Musik digital

Jumlah Pelanggan Apple Music Diramalkan Bakal Menyalip Spotify

Apple Music berpeluang mendominasi pasar layanan streaming musik AS pada musim panas 2018 nanti.
Ryan Bassil
London, GB
6.2.18
gambar aslinya ada di sini

Artikel ini pertama kali tayang di Noisey UK. Ngomongin layanan streaming itu ngebosenin. Sumpah. Kecuali kamu sedang ngedate sama maniak statistik, lawan kencanmu bakal adem-adem saja mendengar angka-angka mentereng yang menunjukkan kebangkitan industri musik yang dipicu oleh layanan streaming semisal Apple Music dan Spotify. Intinya, plis deh jangan mulai kencan dengan ngobrol tentang perkembangan layanan streaming musik. Kencanmu bakal jadi bencana.

Iklan

Kendati demikian, mau tak mau, kita (maksudnya jurnalis musik dan pecandu musik) terus-menerus mengamati kompetisi antara layanan streaming musik di dunia. Siapa yang menyalip siapa? Raksasa streaming apa yang bakal meng-uppercut raksasa streaming mana? Saking seringnya ngobrolin masalah ini, kita ngimpi kalau nanti masuk surga kami tetap langganan layanan streaming surga yang memainkan album-album Frank Ocean tanpa henti. Cuma, sampai khayalan ini terpenuhi, kita harus nunggu hari itu datang dengan, hmm, ngobrolin layanan streaming lagi.

Hari ini misalnya, tersiar kabar kalau Apple Music mulai bisa menyalip Spotify khususnya dalam angka pelanggan berbayar atau lebih tepatnya—seperti mengacu pada judul artikel Wall Street Journal—Apple Music Bakal Segera Menggeser Spotify Dalam Jumlah Pelanggan di Amerika Serikat.

Apple Music memang baru lahir tahun 2005, empat tahun setelah Spotify masuk pasar AS. kendati demikian, WSJ melaporkan bila jumlah pelanggan Apple tumbuh sekitar 5%, mengungguli angka pertumbuhan pelanggan spotify yang mentok di angka 2%. Dengan kata lain, Apple Music berpeluang menjadi market leader di pasar layanan streaming musik AS pada musim panas 2018 nanti.

Terus, apa dampaknya bagi kita semua? Mungkin enggak ada. Tapi, toh enggak ada salahnya berbagi informasi. Bagaimanapun, kita harus mengakui kalau Beat 1 station adalah inovasi paling penting dalam industri musik pasca MP3. Dengan makin bertambahnya pelanggan Apple Music, berita baiknya Apple Music bakal terus menyuguhkan konten-konten Beat 1 station yang wajib kita dengarkan. Bayangin saja, makin bertambahnya pelanggan bisa berarti makin banyak interview-interview keren, show-show yang dipandu para artis dan cara-cara memperkenalkan pendatang baru yang terasa organik, manusiawi dan enggak ditentukan oleh komputer.

Spotify boleh kalah dari segi gede-gedean pertumbuhan pelanggan, di sisi lainnya Spotify tetap juara. Misal, jumlah pelanggan Spotify di seluruh dunia nyaris dua kali banyaknya dari seluruh pelanggan Apple Music. Sejak masuk ke pasar Inggris pada 2009, raksasa streaming asal Swedia itu sepertinya sudah jadi layanan servis paling populer. Plus, capaian ini enggak menghentikan mereka memberikan beragam fitur baru, seperti program audio baru yang memfokuskan pada podcast.

Khusus bagi kalian yang doyan mengamati persaingan antara Apple Music dan Spotify, plis jangan kecewa dulu. Ini bukan akhir segalanya. Apple Music dan Spotify bakal terus salip-salipan sampai dunia berakhir ketika yang terdengar cuma tinggal Playlist Noisey doang.

Pendeknya, ada stok bahasan yang bisa kita pakai membangun percakapan, asal bukan obrolan saat kencan ya.

Ryan bisa diajak ngobrol di Twitter .