Gambar-gambar seniman modern Amerika dikirim ke Bulan
Karya dari Andy Warhol, Claes Oldenburg, David Novros, Forrest Myers, Robert Rauschenberg, John Chamberlain pada 1969. Foto via MoMA.

FYI.

This story is over 5 years old.

Seni Rupa

Tak Banyak Orang Tahu, Manusia Sudah 'Mendirikan' Museum Mungil di Bulan

Andy Warhol, Robert Rauschenberg, dan beberapa seniman modern lainnya berkontribusi dalam penyelundupan karya museum superkecil ke permukaan satelit bumi.

Satu-satunya “museum” di bulan adalah sebuah benda seukuran wafer. Bahannya keramik berlapis iridum, panjang 1,9 centimeter, sementara lebarnya 1,27 centimeter. Kalian tidak salah baca. Benda sekecil itu memang bisa disebut useum.

Sebab, di dalam obyek mungil ini terdapat karya lukisan minimalis Robert Rauschenberg, lukisan terinspirasi sirkuit dari David Novros dan John Chamberlain, serta sketsa Mickey Mouse seram oleh Claes Oldenburg. Benda mirip wafer itu turut menyimpan lukisan penis oleh seniman legendaris Andy Warhol.

Iklan

Semua karya itu tampil dalam semangat ironis. Terutama gambar penis Warhol, sang seniman aliran pop, yang seakan-akan mengejek persaingan Amerika Serikat vs Uni Soviet mengirim eksplorasi luar angkasa pada dekade 60'an. Gambar penisnya itu jadi simbol kejantanan (perang dingin dan lomba mengirim astronot/kosmonot) amat remeh dibandingkan seni Abad 20.

Kejantanan atau lebih tepatnya ambisi propaganda para birokrat Washington dan Moskow itu diubah jadi gambar kecil, dalam benda seukuran wafer seperti yang dibagikan dalam komuni ibadah Katolik.

Museum yang sekarang dijuluki ‘museum bulan’ tersebut karya pemahat patung asal AS bernama Forrest Myers alias Frosty. Karya Frosty paling terkenal dipasang di samping gedung kawasan SoHo, New York, diberi judul The Wall pada 1973. Karya yang sayangnya juga disebut sebagai “Pintu Gerbang SoHo,” itu terdiri dari empat puluh dua balok aluminium berjarak merata yang dipasang ke empat puluh dua penjepit baja, yang dicat warna biru kehijauan pada latar belakang hijau.

Saat diwawancarai oleh Gwen Wright dari acara History Detectives di Stasiun Televisi PBS, Frosty ditanya mengenai motivasinya membuat museum mungil untuk dikirim ke bulan. "Pergi ke bulan adalah pencapaian terbesar pada generasi 60'an. Tentu susah menjelaskan kenapa itu keren kepada anak-anak zaman sekarang. Padahal manusia berhasil meninggalkan bumi saat itu."

Museum bulan diproduksi bersama Bell Laboratories. Perusahaan pelopor sistem riset dan perkembangan teknologi, Bell, sedang dibanjiri proyek militer bagi pemerintah. Bell menyediakan gadget-gadget unggulan Abad ke-20: laser, transistor radio, bahasa program satelit C dan C++.

Iklan

Awalnya Frosty berusaha mengurus izin resmi untuk mengikutsertakan proyek museum bulannya ke salah satu wahana Badan Antariksa AS (NASA) yang menuju bulan. NASA tidak pernah memberikan jawaban. "Mereka tidak pernah menolak saya, mereka tidak bilang apa-apa," kata Frosty.

Putus asa, Frosty nekat menyelundupkan museum bulan kecilnya itu ke sebuah roket. Dia menghubungi Fred Waldhauer, salah satu pendiri Experiments in Art and Technology (EAT) dan insinyur listrik di Bell Labs. Dengan teknik yang digunakan untuk menghasilkan sirkuit telepon, insinyur Bell Labs mengukir enam gambar yang dikumpulkan Myers—disumbang oleh komunitas pusat kota New York—ke dalam benda seukuran wafer itu. Sebanyak 20 wafer sejenis diproduksi. Frosty menyimpan satu; sedangkan satu wafer lainnya telah dilelang di internet pada 2010 lalu.

Waldhauer menghubungi insinyur pesawat terbang yang mengerjakan modul pendaratan Apollo 12 (Apollo 11, sedikit informasi, adalah misi luar angkasa pertama umat manusia yang berhasil mendarat di bulan pada 16 Juli 1969). Si insinyur setuju menaruh wafer berisi karya seni tersebut di dalam proses pendaratan.

Frosty tidak mengetahui nama sang insinyur ini; dia hanya tahu kalau insinyur tadi setuju mengiriminya sebuah telegram untuk mengkonfirmasi wafernya sukses mendarat di permukaan bulan. Dua hari sebelum Apollo 12 lepas landas, Frosty menerima telegram tersebut: "KAU. BERHASIL. SEMUA OKE. SIAP MELUNCUR."

Iklan

Telegram tersebut ditandatangani seseorang berinisial "JOHN F."

Nama samaran penyelundup karya seni ke Apollo 12 tersebut menarik perhatian kepala pengawas landasan peluncuran Richard Kupczyk, dalam wawancara terpisah. "Pikiran pertama yang muncul di benak adalah orang yang memulai ini semua, Presiden AS John F. Kennedy. Jadi nama John F. Kennedy yang langsung kepikiran sebagai nama samaran."

Kupczyk juga bercerita kepada Wright, sebenarnya para seniman tadi tak sendirian berbuat nakal. Selain museum mini, ada "barang-barang pribadi kecil yang disembunyikanpara kru di selimut pesawat antariksa."

Benda-benda tersebut diletakkan di antara bantalan insulasi thermal emas, yang digunakan untuk melindungi roket dari suhu panas ekstrim, suhu dingin, benturan meteoroid mikro. Selain karya iseng para nama besar seni rupa global ada pula foto anak-anak, istri, dan kekasih para insinyur yang ikut diselonongkan ke permukaan Bulan.

"Di Apollo 12 ada beberapa barang yang dibawa keluar dari dalam kapal luar angkasa dan sampai sekarang barangkali masih terletak di permukaan bulan."

Wright, jurnalis yang mewawancarai semua orang yang mengetahui atau terlibat dalam penyelundupan benda-benda dari bumi itu melontarkan pertanyaan menarik. Bulan bukan wilayah AS. Seharusnya satelit Bumi itu jadi wilayah netral. Jadi apakah tindakan para astronot dan seniman macam Frosty sudah melanggar asas kepatutan, karena seakan-akan Amerika mengulang sejarah para kolonialis dan imperialis di masa lalu, yang mengklaim suatu tempat otomatis sebagai wilayah sang penemu.

"Apakah perbuatan itu salah? Jelas lah. Tapi kami sudah terlanjur melakukannya dan kami tahu kami ahli bahkan untuk meninggalkan kenang-kenangan kecil di permukaan Bulan."

Artikel ini pertama kali tayang di GARAGE