Manusia Purba

Mahluk Kerabat Terdekat dari Manusia Teridentifikasi Berkat Tulang 50.000 Tahun

Kita mengenal berbagai jenis manusia purba, tapi pakar jarang mendengar ada campuran Neanderthal dan Denisova kawin silang. Nah, tulang ini bukti ada keturunan generasi pertama Neanderthal-Denisova yang unik.
25.8.18
Sumber foto gua ditemukannya tulang manusia purba kerabat dekat manusia: Xenochka

Manusia adalah satu-satunya spesies yang hidup dari garis keturunan Homo, tetapi puluhan ribu tahun yang lalu, nenek moyang kita berbagi rumput—dan kadang-kadang bahkan menghasilkan keturunan bareng—bersama kerabat dekat keluarga hominin.

Gua Denisova, di Pegunungan Altai Siberia, adalah tempat nongkrong yang populer untuk semua makhluk semacam manusia ini. Tulang-belulangnya memberi indikasi lokasi tersebut dihuni oleh manusia purba Neanderthal dan Denisovan sekaligus. Hal ini spesies hominin kuno ketiga yang diberi nama sama seperti gua tersebut.

Pekan ini, untuk pertama kalinya, para ilmuwan sukses mengidentifikasi individu dari ibu Neanderthal dan ayah Denisova, berdasarkan tulang dalam gua yang disebut “Denisova 11.” Menurut penelitian yang diterbitkan pada Rabu di Jurnal Nature, urutan genome Denisova 11 mengungkapkan bahwa individu ini adalah seorang perempuan remaja yang hidup 50.000 tahun yang lalu, dan yang berusia setidaknya 13 tahun ketika dia meninggal.

"Sehubungan dengan keberadaan DNA Neanderthal dan Denisovan pada orang purba dan modern, ini menunjukkan bahwa percampuran antara kelompok hominin kuno dan modern mungkin hal yang sering terjadi ketika mereka bertemu," begitu kesimpulan para peneliti dalam laporannya.

Iklan

Penelitian tersebut dipimpin oleh Viviane Slon, seorang ahli DNA kuno di Max Planck Institute for Evolutionary Anthropology, tim ini menggunakan teknik yang disebut peptida sidik jari massal untuk menyelidiki seluk-beluk nenek moyang perempuan muda ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa "38,6 persen fragmen dari Denisova 11 membawa alel yang cocok dengan genom Neanderthal dan 42,3 persen membawa alel yang cocok dengan genome Denisova," menurut surat kabar tersebut.

Penggalian di gua sisi timur dalam liang dihuni manusia purba Denisova. Sumber foto: Bence Viola, Max Planck Institute for Evolutionary Anthropology

Para peneliti mempertimbangkan kemungkinan bahwa Denisova 11 bukanlah keturunan langsung dari Denisovan dan Neanderthal, melainkan salah satu anggota populasi Neanderthal-Denisovan campuran di gua. Namun, model genetik menunjukkan bahwa kontribusi yang hampir sama dari DNA Neanderthal dan Denisovan adalah kecocokan yang jauh lebih tepat untuk skenario di mana orang tua individu diturunkan dari garis keturunan hominin yang berbeda.

Genome Denisova 11 juga memberikan wawasan menarik tentang latar belakang orang tuanya. Dengan referensi silang DNA maternal terhadap genom Neanderthal lain, Slon dan rekan-rekannya menemukan bahwa induknya lebih dekat dengan kelompok Neanderthal yang diketahui telah menghuni Eropa Barat daripada dengan Neanderthal lain yang ditemukan di Gua Denisova.

Ayah Denisova-nya ternyata memiliki nenek moyang Neanderthal, yang menguatkan sejarah pertukaran genetik antara spesies hominin di seluruh Eurasia.

Manusia modern, Neanderthal, dan Denisova semuanya memiliki garis keturunan yang berbeda, dipisahkan oleh genetika, geografi, dan mungkin bahkan budaya sampai dua yang terakhir mati sekitar 40.000 tahun yang lalu.

Tetapi, karena lebih banyak sisa ditemukan dan lebih banyak genom diurutkan, jelas bahwa kelompok-kelompok ini juga meninggalkan jaringan warisan campuran yang rumit yang penting didokumentasikan para ilmuwan modern.

Artikel ini pertama kali tayang di Motherboard