Kecelakaan Pesawat

Para Pakar Yakin Pilot MH370 Punya Niat Bunuh Diri

Ditemukan bukti yang mengungkapkan bahwa Kapten Zaharie Ahmad Shah sempat mengudara di atas wilayah Penang, kampung halamannya, sebelum pesawat hilang misterius.
Pesawat Malaysia Arilines via Wiki Commons

Pesawat Malaysia Airlines MH370 rute Kuala Lumpur-Beijing dilaporkan menghilang pada 8 Maret 2014. Pesawat dikabarkan melenceng dari jalur penerbangannya, menuju arah barat daya sampai akhirnya maskapai udara berisi 239 penumpang itu terjatuh di lokasi paling terpencil di Samudera Hindia.

Larry Vance, penyidik kecelakaan pesawat, memperoleh kesimpulan yang mengejutkan. Ia menjelaskan bahwa “kecelakaan pesawat MH370 disengaja dan sudah direncanakan.”

Iklan

TV show Australia 60 Minutes mengumpulkan lima pakar dari beberapa negara untuk membahas penyelidikan mereka pada Minggu malam. Meskipun mereka berbeda pandangan pada poin-poin tertentu, tetapi kelima pakar tersebut membuat satu skenario bahwa pilot Malaysian Airlines, Kapten Zaharie Ahmad Shah, tidak menerbangkan pesawat sesuai rute dan menenggelamkannya ke lautan.

Awalnya mereka menunjukkan kalau sistem komunikasi pesawat sengaja dimatikan sebelum melintasi Thailand dan Malaysia, dan menuju selatan. Pengawas lalu lintas udara sama sekali tidak mendapatkan komunikasi atau panggilan darurat.

Bukti bahwa MH370 melintasi Penang, kampung halaman pilot, dikemukakan oleh pilot senior dan instruktur Simon Hardy. Sama seperti pilot lainnya yang menukikkan sayap agar penumpang bisa melihat landmark populer, Hardy yakin kalau Zaharie Ahmad Shah ingin melihat kampung halaman untuk terakhir kalinya.

Sedangkan Larry Vance menemukan bukti yang terdampar di Pulau Réunion, Samudra Hindia pada 2015. “Flaperon” MH370, kontrol permukaan sayap pada pesawat, ditemukan dalam keadaan utuh, menunjukkan kalau pesawat menabrak air secara perlahan dan terkendali.

Dalam artikel yang diterbitkan the Australian Selasa lalu, Vance menjelaskan bahwa pesawat seharusnya hancur berkeping-keping saat jatuh ke lautan. “Ketika Swissair 111 menabrak lautan dengan kecepatan tinggi di Nova Scotia, pesawatnya meledak dan hancur karena tekanan hidrodinamik,” tulis Vance. “Dalam kasus MH370, flaperon sayap kanan pesawat ditemukan dan utuh. Itu artinya pilot masih mengendalikan pesawat sebelum menjatuhkannya.”

Pernyataan Vance pada 60 Minutes, artikelnya, dan bukunya yang akan terbit mengindikasikan kalau Kapten Zaharie Ahmad Shah dengan sengaja menurunkan tekanan pesawat, membuat penumpang dan awak kapal tidak sadar, dan menjatuhkan pesawat ke lokasi terpencil yang tidak pernah bisa ditemukan.

Meskipun hasil medis telah menunjukkan Kapten Shah tidak mengalami gangguan kejiwaan, tim penyidik menemukan simulator penerbangan di rumahnya, dengan file yang dihapus termasuk praktik penerbangan di wilayah Samudra Hindia.

“Hilangnya MH370 bisa disebabkan karena ada atau tidak adanya tindakan kriminal,” tulis Vance. “Bukti-bukti memvalidasi kalau kecelakaan ini dengan sengaja dilakukan oleh seseorang. Dalam hal ini, pilot lah tersangkanya.”