penelitian

Alien Kemungkinan Bisa Diajak Ngobrol Pakai Laser Super yang Ditembak dari Bumi

Laser super kuat itu dibikin dengan menggabungkan dua tekhnologi, yakni teknologi laser megawatt dan teleskop raksasa
07 November 2018, 5:15am
Konsep menembakkan laser dari bumi ke angkasa luar

Para ilmuwan telah mendeteksi banyak eksoplanet yang mengandung air, material kunci yang jadi prasyarat kehidupan makhluk hidup. Namun ilmuwan belum pernah secara yakin memastikan bahwa ada kehidupan lain di luar sana selain di bumi. Kalau seandainya ternyata ada makhluk lain yang hidup di luar sana pun, bagaimana caranya kita berkomunikasi dengan mereka?

Salah satu cara untuk menarik perhatian makhluk-makhluk luar angkasa adalah dengan menembak sebuah laser raksasa ke arah mereka, menurut sebuah penelitian yang tayang Senin di The Astrophysical Journal. Penelitian ini ditulis oleh James Clark, mahasiswa S2 di departemen aeronautika di MIT dan profesor MIT Kerri Cahoy.

Menurut dia, jurus jitu ini dilaksanakan dengan mengamplifikasi sebuah sinyal laser infra merah dengan sebuah teleskop. Ini akan menghasilkan sinyal yang sepuluh kali lebih kuat daripada emisi infra merah dari matahari. Ini merupakan sebuah anomali yang tentunya akan menarik perhatian spesies lain yang mengamati tata surya kita dari exoplanet terjauh sekalipun.

“Proyek ini adalah sebuah tantangan besar bagi kami, tapi bukan berarti tak mungkin,” ujar Clark dalam sebuah pernyataan. “Tipe-tipe laser dan teleskop yang sedang dibuat masa kini bisa menghasilkan sinyal yang dapat dideteksi, sehingga seorang astronolog bisa mengamati sebuah bintang dan mengamati kelainan pada spektrumnya. Saya tidak tahu apakah si astronolog ini akan menyangka ada makhluk luar angkasa di sekitar matahari, tapi setidaknya sinyal ini akan menarik perhatian.”

Penelitian ini memadukan dua teknologi baru—laser megawatt dan teleskop raksasa. Laser yang mampu mengeluarkan emisi tingkat megawatt sedang dikembangkan di Pentagon di AS, sementara Teleskop Sangat Besar (ELT) selebar 39 meter sedang dibuat di Chile dan direncanakan akan beroperasi pada 2024.

Clark dan Cahoy mengkalkulasi bahwa mengamplifikasi laser dua megawatt melalui cermin teleskop sebesar 30 meter dapat menghasilkan sinyal infra merah yang dapat dideteksi dari Proxima B, sebuah planet yang terletak 4,2 tahun cahaya dari bumi. Laser satu megawatt yang diamplifikasi melalui teleskop sebesar 45 meter dapat dideteksi oleh alien pada ketujuh planet berskala bumi di sistem TRAPPIST-1 sejauh 40 tahun cahaya, menurut penelitian tersebut.

Penulis penelitian ini juga menegaskan beberapa kerugian dari teknologi tersebut. Selain debat yang terus berlangsung mengenai apakah manusia seharusnya mencoba menghubungi makhluk alien, ada juga masalah keamanan. Perpaduan laser-teleskop bisa mengganggu alat-alat di satelit dan pesawat, dan laser tersebut juga dapat merusak mata.

“Jika kamu membangun ini di permukaan bulan yang tidak ditempati siapa-siapa, itulah tempat yang lebih aman,” ujar Clark. “Pada umumnya, ini merupakan penelitian untuk menentukan apakah ini semua mungkin dilaksanakan. Apakah konsep ini ide yang baik? Itu yang harus dibicarakan.’