Belanda Akan Melarang Perempuan Muslim Mengenakan Burqa
Foto oleh Getty Images

FYI.

This story is over 5 years old.

Berita

Belanda Akan Melarang Perempuan Muslim Mengenakan Burqa

RUU diskriminatif itu didukung 132 anggota parlemen. Politikus sayap kanan rasis Geert Wilders menyambut baik keputusan legislator.

Artikel ini pertama kali tayang di VICE News. Parlemen Belanda melalui voting mengesahkan larangan penggunaan burqa di ruang publik. Dalam pemungutan suara yang berlangsung Kamis, 1 Desember, beleid larangan mengenakan burqa di ruang publik mendapatkan 132 dukungan dari total 150 anggota parlemen Negeri Kincir Angin. Artinya dalam waktu dekat perempuan muslim terancam dilarang mengenakan burqa atau niqab di gedung pemerintah, sekolah, dan dalam transportasi publik.

Iklan

Angota kabinet pemerintahan Belanda memberikan dukungan gerakan pelarangan ini karena memandang pentingnya aparat hukum dan setiap warga "berinteraksi tatap muka" di tempat yang memiliki tingkat pengaman tinggi, seperti bandar udara.

Rancangan undang-undang ini masih harus dibahas dulu di Senat sebelum disahkan menjadi undang-undang.

Beleid yang sama akan melarang penggunaan penutup muka lainnya termasuk balaclava dan masker ski. Tetap saja, target utama undang-undang ini adalah jenis hijab khusus yang digunakan sebagian perempuan muslim. Sebelumnya, anggota parlemen Belanda pernah mengajukan RUU larangan serupa beberapa tahun lalu. Namun usulan itu ditolak karena dinilai terlalu ekstrem dan diskriminatif.

Menurut perkiraan BBC, Jika beleid pelarangan diterapkan, sebenarnya hanya ada 100-400 perempuan muslim di Belanda yang menjadi target kebijakan ini. Ancaman denda yang dibebankan pada perempuan yang nekat mengenakan burqa di ruang publik bakal dikenai denda sebesar $541 (setara dengan Rp7,7 juta).

Dalam sebuah pernyataan kepada surat Kabar The Telegraph, Tunahan Kuzu selaku anggota parlemen Belanda menentang beleid ini. "Memalukan sekali jika kita menyingkirkan dan mengisolasi perempuan karena pakaiannya dianggap menimbulkan keresahan bagi sebagian warga," kata Kuzu.

Sementara itu, politikus kanan ekstrem Geert Wilders menyambut baik keputusan parlemen belanda yang sepenuhnya didukung oleh partainya, PVV. Meski demikian, Wilders merasa apa yang dicakup dalam beleid masih belum cukup.

Today the Dutch parliament approved a partial burka ban.

After the elections next March I will implement a full burka ban.#deislamize
— Geert Wilders (@geertwilderspvv) November 29, 2016

Belanda akan menggelar pemilu pada Mei 2017. Jajak pendapat termutakhir menunjukkan Wilders dan partainya yang berhaluan kanan ekstrem sangat diunggulkan. Wilders dikenal sebagai politikus yang kerap mengeluarkan kecaman terhadap Islam. Kini, dia sedang menunggu putusan pengadilan yang mendakwanya sebagai pelaku ujaran kebencian. Proses pengadilan ini digelar karena Wilders mengusulkan dan mengampanyekan pembatasan jumlah imigran yang dibolehkan datang ke Belanda.

Wilders adalah seorang pendukung presiden terpilih Amerika Serikat, Donald Trump. Tak tanggung-tanggung, wilders sampai mencuri slogan kampanye Donald Trump untuk meraih simpati kalangan sayap kanan Belanda.

And after the Dutch elections on March 15, 2017

I Will Make The Netherlands Great Again#MakeTheNetherlandsGreatAgain pic.twitter.com/rZXo1QpOy0
— Geert Wilders (@geertwilderspvv) November 6, 2016