Perusak Kebahagiaan

Maraknya Pertandingan Sepakbola Ternyata Berdampak Buruk Pada Lingkungan

Piala Dunia, menurut penulis kolom nyebelin ini, menyumbang polusi ke planet bumi. Adakah solusi supaya hobi kita nonton bola lebih ramah lingkungan?
3.7.18
Nih contoh suporter sepakbola yang bisa akrab sama penguin di Piala Dunia Afrika Selatan 2010. Photo: Splash News / Alamy Stock Photo

Kolom "Perusak Kebahagiaan" adalah rubrik VICE mengulas berbagai hal yang kamu sukai secara menyebalkan dan provokatif. Sebab, kolom ini akan membicarakan efek hobimu itu yang berdampak buruk buat Planet Bumi. Selamat membaca!


Apa yang akan dibahas kali ini?
Piala Dunia sepakbola.

Oke gue awam olahraga. Piala Dunia tuh apaan?
Acara pertandingan olahraga internasional yang diadakan empat tahun sekali, melibatkan dua tim beranggotakan sebelas pria yang berlari-lari di tengah lapangan untuk rebutan bola dan memasukkannya ke gawang lawan.

Piala Dunia bisa didaur ulang enggak sih?
Sudah jelas tidak bisa. Barang-barang yang digunakan saat bermain sepakbola, mulai dari bola, stadion dan seragam pemain, juga tidak bisa didaur ulang.

Seberapa Buruk Sih Dampak Merusak Sepakbola?

Tahukah kalian betapa gelaran Piala Dunia yang diorganisir FIFA itu berdampak sangat buruk bagi Bumi?

“Sepakbola membawa dampak yang sangat buruk bagi lingkungan,” ungkap Phillip Perstitch, seorang konsultan di perusahaan pengukur jejak karbon Carbon Trust. “Bahan baku yang digunakan untuk membuat bola, energi yang dikeluarkan saat proses pembuatan, proses pengangkutan bahan baku dan bolanya tidak bagus untuk bumi. Saat membuat bola, sebagian besar bahan bakunya berasal dari sumber daya alam, seperti minyak.”

Bagaimana dengan seragam timnas Nigeria yang sangat digemari orang dan terjual habis di Nike Town? Seberapa buruk dampak pembuatan seragam sepakbola terhadap sumber daya alam Planet Bumi?

Iklan

“Kebanyakan seragam olahraga terbuat dari bahan sintetis ringan, biasanya poliester. Poliester termasuk jenis plastik PET. Itu berarti bahan baku utama seragam berasal dari minyak,” kata Phillip. “Dampaknya terjadi saat kita mengeruk minyak dari tanah dan mengubahnya menjadi plastik, atau mendaur ulang plastik bekas menjadi bahan baru. Energi yang dikeluarkan saat mengubah plastik menjadi serat poliester dan menjahit baju juga ada dampaknya. Belum lagi proses mewarnai pakaiannya. Selain itu, udara bisa tercemar akibat emisi gas saat proses pengangkutan bahan baku dan seragamnya.”

“Pakaiannya hanya diproduksi sekali, tapi akan dicuci berulang kali. Itu artinya kita sangat membuang-buang air. Banyak juga energi yang terbuang jika kita mencucinya pakai mesin cuci,” imbuh Phillip.


Tonton dokumenter VICE mengenai para suporter sepakbola Rusia yang ditakuti karena doyan berantem dan latihan MMA sebelum ke stadion:


Bagaimana sama acara pertandingannya? Penggemar yang menonton langsung sangat berkontribusi dalam kerusakan alam.

“Kita tidak bisa memastikan seberapa besar dampaknya,” ujar Phillip. “Tapi yang pasti, penggemar memerlukan kendaraan untuk mencapai stadion. Asap kendaraan bisa menyebabkan polusi udara. Dari sini kita bisa lihat kalau penonton adalah faktor penting yang memengaruhi rusaknya lingkungan.”

Dia juga menambahkan: "Waktu kami mengukur jejak karbon laga Community Shield antara Manchester United melawan Wigan Athletic tahun 2013 di Wembley Stadion, temuan kami menunjukkan bahwa jejak karbon dari penggunaan energi dalam stadion setara sekitar 60 ton CO2, sementara jejak karbon yang ditinggalkan penyuka sepakbola yang bepergian jauh buat nonton sepakbola mencapai 5.000 ton.”

Selisihnya besar sekali memang. Jadi, walaupun Piala Dunia dipandang sebagai hajatan besar sepakbola yang menyatukan umat manusia, jangan-jangan Piala Dunia justru merusak planet yang kita tinggali ini?

"Dalam skala yang luas, sebuah turnamen sepakbola yang dihelat empat tahun sekali bukanlah faktor yang punya kontribusi yang terbesar dan penting dalam perubahan iklim,” kata Phillip. “Tapi bepergian dengan pesawat terbang adalah aktivitas yang meninggalkan banyak jejak karbon—salah satu aktivitas paling signifikan dilakukan seorang individu dalam perubahan iklim planet ini. Makanya, kalau ada ribuan orang yang terbang jauh-jauh untuk menyaksikan tim kesayangan beraksi di Piala Dunia, maka menambahkan jumlah emisi karbon yang cukup signifikan. Piala Dunia hanyalah satu contoh dampak lingkungan dari pariwisata, yang akhir-akhir ini ditaksir menyumbang 8 persen emisi gas rumah kaca di dunia.”

Terus apa dong solusinya?

"Salah satu solusi terbaik yang bisa kita lakukan untuk mengurangi dampak buruk Piala Dunia bagi bumi adalah dengan bepergian bersama-sama,” jelas Phillip. “Bepergian bersama-sama teman atau sesama fan sepakbola bisa mengurangi dampak buruk tiap individu pada planet ini. Dan nonton pertandingan sepakbola di kafe, atau di rumah teman adalah keputusan yang bijak karena artinya ada lebih banyak orang yang nonton pertandingan sepakbola lewat satu layar dalam satu ruangan dan akhirnya kita bisa menghemat penggunaan energi.”

Phillip juga mengimbuhkan: "Minum bir di kafe selagi nobar pertandingan sepakbola adalah aktivitas yang lebih efisien, sebab jejak karbon yang ditinggalkan bir lebih rendah dari bir botolan atau kalengan yang kita tenggak di rumah.”

Jadi, nobar bersama teman-temanmu sambil minum bir di kafe adalah kegiatan yang menguntungkan lingkungan hidup? Enggak segitunya sih, tapi minimal ini cara paling menyenangkan sembari mengurangi dampak buruk umat manusia pada Bumi.

Follow penulis artikel ini di akun @tom_usher, tolong jangan bully dia ya para pecinta sepakbola!