Skandal Sepakbola

Polisi Terus Selidiki Dugaan Pemerkosaan, Christiano Ronaldo Bisa Diekstradisi ke AS

Polisi sedang meminta sampel DNA Ronaldo. Jika terbukti, superstar sepakbola yang kini membela Juventus itu harus menjalani pengadilan di Amerika.
15 Januari 2019, 3:51am
Christiano Ronaldo akan dimintai DNA oleh kepolisian Las Vegas
Christiano Ronaldo dalam laga Juventus melawan Sampdoria jelang akhir tahun 2018. Foto oleh Tullio M. Puglia/Getty Images

Polisi Las Vegas, Amerika Serikat, meminta bintang sepakbola Cristiano Ronaldo memberikan sampel DNA-nya. Permintaan ini diajukan pekan lalu, sebagai perkembangan kasus dugaan pelecehan seksual atlet asal Portugal itu terhadap seorang perempuan di kamar hotel kota judi tersebut, 10 tahun lalu.

Polisi Las Vegas menyelidiki tuduhan yang dilayangkan Kathryn Mayorga. Tim pengacara korban belum lama ini mengeluarkan surat perintah kepada pihak berwenang Italia, meminta sampel DNA Ronaldo. Wall Street Journal melaporkan polisi berniat menguji sampelnya dengan bukti yang ditemukan di gaun Mayorga, setelah dugaan kekerasan seksual terjadi. Uji DNA-nya akan dilakukan apabila Ronaldo sudah menyerahkannya.

Mantan model dan guru Mayorga dikabarkan sempat melakukan penyelesaian kasus di luar pengadilan pada 2010. Kabarnya ia memperoleh US$375.000 (setara Rp5,2 miliar) sebagai ongkos tutup mulut agar tidak lagi menuduh Ronaldo telah memerkosanya di sebuah kamar hotel di Las Vegas pada 2009. Mayorga saat itu berulang kali menolak ajakan Ronaldo dan sempat melawan secara fisik, tetapi bintang Juventus ini tidak menggubrisnya.

Mayorga melaporkan kejadiannya ke polisi dan menjalani pemeriksaan untuk membuktikan bahwa dia benar-benar telah diperkosa. September 2018, Mayorga mengajukan gugatan perdata terhadap Ronaldo karena terinspirasi oleh #MeToo. Polisi Las Vegas membuka kembali penyelidikan atas tuduhannya di masa lalu.

"Saya berpaling darinya. Dia mencoba melepas celana dalamku. Saya menjauhinya dan meringkuk. Saya menutupi vagina, tapi dia malah menaiki tubuhku," kata Mayorga kepada Majalah Jerman Der Spiegel seputar pelecehan seksual tersebut.

Ronaldo berulang kali membantah tuduhan jika hubungan mereka tidak konsensual. Pengacaranya tidak segera menanggapi permintaan untuk berkomentar, saat diwawancarai BBC. "Ronaldo selalu bersikeras sejak dulu kalau apa yang terjadi di Las Vegas pada 2009 bersifat suka sama suka. Jadi tidak heran apabila ada DNA-nya, atau polisi membuat permintaan standar ini sebagai bagian dari penyelidikan mereka."

Ronaldo mengecam tuduhan itu sebagai “berita bohong” saat siaran langsung di Instagram Oktober tahun lalu. Menurut ESPN, dia mengatakan bahwa orang yang menuduhnya hanya ingin “terkenal”.

VICE News meminta kuasa hukum Mayorga berkomentar soal perkembangan penyidikan polisi, tetapi hingga artikel ini dilansir belum ada jawaban dari mereka. Apabila Ronaldo terbukti bersalah oleh otoritas Las Vegas, maka dia dapat diekstradisi ke AS untuk menghadapi persidangan.

Jasmine Lennard, model dan pembawa acara TV asal Inggris, juga menuduh Ronaldo melakukan perilaku yang tak pantas di akun Twitternya pekan ini.

Dia menjelaskan bahwa atlet sepakbola ini mengancam akan “memutilasi tubuhku dan memasukkannya ke dalam kantong” jika dia punya kekasih lain. Lennard telah menghapus laman Facebooknya sejak itu, dan Ronaldo membantah tuduhannya. Ronaldo menyampaikan lewat pengacaranya kalau dia tidak pernah berpacaran dengannya.

Artikel ini pertama kali tayang di VICE News