SEA Games Akhirnya Resmi Perlombakan eSport untuk Perebutan Medali Emas

Dalam SEA Games 2019, sebagian game yang dipertandingkan adalah 'Dota 2', 'Tekken 7' dan 'Mobile Legends'.
4.4.19
SEA Games 2019 Akhirnya Resmi Perlombakan eSport untuk Perebutan Medali Emas
Foto ilustrasi pertandingan eSports dari Unsplash

Asia jadi pelopor yang menetapkan eSport sebagai olahraga kompetitif resmi. Meski Olimpiade belum siap menerima eSports, Komite Persiapan SEA Games Filipina (PHISGOC) mengumumkan lima dari enam game yang jadi cabang olahraga resmi untuk memperoleh medali pada SEA Games 2019.

Mobile Legends Bang Bang adalah game pertama yang diumumkan sebagai salah satu cabang perolehan medali November 2018, disusul Dota 2, Tekken 7, Starcraft 2, dan Arena of Valor sebulan kemudian. Game keenam sampai artikel ini dilansir belum diumumkan.



Ini bukan pertama kalinya eSports disertakan dalam acara olahraga internasional. Asian Games sudah lebih dulu memuat eSports, tapi konteksnya masih eksibisi. Olimpiade Tokyo 2020 sayangnya tidak mungkin mempertandingkan eSports. Biang keroknya adalah UU pidana antiperjudian di Jepang, padahal negara ini adalah pemimpin industri video game. Sekalipun begitu, Komite Olimpiada Internasional (IOC) sedang mempertimbangkan eSports masuk dalam sesi eksibisi di Tokyo tanpa perebutan medali.

Usaha mengesahkan eSports sebagai cabang olahraga resmi diharapkan bisa menarik perhatian penonton muda. Selain itu, mulai muncul wacana eSports bukanlah olahraga yang terfokus pada kalangan tertentu. Mempromosikan eSports dalam SEA Games 2019 juga berpotensi memperluas pasar gaming kompetitif yang sudah berkembang, serta industri video game secara umum.

Menurut laporan dari lembaga penelitian pasar berbasis di Cina, Niko Partners, 49 persen laba dari gaming dan eSports dunia berasal dari kawasan Asia-Pasifik. Newzoo, lembaga kajian pasar lainnya, memperkirakan penonton acara eSports kompetitif akan melonjak sebanyak 32 juta orang pada akhir 2019.

Komite Olimpiade Internasional (IOC) sendiri pernah bilang, penyertaan eSports sebagai cabang olahraga terlalu "prematur." Hambatan eSports sulit dianggap sebagai olahraga, tentu karena perdebatan tentang aspek atletisme dan keterampilan macam apa yang diuji dari main DoTa atau Mobile Legends. Banyak orang masih menganggap main game tidak layak disetarakan dengan olahraga "betulan" seperti renang, judo, atau lari 100 meter.

Sebagian pengamat merasa IOC tidak memasukkan eSports dalam Olimpiade mendatang lebih disebabkan sifat kancah eSports yang lebih karena "faktor komersial” ketimbang “berbasis nilai.” Sementara itu, skateboard dan berselancar dipastikan jadi dua dari lima kategori olahraga baru gelaran Olimpiade Tokyo 2020.

Sembari publik terus memperdebatkan kriteria apakah game layak masuk Olimpiade, 32 juta gamer di Asia Pasifik berharap bisa menonton atlet eSports favorit mereka bertanding pada SEA Games 2019, yang akan berlangsung dari 30 November sampai 11 Desember di berbagai kota Filipina. Gamer jagoan seantero Asia Tenggara siap mewakili negaranya untuk meraih medali emas.

Bagi kalian yang sudah melupakan cita-cita jadi atlet terkenal, berbahagialah. Kamu tetap bisa membuat negaramu bangga dengan mengalahkan lawan dalam Tekken.

Artikel ini pertama kali tayang di VICE ASIA.