Musik

Sering Mendatangi Konser Musik Bikin Hidup Orang Lebih Bahagia

Anak skena dari dulu udah tahu sih, tapi karena penelitian saintifik yang menyimpulkannya, makin pede nih jadinya.
Lauren O'Neill
London, GB
3.9.17
Foto ilustrasi konser via Pixabay

Artikel ini pertama kali tayang di Noisey Australia.

Penelitian yang digelar oleh tim Deakin Universitu di Australia ini menghasilkan kesimpulan yang membuat senyum lebar para promotor musik dan musisi. Penelitian melibatkan 1.000 responden ini menyimpulkan bahwa orang yang rutin mendatangi konser musik lebih berbahagia dibanding mereka yang tak pernah datang ke acara semacam itu. Dampak lainnya, mereka yang rutin datang ke acara musik komunal merasa puas dengan hidupnya, dalam skor yang jauh lebih tinggi dibanding mereka yang lebih sering ngendon di rumah.

Penelitian ini bertujuan mendalami, "hubungan antara partisipasi individu dan kebiasaan terpapar musik dengan kondisi mentalnya." Para peneliti dari Deakin University tidak memisahkan definisi konser itu, jadi datang ke festival musik besar atau main ke bar kecil sama-sama dianggap sebagai penampilan musik live.

Faktor pembeda yang utama, berdasarkan kesimpulan sementara para peneliti, adalah adanya elemen komunal dalam aktivitas konser. Manusia bisa tertular kebahagiaan dari manusia lain. Ekspresi kebahagiaan kolektif itu adalah kualitas manusia yang tidak dimiliki mahluk lain. Sehingga, semakin sering kita melakukan kegiatan kolektif yang membahagiakan bersama manusia lain, makin besar pula peluang kita semakin berbahagia.

Satu-satunya yang mungkin tidak senang membaca hasil penelitian ini adalah teman/pacar/keluarga kalian, yang sudah rutin datang ke konser—serta paham banget soal musik—tapi justru sering galau tiap hari. Mungkin para peneliti itu perlu membedah lagi beberapa genre deh, karena ada yang dampaknya mereka jadi pemurung dan galau melulu.