonesia (JSI) menunjukkan hasil yang jauh berbeda—pasangan SAH tertinggal 17 persen.

Iklan

Baik pihak SAH maupun Neneng YES kukuh bertahan dengan klaim masing-masing. Alhasil, pemilih di kabupaten Bekasi harus memilih salah satu dari kedua pihak itu. Pilihan yang berat sepertinya. Terlepas dari perbedaan hitung cepat, kedua pihak tampaknya setuju bahwa lawan mereka Obon Tabroni yang berpasangan dengan Bambang Sumaryono—dikenal dengan singkatan keren "Obama"—cuma berhasil menempati posisi ketiga dalam pemilihan tempo hari.

"Kalau enggak ada money politic dan kecurangan, (kami) pasti menang," kata Dhani sesumbar pada media massa  sebelum pilkada digelar  "Siapa calon yang lebih keren? Kan enggak ada. Lawan yang paling berat kan petahana, yang paling kaya. Mudah-mudahan Bekasi kali ini mendapatkan pemimpin yang terbaik, bukan yang terkaya."

Terbukanya peluang menduduki posisi wakil bupati Bekasi membuat nasib Dhani berubah 180 derajat. Dua bulan lalu, Dhani dituduh menjadi salah satu perencana makar untuk menggulingkan pemerintah yang sah. Dhani, yang kerap pedas mengkritik Ahok, awalnya berniat maju menantang Ahok dalam Pilgub Jakarta 2017. Namun, Dhani lekas mengarahkan sasarannya ke Bekasi, menjadi partner bagi Sa'aduddin.

Meski tercatat sebagai warga Jakarta Selatan, Dhani berjanji akan pindah ke Bekasi. Pendiri band Dewa ini mengaku sudah mengincar sepetak tanah di desa Bojongmangu. "Saya suka view-nya. View-nya bagus. Saya nggak suka perkotaan, lebih suka desa," ujarnya. Dhani memang sudah beberapa kali mengancam akan pindah ke Bekasi. Kepada awak media, Dhani mengaku sangat membenci Ahok dan bakal segera angkat kaki ke Bekasi jika Ahok keluar sebagai pemenang dalam pilgub Jakarta 2017. "Kalau Ahok ternyata menang nanti, enggak mungkin aku kenang," ujarnya pada media. "Aku akan pindah ke Bekasi."

Iklan

Belakangan, alasan yang dibutuhkan Dhani untuk tinggal di Bekasi makin kuat. Tak lama setelah hasil hitung cepat diumumkan, netizen mulai beramai-ramai membercandai peluang Dhani memang di Bekasi. Di dunia maya, Bekasi adalah meme yang tak pernah kering. Daerah di pinggir Jakarta ini sering diolok-olok sebagai daerah antah berantah—daerah yang identik dengan jalan-jalan yang kotor dan giliran pemadaman listrik yang konsisten. Tak ayal, rencana Dhani mengincar jabatan di Kabupaten Bekasi jadi sasaran empuk ejekan netizen.

Tentu saja, ini bukan pertama kali Dhani dibully. Rocker kontroversial ini pernah dirundung masal gara-gara menggunakan seragam Nazi dalam sebuah video kampanye Prabowo Subianto saat pemilihan presiden 2014 silam. Dia juga pernah kedapatan berjanji di twitter bakal potong kemaluan jika Jokowi berhasil jadi orang nomor satu di Indonesia. Nyatanya, Jokowi menang dan Dhani lekas mengklaim bahwa ada yang mengedit cuitannya, menuduhnya sebagai hoax. Tapi, penyataan tak cukup untuk mencegah unjuk rasa kecil yang terjadi di depan rumahnya. Beberapa perempuan dalam unjuk rasanya tersebut membawa karton bertuliskan "potong, potong, potong."

Dhani toh tak pernah kapok bikin janji-janji mulut. Beberapa hari sebelum pilkada Bekasi, Dhani kembali berulah. Kali ini, Dia menjanjikan bakal membawa Red Hot Chili Peppers manggung di Bekasi jika memang. Lagi-lagi, ulah Dhani segera dijadikan bahan lawakan empuk di dunia maya. Poster palsu yang menyandingkan Bekasi dengan Lollapalooza langsung viral di internet. Poster tersebut mengklaim Anthony Kiedis dkk bakal beraksi di Bekasi 18 Maret mendatang. Di hari yang sama band funk rock kelas atas itu dijadwalkan manggung dalam konser yang sold out di Vancouver, 13.000 kilometer jauhnya dari Bekasi.

Sampai sekarang, belum jelas cara apa yang ditempuh Dhani untuk mengatasi masalah bentrok jadwal ini. Yang pasti sudah jelas adalah penghitungan suara masih berjalan. Rival mereka, Neneng YES meyakini tak mungkin SAH keluar sebagai pemenang pilbub.

"Pilkada sebelumnya juga seperti ini, tapi nyatanya kita yang menang," ujar Neneng kepada awak media. "Kita tunggu saja hasil penghitungan resmi dari KPUD Kabupaten Bekasi."
Sampai artikel ini dilansir, Dhani masih tetap bungkam tentang hasil pilkada Bekasi walau sempat mencuit di twitter bahwa Ahok bakal terjungkal di putaran kedua karena pemilih muslim akan mendukung Anies Baswedan.

Dhani mungkin masih bungkam. Walaupun, bisa saja dalam hati Dhani berusaha menguatkan diri melihat hitung cepat lalu bernyanyi " Aku tetaplah aku". Dan ingat-ingatlah kalian, yang memilih maupun tidak, jangan sampai terlalu berharap RHCP manggung di Bekasi.